Panduan Lengkap Cara Membuat Hand Sanitizer Versi Rekomendasi WHO dan Versi Lainnya

Daftar Isi Artikel
Sama seperti masker, produk yang dulunya cenderung identik dengan Rumah Sakit dan dunia medis, namun seketika naik daun dan dicari banyak orang setelah adanya wabah global virus Corona Covid-19 adalah hand sanitizer. 
Masyarakat yang merasa perlu untuk melindungi diri agar tidak terinfeksi oleh Virus Corona Covid-19, ramai-ramai melakukan aksi beli produk kesehatan Hand Sanitizer. 
Tak ayal harga Hand Sanitizer kemudian melambung naik. Dan pasar kekurangan persediaan Hand Sanitizer. 
Salah satu cara untuk mengatasi kebutuhan Hand Sanitizer yang meningkat adalah dengan membuat Hand Sanitizer sendiri. 
Artikel ini membahas tentang panduan : bagaimana tata cara penggunaan Hand Sanitizer, dampak dan efek samping Hand Sanitizer, hingga cara membuat Hand Sanitizer sendiri versi rekomendasi WHO dan beberapa versi lainnya.

cara membuat hand sanitizer-produksi rumahan

Apa itu Hand Sanitizer ? 

Sebagian dari kita mungkin masih rancu dalam memahami antara Hand Sanitizer dan Sabun Cair ( Liquid Detergent ). 
Sebab kedua produk ini memang sama-sama digunakan untuk mencuci tangan. Namun demikian antara Hand Sanitizer dan Sabun Cair ( Liquid Detergent ) sebenarnya serupa tapi tak sama. 
Meski kedua produk digunakan untuk mencuci tangan keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. 
Secara gampangnya, Hand Sanitizer digunakan untuk “cuci kering”. Sedangkan Sabun Cair digunakan untuk “cuci basah”, karena memang harus menggunakan air sebagai media pembilasnya. 

Komponen atau bahan penyusun antara Hand Sanitizer dan Sabun Cair ( Liquid Detergent ) juga berbeda. 
Hand Sanitizer bahan penyusun atau komponen utamanya adalah antiseptic ( dalam hal ini biasanya termasuk golongan Alkohol ). 
Sedangkan pada sabun cair ( liquid detergen ) bahan utamanya biasanya adalah golongan sejenis Surfactan yang memberikan sifat detergensi. 

Jika merujuk Wikipedia, Hand Sanitizer ( diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi “Pembersih Tangan” ) adalah cairan yang umumnya digunakan untuk mengurangi agen infeksi pada tangan. 
Hand sanitizer adalah produk antiseptik (cairan, gel, atau semprotan) berbahan dasar alkohol (kandungannya biasanya lebih dari ≥ 60% etanol/isopropanol) yang digunakan untuk membunuh kuman, bakteri, dan virus di tangan tanpa air. 
Hand sanitizer paling efektif mengandung alkohol 60% - 95% untuk membunuh mikroorganisme. 

Jenis-jenis Hand Sanitizer 

Sebenarnya belum ada penggolongan baku tentang jenis-jenis Hand Sanitizer. 

Namun jika didasarkan pada bentuknya ( fisik ), Hand Sanitizer umumnya ada beberapa jenis, yaitu : 

1. Hand Sanitizer berbentuk cairan ( Liquid Hand Sanitizer ) 
2. Hand Sanitizer berbentuk gel ( Gel Hand Sanitizer ) 
3. Hand Sanitizer berbentuk busa ( Foam Hand Sanitizer ) 

Sedangkan jika didasarkan dari asal bahan penyusunnya, Hand Sanitizer dapat dibagi menjadi : 

1. Hand Sanitizer berbasis bahan alami 
2. Hand Sanitizer bebasis bahan kimia Manfaat dan kegunaan Hand Sanitazer 

Dengan merujuk kepada komponen atau bahan penyusun utamanya, Hand Sanitizer sebenarnya lebih ditujukan kepada penggunaan medis. 

