Cara Membuat Pembersih Toilet Yang Bagus : Panduan Lengkap Cara Membuat Produk Pembersih Toilet

Daftar Isi Artikel
Dengan makin meningkatnya taraf hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat, kebutuhan akan perlengkapan untuk buang hajat juga makin meningkat kualitasnya. 
Jika pada jaman dulu orang-orang buang hajat menggunakan sistem “Plung-Lap” ( maksudnya begitu kecemplung langsung “lap” alias hilang terbawa arus ) karena buang hajatnya memang di sungai, maka kemudian dikenal dan digunakan Kakus atau Jamban. 
Karena istilah tersebut masih dianggap kurang halus, kemudian dipadankan dengan istilah “kamar kecil” ( meski terkadang kamarnya tidak kecil ). 
Kemudian di jaman modern, agar keren dan tidak menimbulkan konotasi jorok, dinamakan dengan WC ( water closet ) atau Kloset, atau Toilet. 
(Yang jorok sepertinya malah Televisi. Masak, baru enak-enak makan bersama keluarga, disuguhi iklan pembersih toilet plus dengan gambar BESAR toiletnya ). 
Dengan begitu banyaknya jumlah penduduk Indonesia, yang artinya banyak juga jumlah toilet yang digunakan, dapat dibayangkan berapa banyak jumlah kebutuhan pembersih toilet. 
Itulah kenapa, meskipun “hanya” pembersih toilet, produk ini sampai berani beriklan di TV. 
Itu artinya : kebutuhan dan pangsa pasar pembersih toilet sangatlah yahud. 
Artikel ini akan membahas bagaimana komposisi, formulasi dan cara membuat pembersih toilet.

 cara membuat pembersih toilet-produksi rumahan

Apa itu pembersih toilet ? 

Apapun namanya, bentuk dan bahannya, permasalahan yang terdapat pada sebuah Kakus atau Jamban atau WC ( water closet ) atau Kloset atau Toilet adalah sama, yaitu bagaimana cara membersihkannya secara efektif, efisien dan tidak bau. 
Sebab sebagaimana diketahui dan dimaklumi bersama, se-bagus, se-modern dan secanggih seperti apapun, benda yang tersebut di atas adalah tempat untuk buang kotoran. 
Karena itu agar tidak dirasa mengganggu, baik dari segi medis-higienis dan estetika harus dibersihkan secara tuntas. Dan produk pembersih toilet adalah jawabannya. 

Jadi, pembersih toilet (toilet bowl cleaner) adalah produk pembersih berbasis bahan kimia yang khusus dirancang untuk membersihkan kotoran, menghilangkan kerak membandel dan noda karat, serta mendisinfeksi kuman dan bakteri yang terdapat di dalam di mangkuk kloset (toilet bowl). 
Pembersih toilet dapat berbentuk : cair, gel(pasta), padat (powder, tablet), hingga spray (semprot). Produk pembersih toilet (toilet bowl cleaner) dapat digunakan pada toilet jongkok ataupun toilet duduk. Mengingat fungsi dan tugasnya, produk pembersih toilet biasanya mengandung bahan aktif berupa bahan kimia yang kuat (asam kuat atau basa kuat atau oksidator/bleaching agent) 
Bahan aktif bekerja dengan mengangkat dan melarutkan kotoran serta endapan mineral, dan membasmi kuman serta bakteri yang ada. 
Karena itulah komposisi dan formulasi pembersih toilet umumnya berbeda dengan pembersih kamar mandi. 
Meski bahan aktifnya berupa asam kuat ( yang mampu mengikis dan melarutkan kotoran), pembersih toilet bekerja lebih efektif jika dibantu dengan menggunakan sikat kloset. 

Golongan / jenis-jenis pembersih toilet 

A. Pembersih toilet berdasarkan bentuk fisiknya 

1. Pembersih toilet cair 

Pembersih toilet berbentuk cairan (Liquid) merupakan jenis yang paling umum yang dijual di pasaran. Kebanyakan cukup encer agar bisa menjangkau area yang luas dengan cepat. 
Pembersih toilet cair sering kali dikemas dalam botol leher angsa untuk memudahkan pengaplikasian di bawah pinggiran kloset. 

