Komposisi dan Cara Membuat Pembersih Lantai Yang Mudah, Bagus dan Kuat
Daftar Isi Artikel
Jaman dulu ketika lantai rumah masih banyak yang menggunakan plesteran semen atau bahkan tanah, bisa dihitung dengan jari orang –orang yang menggunakan pembersih lantai.
Paling banter, untuk mengepel dan membersihkan lantai mereka menggunakan sisa gergajian kayu yang dicampur minyak tanah ataupun sisa ampas parutan kelapa.
Bahan itu digunakan pada rumah orang yang cukup kaya, dimana lantainya terbuat dari tegel.
Saat ini, kebanyakan rumah modern umumnya menggunakan keramik atau granit untuk lantai rumahnya. Ada juga yang sudah menggunakan marmer, atau lantai parket.
Bersamaan dengan itu, maka bahan pembersih lantai boleh dikatakan sebagai barang kebutuhan rumah tangga yang wajib ada.
Sebab, jika mengepel lantai tanpa bahan pembersih lantai, rasanya kurang “sreg”.
Sebenarnya saat ini sudah ada begitu banyak produk pembersih lantai yang dijual di pasaran.
Namun bagi yang ingin lebih irit, terkadang ingin membuat pembersih lantai sendiri. Atau bahkan produk pembersih lantai ini dapat dijadikan sebagai lahan usaha skala rumah tangga.
Sebab untuk membuat produk pembersih lantai caranya sangat sederhana.
Demikian pula dengan bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
Artikel ini akan menguraikan tentang bagaimana cara membuat pembersih lantai, lengkap dengan komposisi dan formulasinya.
Tentang pembersih lantai
Pada awal-awalnya, orang mengepel lantai untuk menjadikan lantai terlihat bersih dan mengkilat. Karena itu pada jaman dulu umumnya digunakan bahan yang mengandung minyak untuk mengepel lantai, misalnya sisa parutan kelapa atau serbuk gergajian kayu yang diberi minyak tanah.
Pada perkembangan selanjutnya orang mengepel lantai umumnya menggunakan pembersih lantai. Awalnya, pembersih lantai digunakan juga “hanya” untuk mengangkat dan membersihkan debu, kotoran dan noda yang menempel di permukaan lantai.
Lebih lanjut, pembersih lantai juga ditujukan untuk membunuh kuman dan bekteri yang ada di permukaan lantai serta memberikan aroma wangi.
Aroma yang umum dan disukai biasanya aroma lemon, lavender, dan sereh.
Jadi yang dimaksud pembersih lantai saat ini adalah produk pembersih yang memang dirancang khusus untuk mengangkat kotoran, debu, noda, membunuh kuman dan bakteri serta memberikan aroma wangi pada permukaan lantai.
Produk pembersih lantai bisa berbentuk cairan, semprotan, atau konsentrat kimia.
Untuk aplikasinya umumnya dicampur air dengan perbandingan tertentu saat mengepel, sehingga dapat memberikan hasil lantai yang tidak hanya bersih tapi juga terlihat kinclong dan wangi.
Jenis-jenis pembersih lantai
Dengan berkembangnya teknologi dan perekonomian masyarakat, rumah modern menggunakan lantai dari berbagai bahan yang beragam. Sehingga pembersih lantai pada akhirnya juga menyesuaikan dengan perkembangan ini.
Dilihat berdasarkan fungsi dan materialnya, pembersih lantai yang umum beredar saat ini, secara garis besar dapat dibagai menjadi beberapa jenis berikut :
1. Pembersih lantai umum/harian
Terkadang disebut sebagai cairan pel, ditujukan untuk membersihkan debu dan kotoran ringan pada permukaan lantai serta memberikan aroma wangi pada lantai, baik yang terbuat dari keramik, granit, marmer, atau lantai vinil.
2. Pembersih Karbol dan disinfektan
Cairan yang biasanya digunakan untuk membersihkan kamar mandi. Fungsi utamanya adalah untuk membunuh kuman, bakteri, dan menghilangkan bau tidak sedap.
3. Pembersih kerak dan noda lantai yang membandel (Heavy Duty)
Cairan pembersih yang digunakan untuk tugas yagn lebih spesifik lagi, yaitu untuk mengangkat kerak, noda berat yang membandel noda karat pada keramik dan porselen.
4. Pembersih spesialis sesuai material lantai
a.Pembersih spesialis granit atau marmer
Pembersih yang dirancang khusus untuk membersihkan tanpa merusak lapisan coating atau mengikis kilau pada lantai granit atau marmer.
Contoh produk misalnya Fason Gratine
b.Pembersih lantai kayu/laminate
Pada pembersih lantai jenis ini biasanya berbahan dasar air atau formula khusus sehingga lantai berbahan kayu tidak menjadi lembab dan melengkung.
5. Pembersih Lantai Alami
Yaitu pembersih lantai yang berbasis bahan organic/alami sehingga lebih aman untuk kulit sensitif, anak-anak, atau hewan peliharaan.
Misalnya : larutan cuka, baking soda, atau cairan pembersih berlabel eco-friendly.