Manfaat dan kegunaan Hand Sanitizer 

1. Karena berbasis Alkohol, Hand Sanitizer atau pembersih tangan lebih dipilih pada berbagai situasi di tempat pelayanan kesehatan ( dibandingkan dengan mencuci tangan dengan sabun dan air ), misal di Rumah sakit. 
2. Hand Sanitizer atau pembersih tangan umumnya memang lebih efektif untuk membunuh mikroorganisme, bakteri atau kuman-kuman. 
3. Apabila terlihat adanya kontaminasi atau sehabis dari toilet tidak disarankan untuk menggunakan hanya dengan menggunakan Hand Sanitizer, tetapi sebaliknya harus mencuci tangan ( cuci basah – dengan sabun dan air ). 
4. Hand Sanitizer sebenarnya tidak direkomendasikan untuk pemakaian umum. 
5. Tingkat keefektifan Hand Cleaner yang digunakan di luar layanan kesehatan belum didukung oleh bukti yang baik. 

Kapan waktu yang tepat menggunakan Hand Sanitazer ? 

Dengan melihat manfaat dan kegunaan dari Hand Sanitizer, maka sebenarnya bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggunakan Hand Sanitizer. 
Hand Sanitizer digunakan apabila : 

1. Ditujukan untuk mendisinfektasi atau membunuh mikrorganisme atau kuman.

Itulah sebabnya Hand Sanitizer sangat tepat digunakan di tempat-tempat layanan kesehatan. 

2. Hand Sanitizer tidak direkomendasikan untuk penggunaan umum. 

Jadi ketika tangan kita kotor, berlemak, sehabis makan, sehabis berkebun atau olah raga misalnya, maka Hand Sanitizer tidak efektif pada kondisi seperti ini. 

Merujuk pernyataan dari Manajer pencegahan infeksi dari Rush University Medical Center, Tiffany Wiksten seperti dilansir Real Simple, meski Hand Sanitizer bisa menjaga tangan tetap higienis ketika penggunaanya tepat, hal yang paling mendasar adalah kita tetap harus mencuci tangan dengan air dan sabun untuk membersihkan tangan saat terlihat kotor. 

Hand Sanitizer dapat digunakan setelah mengolah bahan makanan (terutama daging mentah), sebelum mempersiapkan makanan, sebelum makan, untuk menghindari kontaminasi silang ketika membersihkan luka, atau menyentuh orang sakit, bersin, batuk, mengganti popok, serta setelah dari kamar mandi. Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan mencuci tangan setidaknya selama 15 detik untuk memastikan semua area tangan bersih. 
Hand Sanitizer ( hanyalah ) cara yang efektif untuk mengisi "lubang" ketika kita tidak memiliki akses ke wastafel untuk mencuci tangan. 

Cara yang benar menggunakan Hand Sanitazer 

Hal paling mendasar yang harus selalu diingat adalah : Jika tangan kotor, maka kita harus membersihkan dulu dengan air dan sabun. Baru menggunakan Hand Sanitizer. 

Agar Hand Sanitizer bekerja secara efektif, cara yang benar untuk menggunakan Hand Santizer adalah : 

- Sebelum menggunakan Hand Sanitizer,lepas semua perhiasan dari tangan 
- Tuang atau semprotkan Hand Sanitizer secukupnya pada satu telapak tangan 
- Gosokkan ke telapak tangan yang lainnya, sebaiknya selama 30 detik. 
- Ratakan ke seluruh permukaan tangan dan jari-jari hingga mengering. 

Apakah Hand Sanitazer memang bisa menangkal penularan virus Corona Covid-19 ? 

Hingga saat ini para ahli kesehatan menyarankan menggunakan Hand Sanitizer sebagai salah satu langkah awal untuk menangkal penularan Vius Corona Covid-19. 
Dengan kandungan bahan antiseptic di dalamnya, Hand Sanitizer memang telah sejak lama digunakan sebagai salah satu cara membantu mencegah penyebaran kuman, virus selama musim flu dan demam, termasuk Virus Corona Covid-19. 