2. Pembersih toilet gel 

Pembersih toilet yang sangat kental (gel) sehingga mampu menempel lebih lama pada permukaan kloset, memungkinkan bahan aktif bekerja lebih efektif menghilangkan noda dan kerak 

3. Pembersih toilet padat 

a. Bentuk serbuk/bubuk 
Dalam bentuk serbuk biasanya ditaburkan langsung ke mangkuk toilet atau lantai kamar mandi. Bubuk sering dianggap aman untuk penggunaan rutin dan efektif mengangkat kerak 

b. Bentuk blok ( rim block) 
Pembersih toilet yang berbentuk blok biasanya digantungkan di pinggir kloset duduk, melepaskan cairan pembersih setiap kali disiram (flushing). 

c.Bentuk tablet/kapsul 
Pembersih toilet padat dalam bentuk ini umumnya dimasukkan ke dalam tangki air kloset, larut perlahan, dan membersihkan otomatis setiap kali toilet digunakan 

B. Pembersih toilet berdasarkan asal bahan 

1.Pembersih toilet kimiawi (Chemical cleaners) 

Yaitu pembersih toilet yang bahan penyusunnya berupa bahan kimia. 

2. Pembersih toilet alami (Natural Cleaners) 

Yaitu pembersih toilet yang menggunakan bahan-bahan dari alam, seperti cuka putih, jeruk nipis dan sebagainya. 

C. Pembersih toilet berdasarkan bahan aktifnya/bahan penyusunnya 

1. Pembersih toilet berbasis asam (Acid-Based Cleaners) 

Merupakan jenis yang paling umum digunakan untuk membersihkan toilet, karena asam efektivitasnya yang tinggi dalam menghilangkan noda mineral. 
Bahan aktif yang digunakan antara lain : Asam Klorida (HCl), Asam Fosfat, Asam Oksalat, atau Natrium Bisulfat. 
Karena berbahan dasar asam, pembersih toilet ini korosif terhadap logam. 
Pembersih toilet berbasis asam bagus digunakan untuk menghilangkan kerak kapur (limescale), noda karat, noda kuning urine, dan endapan mineral lainnya 

2. Pembersih toilet berbasis basa/alkali (Alkaline-Based Cleaners) 

Pembersih ini digunakan untuk mengangkat noda yang bersifat organik atau berminyak, kurang efektif untuk kerak kapur, namun baik untuk noda sabun. 
Bahan aktif yang digunakan antara lain : Natrium Hidroksida (NaOH) atau sering disebut soda api, dan beberapa jenis deterjen. 

3. Pembersih toilet berbasis Oksidator/pemutih (Bleach-Based Cleaners) 

Pembersih toilet yang berfokus pada disinfeksi (membunuh kuman) dan mencerahkan permukaan. Digunakan untuk membunuh kuman/bakteri, menghilangkan bau tidak sedap, dan memutihkan noda membandel 
Bahan aktif yang digunakan antara lain : Natrium Hipoklorit (Sodium Hypochlorite) atau Hidrogen Peroksida. 
Pembersih berbasis Oksidator/Pemutih maka tidak disarankan dicampur dengan pembersih asam (seperti HCl) karena dapat menghasilkan gas klorin yang beracun. 

4. Pembersih berbasis Surfaktan 

Digunakan untuk penggunaan ringan, ditujukan untuk mengangkat kotoran ringan dan mineral. 

Komposisi dan formulasi baku pembersih toilet berbasis asam 

Pembersih toilet berbasis asam dirancang untuk menghilangkan kerak mineral (kalsium karbonat), noda karat, dan kotoran organik yang membandel.
Asam yang umum digunakan meliputi asam klorida (HCl), asam fosfat, asam sulfamat, atau asam sitrat. Berikut adalah komposisi dan formulasi baku pembersih toilet berbasis asam: 

A. Komposisi dasar (bahan baku utama) pembersih toilet berbasis asam 

1. Asam (Active Acid) 

Asam Klorida (HCl/Asam Muriat) asam kuat yang sering menjadi pilihan utama. 
Asam fosfat, asam sulfamat atau asam sitrat sering digunakan untuk formula yang lebih ringan. 
Asam bertindak sebagai agen pembersih utama. 
Prosentasenya berkisar 5%-15% dari total formulasi. 

2. Surfaktan 

Surfaktan ditambahkan untuk meningkatkan proses pembersihan, menurunkan tegangan permukaan dan mengangkat kotoran/minyak. 
Sering digunakan Surfaktan nonionik atau amfoter (contoh: alkyl amina etoksilat, CTAC).
Prosentasenya berkisar 0,5%-3% dari total formulasi.

