Cara Membuat Sabun Cuci Piring Cair Yang Bagus Untuk Usaha Skala Rumah Tangga

Daftar Isi Artikel
Sabun cuci piring cair merupakan salah satu produk kebutuhan rumah tangga yang paling paling popular dan paling banyak digunakan. 
Sabun “sak ndulit” sudah ditinggalkan. Apalagi “abu gosok dan kerja keras” ibu-ibu rumah tangga sudah ogah. Emak-emak modern saat ini lebih memilih sabun cuci piring cair untuk membersihkan perabotan dapurnya. 
Setiap harinya ada sekian juta ibu rumah tangga yang mencuci perabotan dapurnya dengan menggunakan sabun cuci piring cair. Maka bisa dibayangkan, berapa banyak jumlah/volume penggunaan sabun cuci piring cair setiap harinya. 
Terlebih lagi, selain besar jumlah kebutuhannya, sabun cuci piring cair bisa dikatakan sebagai “produk yang pasti laku”. 
Tentu saja ini dapat dibaca sebagai peluang (usaha) yang sangat menjanjikan. 
Artikel singkat ini akan menguraikan tentang komposisi, formulasi hingga bagaimana cara membuat sabun cuci piring cair sendiri yang bagus. 
Entah nantinya akan digunakan sendiri di rumah ataupun sebagai alternatif usaha skala rumah tangga. 

cara membuat sabun cuci piring cair-produksi rumahan

Tentang sabun cuci piring cair 

Meski namanya sabun cuci piring, tetapi tidak berarti produk ini digunakan hanya untuk mencuci piring saja. Hampir semua perabot dapur : sendok, gelas, baskom, hingga noda lemak di kompor bisa dibersihkan dengan produk ini. 
Karena itu sabun cuci piring cair sering didefinisikan sebagai bahan pembersih perabotan dapur yang komponen utamanya berbasis pada surfaktan dan diformulasikan dalam bentuk cairan (kental). 
Sabun cuci piring cair memang dirancang khusus untuk mengangkat lemak, sisa makanan, dan kotoran yang menempel pada perabotan dapur secara cepat, praktis, dan wangi. 

Secara teknis, sabun cuci piring cair sebenarnya tidak harus berupa cairan kental. Karena kekentalan tidaklah berpengaruh terhadap kinerja sabun cair secara keseluruhan. 
Warna juga demikian, jika sabun cuci piring cair tidak berwarna, dianggap kurang “cantik”. 

Kata kunci cepat, praktis dan wangi itulah yang umumnya menjadikan para ibu rumah tangga, emak-emak jatuh cinta dengan produk ini. 
Produk pembersih lama seperti sabun sak ndulit ( sabun colek ) atau abu gosok dianggap kurang “sip” dan tidak wangi. 
Selain itu, ibu rumah tangga umumnya lebih menyukai sabun cuci piring cair yang kental. Jika sabun cuci piring cair tidak kental dianggap kurang mantap-mantap dan boros. 
(Sama seperti detergen, jika suatu detergen busanya tidak banyak, maka dianggap tidak bisa bersih). 

Detergen cair atau sabun cair ? 

Karena bahan penyusun utamanya berupa surfaktan, sabun cuci piring cair ini sebenarnya bisa dikategorikan sebagai salah satu jenis detergen. 

Berdasarkan bentuknya, detergen dapat dibagi menjadi : 

1.Detergen padat atau powder detergen 

2.Detergen pasta 

3.Detergen cair 

Sabun cair cuci piring sebenarnya termasuk dalam salah satu keluarga detergen cair. 
Beda dengan detergen powder yang tetap disebut sebagai detergen, para ibu rumah tangga lebih menyebut sebagai detergen cair sebagai sabun cair. 
Tetapi yang membingungkan, sabun cair kemudian lebih dikenal sebagai sabun mandi cair. 

Sabun mandi cair sendiri, berdasar sifat-karakteristiknya, dapat berupa : 

-Sabun cair anti-bakteri 

Yaitu sabun mandi cair yang dirancang untuk membunuh kuman dan memberikan kesegaran, seperti Lifebuoy Total Protect dan Dettol Cool. 