Mengutip pernyataan Manajer pencegahan infeksi dari Rush University Medical Center, Tiffany Wiksten sebagaimana dilansir dari Real Simple Hand Sanitizer dan mencuci tangan dengan air dan sabun sama-sama bisa menjaga tangan tetap higienis asalkan penggunaanya tepat. 
"Hand sanitizer berbasis alkohol mendenaturasi protein kuman, yang akhirnya membunuh kuman-kuman itu," kata Wiksten. 
Namun Hand Sanitizer tidak membunuh spora. 
Sabun dan air lebih efektif ketimbang hand sanitizer untuk melawan berbagai mikroba berbahaya, seperti norovirus dan C. dif. 

Ada bukti yang menarik setelah Business Insider melakukan eksperimen kecil untuk mengetes kemampuan Hand Sanitizer sebagai alat cuci tangan dibandingkan dengan air dan sabun. 

Mana yang lebih efektif ? Hand Sanitizer atau air dan sabun ? 


1. Gambar dibawah ini adalah kondisi tangan yang belum dicuci dengan apapun. 
Disitu terlihat seberapa banyak debu dan kotoran yang menempel.

kondisi tangan yang belum dicuci

Gambar ini diambil di bawah sinar ultraviolet menggunakan cairan Glo-Germ.
 

2. Sedangkan gambar dibawah ini tangan yang sudah dibersihkan dengan menggunakan Hand Sanitizer Terlihat bahwa Hand Sanitizer berhasil membersihkan tangan dari debu dan kotoran. 
Namun masih ada mikroorganisme seperti bakteri, kuman, dan virus yang menempel. 
Dari hasil yang diterbitkan oleh StatPearls pada tahun 2020, Hand Sanitizer hanya menekan pertumbuhan mikroorganisme dalam kurun waktu tertentu. 
Mikroorganisme yang awalnya aktif menjadi berhenti tumbuh karena kandungan Alkohol dalam Hand Sanitizer. Akan tetapi ketika efek dari Hand Sanitizer habis, maka Mikroorganisme dapat aktif kembali.

kondisi tangan yang dicuci dengan hand sanitizer 

3. Dan gambar dibawah ini adalah tangan yang dicuci dengan air dan sabun. 
Pada tangan yang telah dicuci menggunakan air dan sabun selama 20 detik dan membilasnya dengan air selama 10 detik, saat diarahkan ke sinar ultraviolet, terlihat bahwa sinar yang terpancar tidak terlalu terang.

  kondisi tangan yang dicuci dengan sabun 

Terlihat, kotoran dan mikroorganisme yang menempel hanya tersisa sedikit. 
Apa artinya ? 
Jika dibandingkan dengan Hand Sanitizer, terlihat bahwa air dan sabun sebenarnya lebih efektif dalam menghilangkan kotoran dan mikroorganisme pada tangan. 
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa air dan sabun bisa membasmi semua jenis mikroorganisme dan bahan kimia pada tangan. Sedangkan Hand Sanitizer tidak. 
Karena itulah yang paling efektif adalah tetap mencuci tangan sebisa mungkin menggunakan air dan sabun. 
Jika keadaan tidak memungkinkan atau karena tidak ada air dan sabun, barulah kita bisa menggunakan Hand Sanitizer. 

