Cara Membuat Sabun Cuci Piring Cair Ekonomis Yang Bagus
Daftar Isi Artikel
Pada posting sebelumnya telah diuraikan secara lengkap tentang komposisi, formulasi dan bagaimana cara membuat sabun cuci piring yang bagus.
Dimana dengan komposisi dan formulasi yang disusun sedemikian rupa, sabun cuci piring cair tersebut bisa dijadikan alternatif usaha rumah tangga, karena layak jual.
Bisa dilihat pada tautan ini : Cara membuat sabun cuci piring cair yang bagus untuk usaha rumah tangga
Mengapa membuat sabun cuci piring cair yang ekonomis jika ada yang bagus?
Sebagaimana diketahui, bahwa salah satu kekurangan sabun cuci piring cair adalah kurang ekonomis atau harganya relatif mahal.
Jika digunakan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak ( misal seperti pada penggunaan para emak-emak) maka mungkin tidak terlalu terasa terhadap nilai uangnya.
Tetapi jika penggunaannya rutin, terus menerus dalam jumlah yang banyak, tentu faktor biaya / cost akan menjadi pertimbangan tersendiri.
Beberapa usaha yang menggunakan sabun cuci piring cair dalam jumlah besar misalnya : rumah makan / warung makan, restoran, café, usaha catering, dan sejenisnya.
Dengan keberadaan SPPG (dapur MBG), kebutuhannya akan sabun cuci piring cair bahkan jauh lebih besar lagi.
Dapat dibayangkan (atau dihitung) berapa banyak kebutuhan sabun cuci piring cair jika setiap SPPG melayani ribuan porsi makanan (hingga 2.500-3.000 porsi per hari), sedangkan peralatan makan (ompreng dan sebagainya) dan alat masak yang harus dicuci setiap hari sangat banyak.
Padahal jumlah SPPG (dapur MBG ) ini nantinya ditargetkan ada sebanyak 30 ribu unit.
Tentu dengan jumlah kebutuhan yang begitu banyaknya, pilihan sabun cair premium/mahal bukanlah pilihan yang bagus.
Yang dibutuhkan adalah sabun cuci piring cair dengan kinerja yang sesuai yang ekonomis.
Pada usaha-usaha di atas, hasil / kinerja utama dari sabun cuci piring cair yang dibutuhkan adalah peralatan dapur menjadi bersih, kesat dan bebas lemak.
Bagaimana menyusun komposisi dan formulasi sabun cuci piring cair yang ekonomis ?
Untuk menyusun komposisi sabun cuci piring cair yang ekonomis, secara garis besar dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :
1.Substitusi
Yaitu dengan menggantikan/substitusi komponen/bahan yang mahal harganya dengan bahan lain yang lebih murah namun memberikan hasil/efek yang serupa dengan tanpa mengganggu/mengurangi kinerjanya secara keseluruhan.
Contoh :
- beberapa surfaktan yang berharga mahal dapat disubstitusi/diganti dengan surfaktan lain yang lebih murah harganya, namun kinerjanya setara
- Camperlan dapat disubstitusi dengan garam dapur NaCl. Kedua bahan ini memiliki fungsi dan kinerja yang serupa sebagai thickener atau bahan pengental.
- dsb
2.Reduksi
Yaitu mengurangi jumlah / prosentase dalam formulasi bahan yang berharga mahal, namun diimbangi dengan menambahkan jumlah/prosentase bahan lain yang herganya lebih murah yang memiliki fungsi / efek yang serupa.
Contoh :
Surfaktan yang memiliki efek pembersihan tinggi jumlah/prosentasenya dalam formulasi dikurang, namun bahan lain yang juga memiliki efek pembersihan ( misal asam lemah atau soda lemah ) serupa, ditambahkan / dinaikkan prosentasenya.
3.Eliminasi ( penghilangan )
Yaitu menghilangkan / penghapusan bahan secara total dari dalam formulasi.
Secara umum, ini dapat dilakukan pada bahan yang bersifat additive (tambahan) dalam formulasi.
Kebanyakan bahan tambahan (additive) sebenarnya tidak terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja.
Seringkali, bahan tambahan (additive) dimasukkan ke dalam formulasi hanya untuk factor estetika.
Contoh :
Bahan-bahan pewarna dan parfum, umumnya mahal harganya, sedangkan bahan ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil/kinerja secara keseluruhan.
Pewarna biasanya ditambahkan ke dalam formulasi karena pertimbangan estetika.
Apakah sabun cuci piring cair yang ekonomis hasilnya tidak bagus ?
Jawabannya ; bisa “ya” bisa “tidak”.
Tergantung pada penyusunan komposisi dan formulasi.