-Sabun cair berpelembap (Moisturizing) 

Yaitu sabun mandi cair yang cocok untuk kulit kering, mengandung formula nutrisi, contohnya Dove Deeply Nourishing dan Aveeno Skin Relief. 

-Sabun cair pencerah (Brightening) 

Yaitu sabun mandi cair yang mengandung bahan aktif untuk mencerahkan kulit, seperti Grace and Glow Brightening Body Wash dan Shinzui Body Wash. 

-Sabun cair aromaterapi dan relaksasi 

Yaitu sabun mandi cair yang fokus pada wewangian yang menenangkan, contohnya Biore Relaxing Aromatic dan Palmolive Sensations. 

-Sabun cair kulit sensitif/bayi 

 Yaitu sabun mandi cair yang menggunakan bahan lembut dan pH seimbang, contohnya Cetaphil Ultra Gentle Body Wash dan Cussons Baby Hair and Body Wash. 

-Sabun cair eksfoliasi (Scrub) 

Yaitu sabun mandi cair yang mengandung butiran halus untuk mengangkat sel kulit mati, contohnya Scarlett Whitening Shower Scrub. 

Dan yang lebih membingungkan lagi, istilah detergen cair kemudian selalu diidentikkan dengan (sabun cair) untuk mencuci pakaian di mesin cuci. 

Sedangkan secara teknis, istilah detergen cair dapat berupa : 

-Sabun mandi cair 

-Sabun cuci pakaian cair 

-Sabun cuci piring cair 

-Bahkan shampoo 

Sebenarnya dapat dikategorikan sebagai detergen cair (karena dalam komponen utama shampoo juga terdapat surfaktan – yang berfungsi/memberikan “detergency”) 

Tapi agar tidak membingungkan (bingung sendiri?) sebaiknya kita ikuti pemahaman yang digunakan masyarakat umum saja. 
Uraian di atas anggap saja sebagai penambah wawasan belaka. 

Sifat-karakteristik sabun cuci piring cair 

-umumnya mengandung bahan aktif (Surfaktan) 
-berbentuk cairan, bening (clear), kebanyakan diberi warna 
-cairan tidak mengendap 
-memiilki kekentalan (viskositas) tidak terlalu encer namun juga tidak terlalu kental agar efisien saat digunakan 
-pH netral (pH= ± 7) atau sedikit basa 
-menghasilkan busa yang stabil dan cukup, namun tidak sebanyak detergen cair 
-umumnya beraroma (berbau wangi) 
-daya bersih tinggi, efektif mengangkat kotoran dan noda lemak 
-mudah dibilas, tidak meninggalkan residu 

Kelebihan dan kekurangan sabun cuci piring cair 

Kelebihan sabun cuci piring cair : 

-praktis mudah digunakan 
-mudah larut, mudah dibilas, tidak meninggalkan residu 
-busa cukup melimpah (dibanding sabun sak ndulit ata abu gosok) 
-efektif membersihkan perabotan dapur dari kotoran dan noda lemak 
-multi fungsi, bisa digunakan untuk keperluan lainnya : membersihkan noda kompor, permukaan dapur hingga untuk mencuci buah/sayuran (harus dibilas dengan benar) 
-tampilannya menarik 
-beraroma wangi 
-lembut di tangan
-beberapa sabun piring cair dapat membunuh kuman dan bekteri 
-mencegah resiko kontaminasi makanan 

Kekurangan sabun cuci piring cair: 

-harganya relatif lebih mahal, kurang ekonomis 
-lebih cepat habis 
-terkadang (jika formulasinya kurang bagus) kekentalannya kurang 
-penggunaan terlalu sering/berlebihan berpotensi membuat kulit tangan kering dan iritasi 
-kebanyakan sabun cuci piring cair mangandung bahan kimia yang lebih susah terurai 
-kemasan produk sabun cuci piring cair kurang ramah lingkungan. 