Hand Sanitazer yang paling baik untuk menangkal penularan virus Corona Covid-19 

Agar hasil yang didapat efektif dan maksimal, sebaiknya tidak secara asal dalam menggunakan Hand Sanitizer. Sebab ada beberapa jenis bahan penyusun dan komposisi Hand Sanitizer yang ada di pasaran. Produk Hand Sanitizer yang berbasis non alkohol kemungkinan tidak akan efektif untuk mengusir beberapa jenis kuman tertentu, bahkan dapat membuat kuman kebal terhadap zat yang ada pada Hand sanitizer, dan mungkin bisa menimbulkan iritasi pada kulit. 
Hand Sanitizer yang dinilai paling baik dan efektif untuk membasmi kuman ( apabila digunakan Hand Sanitizer berbasis bahan kimia) adalah Hand Sanitizer yang memiliki kandungan Alkohol MINIMAL 60%. 
Menurut Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hand Sanitizer berbasis Alkohol merupakan obat-obatan ter-aman dan paling efektif yang diperlukan dalam sistem kesehatan. 
Pembersih tangan berbasis alkohol ini telah umum digunakan di Eropa sejak tahun 1980-an. 
Dan Alkohol sendiri telah digunakan sebagai antiseptik setidaknya pada awal tahun 1363 dengan bukti penggunaannya pada akhir 1800-an. 
Hand Sanitizer berbasis alkohol bisa mengandung beberapa kombinasi Isopropil Alkohol, Etanol (etil alkohol), atau n-Propanol. 
Kandungan Alkohol 60 hingga 95% terbukti paling efektif. 

Dampak dan efek samping penggunaan Hand Sanitizer 

Penggunaan Hand Sanitizer yang tidak tepat dapat menjadikan kuman kebal. Dan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit. 
Selain itu Hand Sanitizer juga dapat memberikan dampak dan efek samping terutama pada penggunaan yang tidak tepat, antara lain : 

1. Kebal antibiotik 

Kandungan Hand Sanitizer ( terutama Triclosan yang terdapat dalam Hand Sanitizer gel ) dipercaya pakar medis dapat menjadikan bakteri kebal terhadap antibiotik. 

2. Menurunkan kekebalan tubuh sehingga rentan terhadap infeksi 

Adanya Triklosan atau Triclocarban juga dapat menurunkan kekebalan. 
Pada penggunaan yang terlalu sering dan jangka panjang dapat berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi otot kerangka dan jantung. 

3. Menjadikan kulit kering dan iritasi 

Kulit Adanya kandungan Alkohol pada kulit yang sensitif dapat menyebabkan rasa gatal, panas, dan kering. Karena itu PDR Health menganjurkan untuk tidak menggunakan Hand Sanitizer selain pada tangan. 
Hindari penggunaan Hand Sanitizer pada sekitar mata, telinga, mulut, hidung, dan daerah genital. Hindari juga penggunaan pada bayi atau anak balita karena kulit pada usia tersebut lebih rentan terkena iritasi. 

4. Menyebabkan kulit mudah terbakar oleh sinar matahari 

Penggunaan Hand sanitizer dapat menjadikan kulit lebih sensitif terhadap sinar ultra violet, sehingga menyebabkan kulit mudah terbakar di bawah paparan sinar matahari. 
PDR Health menganjurkan untuk melindungi kulit dengan sun screen yang mengandung SPF tinggi saat menggunakan hand sanitizer. 

5. Reaksi hormon 

Hand sanitizer dapat berakibat negatif bagi kelenjar gondok (hormon tiroid) dan hormon estrogen. Menurut Drug Watch, Triclosan dalam Hand Sanitizer dapat menyebabkan berpengaruh tidak baik bagi kesehatan hormon. 

6. Mengandung Phtalates yang merupakan bahan kimia berbahaya 

Phtalates merupakan bahan kimia yang kerap dikaitkan dengan berbagai gangguan endokrin, toksisitas perkembangan janin dan sistem reproduksi, penurunan motilitas (gerak) dan konsentrasi (jumlah) sperma, serta alergi, asma, hingga kanker. 
Kandungan phtalate dalam produk kosmetik juga dicurigai dapat menyebabkan diabetes. 

Hand Sanitazer yang aman bagi balita ? 