3. Pengental (Thickener) 

Ditambahkan untuk memberikan tekstur yang lebih kental, sehingga cairan pembersih dapat menempel lebih lama pada permukaan vertikal toilet. 
Contoh bahan yang digunakan : Carbopol 674, gum cair, Amine Oxide, Xanthan Gum atau Polimer Akrilik 
Prosentasenya berkisar 0,5%-2% dari total formulasi 

4. Pewangi (Parfum) 

Untuk menghasilkan aroma yang menyenagkan, menutupi bau menyengat . 
Misalnya : Wintergreen. 
Prosentasenya berkisar 0,1%-1% dari total formulasi 

5. Pewarna 

Pewarna untuk memberikan tampilan visual yang lebih menarik. 
Warna juga sering digunakan sebagai identitas produk. 
Prosentasenya biasanya kurang dari 0,1% dari total formulasi 

6. Air (sebagai pelarut utama) 

Digunakan air murni/aquades atau air demineralisasi sebagai pelarut utama. 
Prosentasenya berkisar 80%-95% dari total formulasi 

B. Formulasi baku pembersih toilet berbasis asam 

1. Formulasi baku pembersih toilet cair berbasis asam 

Berikut adalah formulasi untuk pembersih toilet cair berbasis asam (persentase berdasarkan berat): 
- Asam Klorida (HCl) / Asam Fosfat = 8 - 10% (sebagai agen pembersih utama) 
- Surfaktan Nonionik = 2 - 5% ( sebagai agen pembasah dan meningkatkan pembersihan) 
- Pengental (Thickener) Carbopol 674 = 1 - 2% 
- Pewarna dan pewangi = (0.1 - 0.5% 
- Air = ditambahkan hingga 100% 

2. Formulasi baku pembersih toilet padat berbasis asam (Formula Tablet) 

- Natrium bikarbonat = 60% 
- Asam Sitrat = 20% 
- Natrium karbonat = 8% 
- Surfaktan = 3,5% 

C. Prosedur pembuatan pembersih toilet berbasis asam secara umum 

1.Persiapan 

-siapkan wadah pencampur, karena berbasis asam kuat, wadah kaca lebih disarankan 
-masukkan air ke dalam wadah pencampur. 

2.Penambahan asam 

Tambahkan asam (HCl/Fosfat) secara perlahan/sedikit demi sedikit ke dalam air. Jangan menambahkan sekaligus untuk menghindari terjadinya reaksi dan panas mendadak. Aduk rata. 

3.Penambahan surfaktan 

Tambahkan surfaktan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. 

4.Pengentalan 

Tambahkan thickenerl sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan kecepatan tinggi hingga mencapai viskositas yang diinginkan. 

5.Finishing 

-Tambahkan pewarna dan parfum. Aduk hingga rata 
-Masukkan/kemas dalam wadah/botol tertutup. 

Peringatan 
Karena bekerja menggunakan asam kuat sangat disarankan menggunakan alat pelindung diri (APD) : masker, sarung tangan, kacamata pelindung. 

Komposisi dan formulasi baku pembersih toilet berbasis basa 

Pembersih toilet berbasis basa (alkalin) umumnya dirancang untuk menghilangkan noda organik, lemak, minyak, dan lumut, dan sering kali berfungsi sekaligus sebagai disinfektan. 
Bahan utamanya biasanya menggunakan natrium hipoklorit (pemutih) atau natrium hidroksida (soda api) untuk mencapai pH tinggi. 

A.Komposisi dasar (bahan baku utama) pembersih toilet berbasis basa 

Berikut adalah komposisi dan formulasi baku untuk pembersih toilet berbasis basa: 

1.Basa/Alkali 

Basa/alkali berperan sebagai agen pengatur pH (mencapai pH 13-14), melepaskan kotoran organik, serta membunuh bakteri. 

Contoh basa yang digunakan antara lain : Natrium Hidroksida (NaOH) atau Soda Ash. 
Prosentasenya berkisar 2%-5% dari total formulasi 

2.Surfaktan 

Selain meningkatkan efek pembersihan, surfaktan juga berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan air, menghasilkan busa, dan membantu mengangkat kotoran.
Contoh Surfaktan yang digunakan antara lain : Natrium Lauril Eter Sulfat (SLES) atau Surfaktan Amina Oksida. 
Prosentasenya berkisar 5%-20% dari total formulasi 

3.Agen pengental (Thickener) 

Agar cairan pembersih toilet dapat menempel lebih lama pada dinding kloset, sehingga lebih efektif.
Contoh pengental yang bisa digunakan : Natrium klorida, hidroksietil selulosa, atau tanah kaolin/bentonit. 
Prosentasenya berkisar 1%-3% dari total formulasi 

4.Agen Pengkelat (Chelating Agent/Builder) 