Mengapa membuat sabun cuci piring sendiri ? 

Dengan kejatuh-cintaan para ibu rumah tangga yang demikian itu, bisa dibayangkan berapa banyak sabun cuci piring cair yang digunakan setiap harinya oleh ibu-ibu rumah tangga. 
Dengan jumlah penggunaan yang sedemikian besar, maka membuat dan memproduksi sabun cuci piring cair merupakan peluang bisnis yang sangat patut dipertimbangkan. 
Yang lebih menggiurkan, karena komponen/bahan sabun cuci piring prosentase terbesarnya adalah air, maka rentang limit profitnya sangat lebar/besar. 
Sebagai catatan ringan : produk yang kandungan terbesarnya adalah air, biasanya bisa memberikan rentang limit profit yang lebar/besar. 
Cara membuat sabun cuci piring cair juga relatif sangat mudah. Alat yang dibutuhkan untuk memproduksi sabun cuci piring cair juga tidak neko-neko. Bahkan setiap rumah tangga bisa melakukannya. Bahan-bahan pembuat sabun cuci piring dapat dengan mudah dibeli di toko-toko bahan kimia 
Karena kandungan terbesarnya adalah air, biaya produksi menjadi jauh lebih murah. 

Bahan/komponen penyusun sabun cuci piring cair 

1.Surfaktan 

Surfaktan adalah bahan aktif utama dalam sabun cuci piring cair. 
Surfaktan berfungsi sebagai pembersih utama, menurunkan tegangan muka air, agen pembasah (wetting agent), pengemulsi (emulsifier), pendispersi(dispersant), dan bahan pembusaan (foaming agent). 

a. Jenis-jenis surfaktan 

Kebanyakan Surfaktan yang dijual umum netral hingga basa. Namun ada beberapa surfaktan yang bersifat asam. 

Beberapa jenis surfaktan (berdasar sifat asam-basa) antara lain : 

-Surfaktan Anionik 
Bersifat basa ringan dalam air. 
Digunakan untuk memberikan daya bersih yang kuat, busa melimpah. 
Contohnya : Sodium Lauryl Sulfate (SLS), Sodium Laureth Sulfate (SLES), Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS), Amonium Lauril Sulfat (ALS) dan Alpha Olefin Sulfonates (AOS) 

-Surfaktan Kationik 
Surfaktan kationik umumnya bersifat asam dalam air. 
Digunakan jika ditujukan untuk memberikan sifat anti-statis dan antimikroba, namun kurang efektif sebagai pembersih. 
Contohnya : Garam Amonium Kuaterner (Quats) berupa Benzalkonium klorida, Cetyltrimethylammonium bromide (CTAB), dan Cetylpyridinium chloride. 
Atau Amina berantai panjang: Amina teretoksilasi (yang efektif pada pH rendah) 

-Surfaktan Amfoterik (Amfolitik) 
Bersifat fleksibel, bergantung pada pH sistem. 
Bersifat asam dalam lingkungan asam, bersifat basa dalam lingkungan basa. 
Memiliki kemampuan pembasahan (wetting agent) yang baik, busa yang banyak, dan sangat lembut pada kulit. 
Contoh Surfaktan Amfoterik: Cocamidopropyl Betaine (CAPB), Cocoamphopropionate, Sodium Lauraminopropionate dan Betain dan Amina Oksida 

-Surfaktan Non-ionik 
Umumnya biasanya netral dan sering digunakan bersamaan dengan surfaktan lain. 
Digunakan untuk ketahanan terhadap kesadahan air dan efektivitas pada noda minyak 
Contohnya :Polyoxyethylene alkyl ethers (alcohol ethoxylates, Tween 80 (Polysorbate 80), Spans (Sorbitan esters), Alkanolamides (seperti Cocamide DEA), dan Alkyl polyglycosides (APG) 

b.Surfaktan pada sabun cuci piring cair 

Pada formulasi sabun cuci piring dapat digunakan surfaktan : 

Surfaktan primer 
Yang berfungsi sebagai agen utama pembersih. Misalnya : 
-Texapon (Sodium Lauryl Sulfate/SLS) 
Dengan fungsi utama untuk mengangkat lemak dan kotoran, serta menghasilkan busa banyak. 
-LABSA/LABS (Linear Alkylbenzene Sulfonate) 
Prosentase surfaktan primer dalam formulasi sabun cuci piring cair dapat berkisar antara 10% – 50%.