Hand Sanitizer sering dibuat dengan berbagai aroma (seperti vanila, stroberi, atau permen karet) dan warna. Bentuk fisik Hand Sanitizer yang seperti ini biasanya menarik perhatian anak. 
Jangan biarkan anak memakai hand sanitizer sendiri sehingga menimbulkan resiko tertelan tertelan. Apabila sampai tertelan, dapat menyebabkan keracunan Alkohol, yang ditandai dengan gejala seperti mengantuk, pusing, muntah, penurunan pada tekanan darah, denyut jantung dan ritme pernapasan. 
Gula darah juga bisa turun drastis ketika menelan alkohol, yang memicu kejang-kejang dan koma. Selain itu kulit balita yang masih sensitif sangat rentan terhadap dampak dan efek samping Hand Sanitizer seperti yang disebut di atas. 
Karena itu, pada dasarnya penggunaan Hand Sanitizer pada balita sebaiknya dihindari, terkecuali jika memang benar-benar dibutuhkan. 
Untuk membersihkan tangan balita usahakan menggunakan air dan sabun yang diformulasikan khusus untuk bayi. 
Bahkan bila air dan sabun tidak tersedia, alternatif lainnya adalah dengan menggunakan tisu basah yang aman bagi bayi. 

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindarkan balita dari virus Corona, antara lain: 

- Selalu jaga kebersihan balita 
- Cuci tangan ibu dengan air mengalir dan sabun sebelum menyentuh, menyusui, menggendong, atau menyiapkan makanan balita. 
- Berikan ASI untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. 
- Jika balita sudah bisa mengonsumsi MPASI, berikan ia makanan yang bergizi seimbang sambil tetap memberikannya ASI. 
- Hindari membawa balita di tempat keramaian, seperti pasar atau mall. 
- Kenakan masker apabila ibu sedang batuk atau pilek. 
- Jauhkan balita dari orang yang sedang sakit. 
Apabila terpaksa harus menggunakan Hand Sanitizer untuk balita pilih dan gunakan produk yang benar-benar aman untuk balita. 

Cara memilih Hand Sanitizer yang baik 

Pada dasarnya untuk memilih atau membeli Hand Sanitizer yang baik adalah disesuaikan dengan kebutuhan. 

Berikut panduan sederhana untuk memilih atau membeli Hand Sanitizer yang baik. 


1. Tentukan jenis atau bentuk Hand Sanitizer 
Jika menginginkan yang praktis Hand Sanitizer spray dan water based bisa menjadi pilihan. Jika menginginkan aroma wangi yang kuat, hand sanitizer dengan jenis gel bisa menjadi pilihan. 

2. Tentukan ukuran dengan kebutuhan 
Untuk penggunaan di dalam rumah atau kantor, akan lebih jika membeli ukuran besar, sekitar 500 ml-an. Namun, jika tidak sebaiknya pilih Hand Sanitizer yang berukuran mini (sekitar 50 ml-an). 

3. Untuk siapa Hand Sanitizer akan digunakan 
Pemilihan Hand Sanitizer untuk digunakan oleh orang dewasa tentu harus dibedakan dengan penggunaan untuk Balita. 

Apakah Hand Sanitazer halal bagi orang Islam ? 

Bagi kaum muslim mungkin timbul pertanyaan seperti di atas. 
Apakah Hand Sanitizer halal digunakan ? Atau sebaliknya, Hand Sanitizer Haram digunakan. 
Kenapa ? 
Seperti diketahui, pada umumnya Hand Sanitizer mengandung Alkohol. 
Dan, Islam mengharamkan minuman ber-Alkohol yang bisa memabukkan. 
Hand Sanitizer kan digunakan untuk mencuci tangan ? Bukan untuk diminum ? 
Memang benar. Masalahnya adalah, ketika setelah menggunakan Hand Sanitizer untuk membersihkan tangan, kemudian (tangan) digunakan untuk menyiapkan makanan atau malah untuk makan. 
Disini tentu saja bisa menimbulkan pemikiran, anggapan atau was-was jika Alkohol (yang terkandung dalam Hand Sanitizer) akhirnya terkonsumsi. 
Dan, mengkonsumsi Alkohol tentu saja merupakan keharaman bagi umat Islam. 
Jadi menggunakan Hand Sanitizer itu halal atau haram bagi muslim ? 