Chelating agent berfungsi untuk mengikat mineral air sadah dan meningkatkan efisiensi surfaktan.
Contohnya : Natrium Metasilikat, EDTA 
Prosentasenya berkisar 1%-3% dari total formulasi 

5.Bahan tambahan (additive) 

Additive sifatnya opsional. Dapat berupa parfum (pewangi) dan pewarna. 
Prosentasenya rendah berkisar 0.1%-1% dari total formulasi 

6.Pelarut 

Digunakan air murni/aquades atau air demineralisasi sebagai pelarut utama. 
Prosentasenya berkisar 65%-80% dari total formulasi 

B. Formulasi baku pembersih toilet berbasis basa 

Contoh formulasi baku pembersih toilet berbentuk gel (cairan kental ) berbasis basa : 
- Basa (NaOH) = 2 - 5% (hingga pH mencapai 12-13,5) 
- Surfaktan primer (SLES) = 5 - 10% 
- Surfaktan sekunder (Amine Oksida) = 2 - 9% 
- Thickener (Natrium Klorida) = 1 - 3%
- Parfum dan Pewarna = 0,5 - 1% 
- Aquades = 65-80% 

C. Cara pembuatan pembersih toilet berbasis basa 

1. Persiapan 

-siapkan wadah pencampur, karena berbasis basa kuat, wadah kaca lebih disarankan 
-masukkan air ke dalam wadah pencampur 

2. Penambahan Surfaktan 

Tambahkan surfaktan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga larut dan rata. 

3. Penambahan basa 

Tambahkan natrium hidroksida secara perlahan sambil diaduk. Pastikan larut sempurna. 

4. Pengentalan 

Masukkan thickener sedikit demi sedikit hingga mencapai viskositas (kekentalan) yang diinginkan. 

5. Finishing 

-Tambahkan pewarna dan parfum. Aduk hingga rata 
-Masukkan/kemas dalam wadah/botol tertutup. 

Catatan
 - Karena bekerja menggunakan asam kuat sangat disarankan menggunakan alat pelindung diri (APD) : masker, sarung tangan, kacamata pelindung 
- Pembersih toilet berbasis basa tidak boleh dicampur dengan pembersih toilet berbasis asam (seperti HCl atau sitrat) karena akan menghasilkan gas beracun. 
- Penggunaan Natrium hipoklorit dalam formulasi, efektif sebagai pemutih dan disinfektan 

Komposisi dan formulasi baku pembersih toilet berbasis oksidator 

Pembersih toilet berbasis oksidator (seperti pemutih/natrium hipoklorit) diformulasikan untuk disinfeksi, menghilangkan noda organik, dan memutihkan permukaan porselen. Oksidator bekerja dengan cara melepaskan oksigen atau klorin untuk memecah molekul kotoran. 

 A. Komposisi baku pembersih toilet berbasis oksidator 

1. Bahan oksidator 

Oksidator sebagai agen aktif sebagai disinfektan kuat dan pemutih (bleaching). 
Contohnya : Natrium Hipoklorit (𝑁𝑎𝑂𝐶𝑙) 
Prosentasenya berkisar 4%-7% dari total formulasi 

2.Garam logam alkali 

Berfungsi untuk menstabilkan hipoklorit dan menyesuaikan pH. 
Prosentasenya berkisar 4%-7% dari total formulasi 

3.Surfaktan 

Sebagai agen pembersih, menurunkan tegangan permukaan cairan, mengemulsi kotoran, dan menghasilkan busa. 
Contoh surfaktan yang digunakan untuk pembersih toilet berbasis oksidator : Natrium Asam Alkil Difenil Eter Disulfonat 
Prosentasenya berkisar 3%-5% dari total formulasi 

4. Zat pengental (Thickener) 

Mengatur kekentalan sesuai yang diinginkan agar cairan menempel lebih lama pada permukaan vertikal. 
Prosentasenya berkisar 0.05%-0.2% dari total formulasi 

5.Zat pengkelat (Chelating Agent/Builder) 

Berfungsi untuk mengikat mineral air sadah agar oksidator bekerja efektif. 
Prosentasenya berkisar 1%-3% dari total formulasi 

6. Zat penghilang busa (Defoamer) 

Berfungsi untuk mengontrol busa yang berlebih 
Prosentasenya berkisar 0.005%-0.02% dari total formulasi 

7.Pelarut 

Digunakan air murni/aquades atau air demineralisasi sebagai pelarut utama. 
Prosentasenya berkisar 75%-90% dari total formulasi 

B. Contoh formulasi baku pembersih toilet berbasis oksidator

- Natrium Hipoklorit = 4,23 % 
- Garam logam alkali = 5,5 % 
- Natrium Asam Alkil Difenil Eter Disulfonat = 4 % 
- Thickener = 0,11 % 
- Chelatting agent = 2 % 
- Defoamer = 0,01 % 
- Aquades = 84,07 % 

C. Cara pembuatan pembersih toilet berbasis oksidator 

1.Persiapan 

-siapkan wadah pencampur, karena berbasis basa kuat, wadah kaca lebih disarankan 
-masukkan air ke dalam wadah pencampur 

2.Penambahan 

Surfaktan Tambahkan surfaktan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga larut dan rata. 