Surfaktan sekunder 
Surfaktan sekunder ( tambahan) berfungsi sebagai penguat, efektif untuk memecah lemak dan menambah pembusaan. Misalnya :
 -CAPB (Coco Amido Propyl Betaine) / Camperlan 
Berfungsi menstabilkan busa, menambah busa, dan mengangkat lemak membandel. 
-ALS (Ammonium Lauryl Sulfate) 
Dapat berfungsi sebagai foaming agent atau agen pembuat busa. 
Prosentase surfaktan sekunder dalam formulasi sabun cuci piring cair dapat berkisar antara 2% – 20%. 

Mes (Metil Ester Sulfonat) dapat digunakan sebagai alternatif surfaktan yang lebih ramah lingkungan. 

2. Pengatur pH 

Sabun cuci piring cair yang dijual di pasaran, umumnya bersifat netral (atau sedikit basa) 
Tergantung pada jenis surfaktan yang digunakan, pada sabun cuci pirin cair bisa ditambahkan komponen/bahan untuk pengatur pH. 
Bahan yang bisa digunakan untuk tujuan ini misalnya : Citric Acid (Asam Sitrat), Triethanolamine (TEA) , soda kue (baking soda), natrium hidroksida (NaOH) 
Prosentase pengental dalam formulasi sabun cuci piring cair menyesuaikan kondisi pH.
Namun biasanya berkisar antara 0.1%-0.5%. 

3.Pengental (Thickener) 

Berfungsi untuk meningkatkan viscositas / menambah kekentalan cairan. 
Bahan yag bisa digunakan sebagai pengental, misalnya :NaCl (Garam Dapur), Sodium Sulfat/Natrium Sulfat, Camperlan atau Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) dan Hydroxyethylcellulose (HEC) jika diinginkan viskositas yang lebih stabil (tidak mudah encer). 
Prosentase pengental dalam formulasi sabun cuci piring cair dapat berkisar antara 1% – 5%. 

4.Bahan tambahan (additives) 

Yaitu bahan yang ditambahkan untuk memperbaiki/meningkatkan sifat dan karaktersistik sabun cuci piring yang dihasilkan. 

Bahan tambahan ( additives ) dapat berupa : 

-pewarna : untuk memberikan tampilan yang lebih menarik 
Prosentase pewarna dalam formulasi sabun cuci piring cair dapat menyesuaikan. 
Namun umumnya berkisar antara 0.01% – 0.05%. 

-pewangi/parfum : agar produk yang dihasilkan memiliki aroma yang menyenangkan.
Prosentase pewangi dalam formulasi sabun cuci piring cair dapat menyesuaikan. Namun umumnya berkisar antara 0.1% – 1%. 

-pelembut : menjadikan produk terasa lembut di tangan dan menjadikan kulit kering. 
Contohnya Gliserin, propilen glikol
Prosentase pelembut dalam formulasi sabun cuci piring cair berkisar antara 0.1% – 1%. 

-pengawet : agar produk stabil, tahan lama, tidak cepat rusak. 
Contoh bahan pengawet sabun cuci piring cair : EDTA, Sodium Benzoat, Methylisothiazolinone (MIT) / CMIT, DMDM Hydantoin. 
Prosentase pengawet dalam formulasi sabun cuci piring cair dapat berkisar antara 0.025% – 1% tergantung pengawet yang digunakan. 

5.Pelarut utama (air)

Air berfungsi sebagai pelarut utama. Dalam hal ini digunakan air murni/aquades. 
Prosentase air dalam formulasi sabun cuci piring cair dapat berkisar antara 65% – 90%. 

