-->

Komposisi Bahan Penjernih Air Kotor

Formula dan komposisi bahan penjernih air kotor yang di bawah ini bisa berguna bagi anda yang kebetulan (agak) kesulitan dengan air bersih.

Sebagaimana diketahui, tidak semua penduduk di Indonesia beruntung memiliki akses yang baik terhadap ketersediaan air bersih.
Beberapa penduduk Indonesia terutama yang hidup di wilayah pedesaan ( pelosok ) kadangkala terkendala dengan penyediaan air bersih.
Bahkan kalau kita baca di beberapa media, dikabarkan jika sebagian penduduk yang kurang beruntung tersebut menggunakan air sungai yang nota bene tidak layak dikonsumsi ( karena ) kotor untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.

Formula dan komposisi bahan penjernih air kotor berikut bisa digunakan sebagai salah satu alternative untuk menjernihkan air, ketika suatu saat ( atau malah setiap saat ) mengalami kesulitan penyediaan air bersih.

Secara umum dan secara garis besar, penyediaan air bersih dapat dilakukan melalui 2 ( dua ) sumber, yaitu :
1. Air dalam, yaitu air yang didapat dari sumur ( biasa ) ataupun sumur bawah tanah ( ABT )
2. Air permukaan, yang antara lain bisa didapat dari sungai, danau dan sejenisnya.

Untuk air dalam, biasanya tidak diperlukan suatu “treatment” ( perlakuan ) tertentu, karena air yang didapat dari sumber ini biasanya sudah jernih dan layak digunakan.
Sedangkan untuk air yang didapat dari sumber air permukaan biasanya masih perlu dilakukan treatmen, karena umumnya masih terdapat pengotor di dalamnya.

Bahan pengotor yang biasa terdapat pada air permukaan secara sederhana dapat dibagi menjadi 3 ( tiga ) golongan, yaitu :
1. Kotoran yang mengapung
Kotoran yang mengapung biasanya berupa kotoran-kotoran ringan , yang pada umumnya berukuran cukup besar, misalnya daun-daun kering, ranting kayu, plastik dan sejenisnya.
Kotoran-kotoran yang mengapung ini umumnya bisa dipisahkan dengan cara mekanis, yaitu penyaringan biasa.
2. Kotoran yang melayang
Kotoran ini berukuran agak lembut, sehingga tidak mengapung, tidak tenggelam dan tidak terlarut. Pada ukuran tertentu kotoran melayang ini bisa dihilangkan dengan cara penyaringan.
Namun pada ukuran yang lainnya, kotoran melayang harus dihilangkan dengan cara lainnya, baik secara mekanis maupun chemis ( bisa dihilangkan dengan bahan penjernih air yang komposisinya akan diberikan di bawah ).
3. Kotoran yang terlarut dan atau tersuspensi
Kotoran jenis ini – karena ukurannya yang sangat kecil – sukar dihilangkan dengan cara mekanis atau penyaringan biasa.
Biasanya dilakukan dengan cara chemis – yang salah satunya bisa digunakan dengan komposisi bahan penjernih air di bawah.

Topik bahasan untuk posting ini dititik beratkan untuk point 3, sebab jika digunakan bahan pembersih air yang komposisi akan diberikan di bawah berarti digunakan metode chemis.
Penjernihan air dengan metode chemis menggunakan formulasi bahan penjernih air di bawah pada prinsipnya menggunakan proses pengendapan ( sedimentasi ).

Sebenarnya air kotor yang di dapat dari sumber permukaan secara alami dapat mengendap dengan sendirinya.
Namun karena prosesnya alami maka untuk bisa didapatkan air yang bersih membutuhkan waktu yang sangat lama, berjam-jam bahkan berhari-hari.
Karena itulah untuk mempercepat proses pengendapan kotoran ini dibutuhkan bahan kimia tertentu yang bisa mempercepat proses pengendapan kotoran.
Dengan menggunakan bahan kimia penjernih air, maka proses pengendapan kotoran hingga didapatkan air yang jernih, butuh waktu yang sangat singkat.
Dimana jika sarananya mencukupi dan mendukung, hanya butuh waktu dalam hitungan detik.

Proses pengendapan kotoran air dalam waktu yang sangat singkat dengan menggunakan bahan penjernih air sehingga didapatkan air yang bersih, pada dasarnya melalui 2 tahapan proses, yaitu proses flokulasi dan koagulasi.