Hingga saat ini pihak yang berwenang (MUI?) belum mengeluarkan fatwa tentang penggunaan Hand Sanitizer. 
Bagi kaum muslim, untuk menghindari was-was dan kekhawatiran antara halal dan haram dalam penggunaan Hand Sanitizer, ada baiknya menjaga diri dan berhati-hati. 
Jika memang ragu dan was-was, mencuci tangan dengan air dan sabun bisa menjadi pilihan untuk dilakukan. 
Dan seandainya terpaksa menggunakan Hand Sanitizer, mencuci tangan dengan air sesaat setelah menggunakan Hand Sanitizer, mungkin bisa menghilangkan kekhawatiran dan rasa was-was. 
Atau mungkin yang bisa menjadi pilihan yang lebih aman adalah menggunakan Hand Sanitizer yang bebas Alkohol atau Hand Sanitizer alami. 

Komponen / bahan untuk membuat Hand Sanitizer : Kimia dan alami 

1. Hand Sanitizer berbasis bahan kimia 

Bahan kimia yang umum dan bisa digunakan untuk membuat Hand Sanitizer, antara lain : 
- Golongan Alkohol, yaitu Ethanol ( Etil Alkohol ), Isopropil Alkohol ( IPA ) 
Golongan Alkohol berfungsi untuk melemahkan atau membunuh mikroorganisme. 
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan kadar alkohol yang harus dipenuhi dalam produk antiseptik adalah alkohol di atas 60%. 
- Triclosan atau benzalkonium klorida 
- Gliserol / Gliserin Gliserin 
Berfungsi untuk memberi konsistensi pada alkohol agar lebih mudah untuk diaplikasikan ke kulit, dan juga untuk melembapkan kulit sehingga dapat mengatasi iritasi yang mungkin ditimbulkan oleh Alkohol. 
- Hidrogen Peroksida 
Berfungsi sebagai “penangkis” mikroba yang mungkin dapat berkembang di larutan Hand Sanitizer sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. 
- Carbomer 
Berfungsi sebagai pengental 
- Propylene Glycol 
Berfungsi sebagai pelembab 
- Triethanolamine (TEA) 
Berfungsi sebagai pengikat pH. 

2. Hand Sanitizer Berbasis Bahan Alami 

Bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat Hand Sanitizer, antara lain : 
- Cuka putih 
- Lemon 
- Minyak esensial lavender 
- Minyak essensial jeruk 
- Minyak Essensial kayu manis 
- Tea tree oil 
- Lidah buaya atau Aloe Vera 

Komposisi, formulasi dan cara membuat Hand Sanitizer berbagai versi 

Berikut akan diuraikan komposisi,  formulasi atau resep dan cara membuat Hand Sanitizer sendiri. 
Terdiri dari Hand Sanitizer alami, Hand Sanitizer berbasis bahan kimia dan perpaduan keduanya.
Juga akan diuraikan formulasi Hand Sanitizer dari berbagai Universitas terkemuka di Indonesia, LIPI hingga formulasi Hand Sanitizer Rekomendasi WHO. 

A. Cara Membuat Hand Sanitizer Alami 

1. Hand Sanitizer alami dari Cuka Putih 

- Campurkan cuka putih dengan sedikit air 
- Masukkan ke dalam botol spray. 
- Gunakan campuran ini sebagai hand sanitizer alami. 

2. Hand Sanitizer alami dari lemon 

- Campurkan air perasan lemon, sedikit lemon, dan sedikit air 
- Masukkan ke dalam botol spray. 
- Gunakan campuran ini sebagai Hand Sanitizer alami. 

3. Hand Sanitizer dari minyak esensial 

- Campurkan 3 sendok makan gel lidah buaya dengan minyak esensial sekitar 8 tetes 
- Tambah dengan 1 sendok makan Isopropyl Alkohol (IPA), aduk hingga rata 
- Gunakan sebagai Hand Sanitizer 

B. Cara Membuat Hand Sanitizer Berbasis Bahan Kimia 

1. Formula Hand Sanitizer dari Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia, Makassar 

- Campurkan 150 ml Alkohol 70 % dengan 50 gram Aloe Vera 
- Aduk selama 15 - 20 menit sampai rata. 
- Tambah dengan 10 – 20 tetes esential oil dari kulit jeruk 
- Masukkan ke dalam botol. 
- Hand Sanitizer siap digunakan. 