Komposisi, formulasi dan cara membuat sabun cuci piring cair yang bagus 

Komposisi, formulasi dan cara membuat sabun cuci piring cair yang akan diuraikan di bawah ini mungkin bisa berguna bagi anda yang berniat membuat bisnis skala rumah tangga. 

1.Komposisi dan formulasi dasar sabun cuci piring cair 

-Surfaktan primer = 10% -50% 
-Surfaktan Sekunder = (2-20%) 
-pengatur pH = 0.1%-0.5% 
-pengental = 1% – 5% 
-pelembut = 0.1% – 1% 
-pewarna = 0.01% – 0.05% 
-pewangi = 0.1% – 1% 
-pengawet = 0.025% – 1% 
-pelarut (aquades) = 65% – 90%. 

2.Komposisi dan formulasi sabun cuci piring cair DIY 

-Texapon/SLS = 100-200 gram 
-LABS (Linear Alkylbenzene Sulfonate) = 15-20 gram 
-Sodium Sulfat = 30-50 gram 
-Coco Amide/Camperlan = 10-20 ml 
-Sodium Sulfat = 30-50 gram 
-Air Bersih/Aquadest = 1 liter 
-Pewarna dan Pewangi = Secukupnya 

3. Komposisi dan formulasi sabun cuci piring cair yang bagus 

Salah satu komposisi dan formulasi sabun cuci piring cair yang bagus yang bisa dibuat untuk bisnis skala rumah tangga adalah sebagai berikut : 
-Texapon = 210 gram 
-Sodium Sulfate = 50 gram 
-Metanol = 5 ml, membantu kinerja pembersihan 
-Cocoamido Propyl Betaine = 10 gram 
-EDTA 2Na = 2 gram 
-Propilen glicol = 2 ml, berfungsi sebagai pelembut/fixative (bisa diganti dengan Gliserin) 
-Camperlan = 10 gram 
-Garam dapur= 25 gram 
-Pewarna = qs (secukupnya) 
-Parfum = 5 ml 
-Air = 0.950 liter (0.950 kg) 

Cara membuat sabun cuci piring cair yang bagus 

1.Siapkan 3 (tiga) buah wadah. 
Satu wadah pencampur ( wadah I), satu wadah penyiapan pengental (wadah II) dan satu wadah penyiapan pengawet (wadah III) 

2.Ambil 100 ml air, masukkan ke dalam wadah II 

3.Tambahkan garam dapur sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

4. Tambahkan Camperlan dapur sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

5. Ambil 100 ml air, masukkan ke dalam wadah III 

6.Tambahkan EDTA sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna. 
EDTA sukar larut dalam air (jika ingin lebih cepat gunakan air hangat/agak panas) 

7.Tuangkan sisa air dalam wadah pencampur (wadah I) 

8.Tuangkan Sodium Sulfat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

9.Tuangkan Cocoamido Propyl Betaine sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

9. Tuangkan Texapon sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

10. Tuangkan Propylen glycol sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

11. Tuangkan Metanol sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

12. Tuangkan pewarna sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

13. Tuangkan parfum sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

14.Tuangkan larutan dari dalam wadah II ke dalam wadah I, sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

15. Tuangkan larutan dari dalam wadah III ke dalam wadah I, sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut sempurna 

16.Selesai. Kemas sabun cuci piring cair dalam wadah. 

Kesimpulan 

Sabun cuci piring cair sangat mudah dibuat, tinggal mencampurkan bahan-bahan penyusunnya. 
Alat dan bahan yng dibutuhkan juga tidaklah terlalu rumit. 
Komposisi, formulasi dan cara membuat sabun cuci piring cair seperti diuraikan di atas dapat digunakan sebagai pedoman dasar. 
Anda bisa saja merubah atau mengotak-atik kompisisi di atas sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen atau dengan mempertimbangkan biaya. 
Mengingat kebutuhan sabun cuci piring cair yang sedemikian besar, produk ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternative usaha skala rumah tangga yang cukup menjanjikan.