3.Penambahan alkali 

Tambahkan garam logam alkali secara perlahan sambil diaduk. Pastikan larut sempurna. 

4.Penambahan chelatting agent 

Tambahkan bahan pengkelat / chelating agent secara perlahan sambil diaduk. Pastikan larut sempurna. 

5.Penambahan defoamer 

Tambahkan defoamer secara perlahan sambil diaduk. Pastikan larut sempurna. 

6.Pengentalan 

Masukkan thickener sedikit demi sedikit hingga mencapai viskositas (kekentalan) yang diinginkan secara merata 

7.Penambahan oksidator 

Tambahkan Natrium Hipoklorit sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga larut dan rata 

8.Finishing 

-Jika digunakan pewarna dan parfum (optional), tambahkan secara perlahan, aduk hingga rata 
-masukkan/kemas dalam wadah/botol tertutup. 

Catatan
- Gunakan APD karena Natrium hipoklorit bersifat korosif. 
- Jangan mencampurkan pembersih toilet berbasis oksidator (pemutih) dengan pembersih toilet berbasis asam, karena akan menghasilkan gas klorin beracun. 

Komposisi dan formulasi cairan pembersih toilet yang bagus (layak jual) 

Komposisi dan formulasi pembersih toilet yang bagus dibawah pada dasarnya berbasis asam. 
Cairan pembersih toilet yang berbasis asam adalah jenis yang paling umum digunakan untuk membersihkan toilet, karena asam efektivitasnya yang tinggi dalam menghilangkan noda mineral. Karena berbahan dasar asam, pembersih toilet ini korosif terhadap logam. 
Pembersih toilet berbasis asam dirancang untuk menghilangkan kerak kapur (limescale), noda karat, kotoran organik yang membandel, noda kuning urine, dan endapan mineral lainnya 

cara membuat pembersih toilet-produksi rumahan

Dalam formulasi yang akan diuraikan di bawah juga ditambahkan garam Aluminium, karena bahan ini bersifat deodourising (menghilangkan bau) 

1. Komposisi dan formulasi pembersih toilet yang bagus / layak jual

Untuk lebih jelasnya komposisi dan fromulasi cairan pembersih toilet yang bagus / layak jual adalah sebagai berikut : 
- Sodium Acid Sulphate = 45% 
- Natrium Klorida = 20% 
- Sodium Perborate = 10% 
- Sodium Pirofosfat = 10% 
- Aluminium Sulphate = 15% 

2. Cara membuat cairan pembersih toilet yang bagus / layak jual 

- Siapkan wadah pencampur ( disarankan dari bahan kaca, jangan dari logam ) 
- Tuangkan dan campur bahan-bahan penyusun tersebut di atas satu persatu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tercampur rata 
- Setelah tercampur rata, masukkan ke dalam wadah kemasan 

Sebagai tambahan, jika diinginkan pembersih toilet yang lebih kuat lagi ada beberapa bahan lainnya yang bisa ditambahkan ke dalam komposisi di atas, diantaranya adalah : 
- Soda Ash 
- Trisodium Phosphate 
- Sodium Sesquisilicate 
- Sodium Pirofosfat 
- Sodium Perborate 
- Kalium Karbonat 
- Bikarbonat 
- dan garam Ammonium. 

Kesimpulan 

Pada uraian di atas telah dibahas secara lengkap bagaimana komposisi, formulasi dan cara membuat produk pembersih toilet secara lengkap. 
Ada begitu banyak komposisi atau formulasi cairan pembersih toilet yang bisa dibuat. 
Dari contoh-contoh di atas bisa diotak-atik / disesuaiakn atau dikomposisikan ulang hingga didapatkan kualifikasi cairan pembersih toilet yang diinginkan. 
Dan biasanya sebuah produk yang prima, didapatkan dari keberanian untuk melakukan otak-atik dan uji coba. 
Semoga bermanfaat .