2. Formula Hand Sanitizer LIPI 

- Campur 50 ml air dengan 33 ml Propylene glycol sambil dipanaskan dan diaduk 
- Tambahkan Carbomer sedikit demi sedikit sampai temperatur mencapai 80-90 derajat dan semua bahan tercampur dan larut sempurna. 
- Tambahkan Triethanolamine agar campuran berubah menjadi gel 
- Hentikan pemanasan 
- Tambahkan Ethanol sedikit demi sedikit ke dalam campuran gel sambil diaduk. 
Waktu penambahan sekitar 15 menit untuk menghindari penguapan Etanol. 
- Setelah tercampur sempurna, Hand Sanitizer gel siap digunakan 

3. Formula Hand Sanitizer versi OregonLive 

- Campur 1/3 cup gel lidah buaya dengan2/3 cup alkohol isopropyl, aduk hingga rata 
- Tambahkan 8 sampai 10 tetes minyak esensial, aduk hingga rata 
- Tuang ke dalam wadah yang kosong. 
- Hand sanitizer buatan sendiri siap digunakan. 

4. Formula Hand Sanitizer Rekomendasi WHO dengan bahan Ethanol 96% 

- Masukan 833 ml Ethanol 96% ke dalam botol bersih 
- Tambahkan 14,5 ml Hidrogen Peroksida 3 % 
- Tambahkan 41,7 ml Gliserol 98 % 
- Tambahkan air suling atau air minum yang telah direbus hingga campuran menjadi 1 liter 
- Tutup segera botol agar Alkohol tidak menguap 
- Kocok botol agar cairan tercampur rata 
- Simpan selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi mikroorganisme dari wadah atau botol tersebut 
- Hand sanitizer siap digunakan 

5. Formula Hand Sanitizer Rekomendasi WHO dengan Isopropil Alkohol 99,8% 

- Campurkan 751,5 ml Isopropil alkohol 99,8% dengan 41,7 ml Hidrogen Peroksida 3 % dalam botol kaca bersih 
- Tambah dengan 14,5 ml Gliserol 98 %, aduk rata 
- Tambahkan air suling atau air minum yang telah direbus sedikit demi sedikit sehingga campuran menjadi 1 liter 
- Segera tutup botol setelah semua bahan dimasukan untuk menghindari menguapnya alkohol. 
- Kocok botol secara perlahan hingga semua bahan tercampur rata. 
- Simpan botol selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi mikroorganisme dari wadah botol. 
- Hand sanitizer siap digunakan. 

6. Formula Hand Hand Sanitizer versi CDC (Pusat Pengendalian dan pendegahan penyakit Amerika) 

- Masukkan 2/3 Isopropil dan Alkohol 99% ke dalam wadah 
- Tambah dengan 1/3 gel lidah buaya 
- Tambah Tea Tree Oil secukupnya. 
- Aduk hingga tercampur sempurna 
- Hand Sanitizer siap digunakan 

Kesimpulan 

Secara medis Hand Sanitizer memang sering dan perlu digunakan untuk disinfeksi kuman dan bakteri. Pada kondisi terjadinya wabah / pandemic virus global ( Covid-19 ) misalnya, Hand Sanitizer dapat berperan sebagai langkah awal menangkal penularan virus Corona. 
Namun demikian, Hand Sanitizer tidak disarankan untuk digunakan secara rutin harian. 
Sebab penggunaan Hand Sanitizer yang sering dan berlebih justru dapat mengakibatkan beberapa efek samping kesehatan. 
Pada saat kebutuhan Hand Sanitizer meningkat dan pasar kehabisan stok, sebenarnya bisa dibuat Hand Sanitizer sendiri. 
Cara pembuatan Hand Sanitizer cukup mudah, bisa menggunakan komposisi dan formulasi ( bahkan dalam berbagai versi ) seperti telah diuraikan di atas.