Sedangkan jika ditinjau dari bentuknya, pembersih lantai dapat berupa :
1. Pembersih lantai berbentuk cairan
a. Bentuk cairan (cairan pel)
Adalah yang paling umum digunakan untuk mengepel seluruh ruangan.
b.Spray Cleaner
Sebenarnya juga berupa cairan. Namun penggunaannya dilakukan dengan botol semprot / spray untuk membersihkan noda tertentu tanpa harus mengepel seluruh ruangan
2. Pembersih lantai berbentuk uap
Disebut sebagai steam mop, digunakan untuk keperluan dan tujuan khusus.
3. Pembersih lantai berbentuk padat
Umumnya berbentuk Bubuk/Serbuk/powder, digunakan untuk menghilangkan noda membandel atau porselen/keramik kamar mandi yang kusam.
Ada juga pembersih lantai berupa tissue basah lantai (Floor wipes) yang digunakan untuk area kecil tertentu.
Secara umum, dalam penggunaannya, pembersih lantai biasanya dilarutkan dengan sejumlah air, terkecuali pada pembersih lantai tertentu atau aplikasi khusus.
Komponen / bahan untuk membuat pembersih lantai
Cairan pembersih lantai harian (cairan pel) umumnya terdiri dari campuran bahan aktif surfaktan untuk mengangkat kotoran, agen antiseptik (desinfektan) untuk membunuh kuman, serta pewangi.
Berikut adalah rincian komponen dan bahan yang umum digunakan dalam cairan pembersih lantai harian (cairan pel) :
1.Bahan aktif (surfactan)
Bahan aktif yang berfungsi sebagai pembersih dalam cairan pembersih lantai umumnya berupa Surfaktan.
Surfaktan sebagai agen pembersih, berfungsi mengangkat kotoran dan debu pada lantai. Terkadang disebut sebagai bahan sabun.
Berbagai jenis surfactant bisa digunakan, antara lain : SLES (Sodium Lauryl Ether Sulfate) di pasar ada nama dagang Texapon, Alkyl Polyglucoside (APG), Coco Amido Propile Betaine (CAPB).
Ada juga Sekunder Alkohol Etoksilat untuk membantu mengemulsi minyak dan kotoran.
Dalam komposisi pembersih lantai harian prosentasenya berkisar 2%-10% dari total formulasi
2. Air
Air adalah pelarut utama dalam komposisi pembersih lantai. Yang digunakan adalah air murni / aquades/air demineralisasi (air DM).
Dalam komposisi pembersih lantai harian prosentasenya hingga 80%-95% dari total formulasi
3.Bahan antiseptik / desinfektan
Adalah bahan yang ditambahkan dalam komposisi pembersih lantai dengan tujuan untuk membunuh kuman, virus, jamur dan bakteri.
Beberapa bahan antiseptic / disinfektan yang bisa digunakan,antara lain :
-Benzalkonium Chloride (BAC)
Adalah jenis antiseptik umum yang efektif membunuh kuman, virus, bakteri dan jamur.
-Pine Oil (Minyak Pinus)
Merupakan agen antiseptik alami yang juga memberikan aroma segar.
Dalam komposisi pembersih lantai harian prosentasenya berkisar 1%-2% dari total formulasi
4. Bahan tambahan (Aditif)
Aditif adalah bahan tambahan yang ditujukan untuk memperbaiki / meningkatkan sifat dan karakteristik dari pembersih lantai.
Bahan tambahan (aditif) ini dapat berupa :
a. Parfum (Fragrance)
Memberikan aroma wangi (lemon, lavender, pinus) pada cairan pembersih lantai.
Dalam komposisi pembersih lantai harian prosentasenya berkisar 0.1%-0.5% dari total formulasi
b. Pewarna
Memberikan warna visual dan tampilan yang menarik pada cairan pembersih lantai.
Dalam komposisi pembersih lantai warna ditambahkan dalam jumlah secukupnya sesuai selera.
c. Pengatur pH
Digunakan untuk mengatur / menyesuaikan tingkat keasaman (pH) agar aman bagi lantai Untuk megatur dan memastikan formulasi stabil.
Asam Sitrat dapat digunakan untuk tujuan ini.
Jumlah penggunaannya menyesuaikan/ adjustable.
d. Pengental (Thickener)
Bahan yang berfungsi sebagai pengental larutan.
Dibutuhkan jika menghendaki kekentalan tertentu pada cairan pembersih lantai.
Bahan yang bisa digunakan misalnya :HEC (Hydroxyethyl Cellulose), CMC dan sejenisnya.
Jumlahnya meyesuaikan.
e. Agen pengkelat (Chelating Agent)
Berfungsi untuk mengikat mineral dalam air sadah, misalnya EDTA.
Dalam komposisi pembersih lantai harian prosentasenya kurang dari 1% dari total formulasi
f. Pengawet (Preservative)
Pengawet ditambahkan untuk mencegah pertumbuhan mikroba saat dalam masa penyimpanan.