Secara sederhana, proses flokulasi dan koagulasi adalah :
Flokulasi adalah proses pembentukan floc ( gumpalan kotoran ). Bahan yang digunakan pada proses flokulasi disebut Floculan.
• Sedangkan Koagulasi adalah proses bergabungnya floc-floc tersebut sehingga menjadi gumpalan yang besar dan berat.

Karena terbentuk gumpalan yang yang besar dan berat inilah akhirnya kotoran yang terdapat di dalam air akhirnya akan dengan mudah dan cepat mengendap.
Bahan yang digunakan pada proses koagulasi dinamakan Koagulan.
Ketika bahan flocolan dan koagulan ditambahkan ke dalam air kotor, maka kedua bahan ini akan “melepaskan” muatannya, sehingga muatan positif dan negatif dalam air “bersatu” membentuk gumpalan, yang pada akhirnya dapat mengendap dengan mudah dan cepat.

Pada komposisi bahan penjernih air berikut juga digunakan bahan flokulan dan koagulan.
Koagulan yang bisa digunakan pada formula penjernih air berikut adalah Alum. Terkadang disebut Tawas atau Aluminium Sulfat.
Ada banyak jenis koagulan yang bisa digunakan, Alum adalah salah satu contohnya. Alum digunakan untuk tujuan ini karena mudah didapat, murah dan “tangguh” kinerjanya.
Sedangkan flokulan yang digunakan disini adalah dari golongan Polimer ( mohon maaf nanamnya tidak bisa disebutkan satu persatu karena biasanya dijual dalam nama merk dagang – nanti dikira promosi dan jualan ).

Untuk lebih jelasnya, berikut komposisi bahan penjernih air dengan menggunakan koagulan dan flokulan :

Alum = 80 – 100 gram
Flokulan = 5 – 8 gram
Komposisi bahan penjernih air di atas dapat digunakan untuk 1 m3 air.
Catatan :
1. Untuk skala besar / industri, proses penjernihan air kotor biasanya dilakukan dengan proses kontinyu. Dimana bahan penjernih air yang telah dilarutkan “ diinjeksikan” ke dalam air yang dialirkan ke dalam alat pengendap/penjernih ( umumnya Clarifier ).
Dalam kehidupan sehari-hari akan sangat mungkin terkendala dengan fasilitas pengolahan penjernih seperti ini, sehingga proses penjernihan harus dilakukan secara manual ( batch ).
2. Komposisi di atas bisa digunakan untuk air permukaan yang umum ( maksudnya yang tidak kotor banget ).
Untuk air yang sangat kotor banget, jumlahnya koagulan dan flokulan dapat ditingkatkan. Namun – dari pengalaman selama ini - dengan jumlah diatas biasanya sudah bisa digunakan pada hampir semua air permukaan yang akan dijernihkan, bahkan air limbah.
3. Bahan kimia koagulan dan flokulan biasanya bisa didapatkan di toko-toko bahan kimia di kota anda.

Untuk proses penjernihan air secara manual ( batch ), dapat dilakukan dengan langkah berikut :
- Larutkan terlebih dulu baik koagulan dan flokulan dengan air agar mudah dan homogen dalam pengaplikasiannya nanti
- Tempatkan air kotor yang akan dijernihkan ke dalam wadah
- Tambahkan cairan koagulan sedikit demi sedikit sambil diaduk
- Setelah habis, tambahkan cairan flokulan sedikit demi sedikit juga sambil diaduk
- Setelah habis, hentikan pengadukan, dimakan sesaat
- Dalam beberapa detik saja maka kotoran akan mengendap di dasar wadah dan air kotor sudah menjadi jernih.
- Setelah air menjadi jernih dapat diambil secara manual, dengan diciduk atau dituang secara perlahan.

Nah, seperti itulah salah satu contoh komposisi bahan penjernih air yang bisa digunakan untuk menjernihkan air ( permukaan ) yang kotor.

Masukan, saran dan komentar akan sangat kami harga.
Atau lihat juga :
> Membuat formulasi bahan pembersih air
> Cara praktis melakukan Jar Tes

You may like these posts

  1. ijin copy info komposisinya ya kak

    pt bounche indonesia