Jika dikomposisikan dan diformulasikan dengan tepat, sabun cuci piring cair tetap bisa bagus – memberikan hasil/kinerja yang setara.
Namun tentu saja ada beberapa hal/efek lain ( yang kurang/tidak berpengaruh terhadap hasil akhir ) yang berkurang atau hilang.
Misalnya : sabun cuci piring cair yang biasa terlihat menarik secara visual (karena diberi pewarna) menjadi “biasa saja” karena komponen/bahan pewarna dihilangkan.
Namun hasil akhir yang didapat, tetaplah sama karena pewarna tidak berefek pada pembersihan.
Hal yang serupa juga dapat diberlakukan pada pewangi/parfum.
Jadi belum tentu sabun cuci piring cair ekonomis tidak bagus hasilnya.
Bisa saja hasil akhirnya tetap sama bagus selama dikomposisikan dan diformulasikan dengan tepat.
Tips menggunakan sabun cuci piring cair secara efisien
Para ibu rumah tangga umumnya menggunakan sabun cuci piring cair dengan cara menuangkannya ke dalam wadah, kemudian dengan spon diaplikasikan pada perabotan dapu yang dicuci .
Sebenarnya ada cara untuk mengoptimalkan penggunaan sabun cuci piring cair saat mencuci perabotan dapur, sehingga dapat menghemat biaya.
Berikut tips sederhana untuk meng-efisiensi-kan penggunakan sabun cuci piring cair :
-menggunakan botol tekan (pump bottle)
Penggunaan botol tekan (pump bottle) dapat mengoptimalkan penggunaan sabun cuci piring cair. Sebab jumlah sabun cuci piring yang digunakan ( dengan menekan botol) dapat sesuai dengan kebutuhan ( tidak terlalu sedikit juga tidak kebanyakan ).
-menggunakan spon yang berkualitas
Ibu rumah tangga seringkali menggunakan spon seadanya saat mengaplikasikan sabun cuci piring cair.
Sebaiknya pastikan spons yang digunakan berkualitas baik sehingga menghasilkan busa maksimal dan hasil yang optimal.
Komposisi, formulasi dan cara membuat sabun cuci piring cair ekonomis yang bagus
1.Komposisi dan formulasi sabun cuci piring cair yang ekonomis
- Texapon = 10%
- Asam sitrit = 1%
- Sodium sulfat = 5%
- EDTA2Na = 0,05%
- Parfum = 0 s/d ls (optional)
- Air (Aquades) = sisanya
2.Cara membuat sabun cuci piring cair ekonomis yang bagus
-siapkan 2 (dua). 1 buah lainnya untuk penyiapan larutan EDTA (wadah I) dan 1 buah sebagai wadah pencampur (wadah II)
- tuangkan 100 ml aquades ke dalam wadah I
- larutkan EDTA dalam wadah I sampai terbentuk larutan sempurna ( EDTA agak sukar larut dalam air)
- tuangkan 1/4 bagian sisa air ke dalam wadah II
- tambahkan Asam Sitrit sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna
- tambahkan Texapon sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna
- tambahkan sisa air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata
- tambahkan Sodium Sulfat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna
- tambahkan larutan dari wadah I ke dalam wadah II aduk sampai rata
- penambahan parfum sifatnya optional. untuk produk yang benar-benar ekonomis, parfum bisa tidak perlu ditambahkan.
Namun jika menginginkan produk yang beraroma, bisa dipilih parfum aroma jeruk nipis yang relative lebih murah.
- kemas produk sabun cuci piring cair
3. Analisa bahan
-Texapon yang merupakan surfaktan yang berfungsi sebagai agen utama : pembersih, pembusaan, dsb diformulasikan dalam jumlah yang minimal yaitu 10%
-Asam sitrit biasa digunakan sebagai pengatur pH.
Dalam formulasi ini juga berfungsi untuk membantu efek pembersihan. Asam sitrit efektif membersihkan kotoran dan lemak.
-Sebagai pengental tidak digunakan garam dapur atau camperlan, melainkan Sodium Sulfat.
Selain bisa memberikan efek pengentalan cairan sabun, sodium sulfat juga dapat berfungsi untuk meningkatkan efek pembersihan. Sodium sulfat juga bersifat lunak (soft) pada kulit.
-Agar sabun cuci piring cair awet dan tahan lama tetap ditambahkan EDTA2Na sebagai pengawet
-Penambahan parfum sifatnya optional. Parfum merupakan bahan tambahan (additive)
Kesimpulan
Untuk mendapatkan sabun cuci piring cair yang efektif dan efisien tidak harus mahal. Bisa digunakan sabun cuci piring cair yagn ekonomis untuk tujuan ini.
Dengan mengikuti uraian di atas, dapat dibuat sabun cuci piring cair ekonomis dengan sangat mudah.