Bahan yang bisa digunakan, misalnya Phenoxyethanol:
Dalam komposisi pembersih lantai harian prosentasenya kurang dari 0,1% dari total formulasi
Komposisi, formulasi dan cara membuat pembersih lantai
1. Formulasi dasar cairan pembersih lantai
a.Bahan-bahan yang digunakan :
- Air (Water/Aqua) = 80-90% (sebagai pelarut utama).
- Surfaktan (SLES) = 2-10% (sebagai sgen pembersih).
- Antiseptik/Desinfektan = 1-2% (Contoh: Benzalkonium Chloride).
- Pewangi (Fragrance) = 0.1 – 0.5%.
- Pewarna: secukupnya.
b.Cara pembuatan
- siapkan wadah pencampur
- larutkan SLES ke dalam air, sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Agak bersabar karena SLES agak lama larutnya, dan akan timbul busa saat pelarutan
- jika sudah larut sempurna, ditandai dengan sudah tidak adanya gumpalan-gumpalan SLES yang terlihat, tambahkan antiseptik, aduk rata
-tambahkan pewarna, aduk rata
- tambahkan pewangi, aduk rata
Catatan Tambahan:
Pembersih lantai harian berbeda dengan pembersih kerak kamar mandi.
Pembersih kerak sering menggunakan bahan asam seperti HCl, sementara pembersih lantai harian cenderung lebih lembut dan tidak korosif
2.Formulasi pembersih lantai harian yang aman untuk pemakaian rutin
a.Bahan-bahan :
- Air = 850 mL
- Surfaktan APG (Natural) = 70 mL
- Surfaktan amfoter CAPB = 80 mL
Coco Amido Propile Betaine (CAPB) ditambahkan untuk meningkatkan efek pembersihan ( namun juga pembusaan )
- BKC (Benzalkonium Chloride) = 10-20 mL
- Parfum/Essential Oil = Sesuai selera (biasanya 5-10 mL)
- Pewarna = sesuai selera
- Pengawet Phenoxyethanol = 0,1%
Pembersih lantai harian umumnya memiliki pH netral (pH=7) agar aman untuk berbagai permukaan lantai, berbeda dengan pembersih kamar mandi yang bersifat asam.
b.Cara pembuatan
- siapkan wadah pencampur
- larutkan SLES ke dalam air, sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Agak bersabar karena SLES agak lama larutnya, dan akan timbul busa saat pelarutan
- jika sudah larut sempurna, ditandai dengan sudah tidak adanya gumpalan-gumpalan SLES
- larutkan CAPB ke dalam air, sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Agak bersabar karena CAPB agak lama larutnya, dan akan timbul busa saat pelarutan
- jika sudah larut sempurna, tambahkan antiseptik, aduk rata
- tambahkan pewarna, aduk rata
- tambahkan pewangi, aduk rata
- tambahkan pengawet Phenoxyethanol, aduk rata
3.Formulasi pembersih lantai yang mudah, bagus dan kuat
a.Bahan-bahan :
- CMC = 50 gram
- Asam acetate = 100 gram
- STTP sabun = 100 gram
- Sodium Benzoat = 50 gram
- Texapon atau SLeS = 50 gram
- NaCl atau garam = 50 gram
- NP-10 = 50 ml
- Parfum = secukupnya
- Pewarna = secukupnya
- Air = 12 liter
b. Cara membuat Pembersih Lantai yang mudah, bagus dan kuat
- CMC dilarutkan sampai rata dalam 10 liter air
- Pada wadah lainnya, Asam Acetat dan STTP dilarutkan dalam 1 liter air, aduk sampai rata
- Pada wadah lainnya Texapon, NaCl dan Sodium Benzoat dilarutkan dalam 1 liter air, aduk rata
- Larutan c ditambahkan secara perlahan-lahan ke dalam larutan b, aduk sampai rata
- Larutan d yang telah rata secara perlahan ditambahkan ke dalam larutan a, aduk rata
- Masukkan NP-10, aduk rata
- Terakhir tambahkan pewarna dan parfum, aduk sampai rata
- Produk pembersih lantai buatan sendiri telah siap digunakan.
Keterangan :
- Bahan yang berfungsi sebagai pembersih adalah Asam Acetat dan STTP
- Bahan yang berfungsi sebagai pengental adalah CMC dan juga NaCl
- Texapon, NP 10 berfungsi sebagai surfactant
- Sodium Benzoat sebagai pengawet
- Sedangkan pewarna dan parfum digunakan agar penampilan produk pembersih lantai terlihat lebih menarik.
Kesimpulan
Pembersih lantai merupakan salah satu bahan kebutuhan rumah tangga yang bisa dibilang digunakan di hampir semua rumah. Karena itu kebutuhan pasokan pembersih lantai cukup besar.
Membuat sendiri pembersih lantai adalah salaf satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan barang tersebut untuk keperluan rumah tangga.
Bahkan tidak menutup kemungkinan jika dijadikan sebagai salah satu usaha rumahan untuk menghasilkan cuan dan menambah penghasilan.
Untuk membuat sendiri pembersih lantai, cukup mudah.
Bisa digunakan formulasi dan cara-cara yang telah diuraikan di atas.
Lihat juga :
Cara membuat bahan pembersih lantai yang lebih kuat
