Cara Membuat Lem Putih atau Lem PVAc
Daftar Isi Artikel
Lem putih sebenarnya adalah lem PVAc (Polyvinyl Asetat).
Masyarakat umum menyebutnya sebagai lem putih karena memang warnanya putih susu, dan untuk memudahkan penyebutan, agar tidak ribet menyebut istilah teknisnya.
Lem putih ini secara umum dikenal cukup kuat, aman (tidak beracun), cepat kering, dan transparan saat kering, namun harganya relatif terjangkau.
Artikel singkat ini akan membahas bagaimana cara membuat lem putih / lem PVAc, baik untuk kebutuhan sendiri ataupun untuk keperluan komersial (dijual)
Apa itu lem putih ?
Lem putih adalah salah satu jenis lem/perekat yang berbasis pada senyawa rantai panjang ( polimer ) Poly Vinyl Acetat, yang merupakan polimer sintetis alifatik bersifat thermoplastik seperti karet / latex dengan rumus ( C4H6O2 ) n , termasuk dalam keluarga polivinil ester , dengan rumus umum −[RCOOCHCH2 ] − .
Secara teknis disebut juga sebagai : PVAc , PVA atau poli(etenil etanoat)
Polivinil asetat (PVAc) dibuat melalui polimerisasi monomer vinil asetat ( polimerisasi vinil radikal bebas dari monomer vinil asetat) sehingga terbentuk polimer vinil .
Polivinil asetat pertama kali ditemukan oleh Fritz Klatte di Jerman pada tahun 1912.
Sedangkan monomernya, vinil asetat, pertama kali diproduksi dalam skala industri dengan penambahan asam asetat ke asetilena dengan adanya garam merkuri(I) yang bertindak sebagai katalis, meskipun sekarang terutama dibuat dengan penambahan oksidatif asam asetat ke etilena yang dikatalisis oleh paladium .
Derajat polimerisasi polivinil asetat berkisar antara 100 hingga 5000, sedangkan gugus esternya sensitif terhadap hidrolisis basa dan secara perlahan mengubah PVAc menjadi polivinil alkohol dan asam asetat. Suhu transisi kaca polivinil asetat berada antara 30 dan 45 °C, tergantung pada berat molekulnya.
Lem putih atau PVAc (Polyvinyl Acetate) merupakan jenis lem berbasis air (water-based), berbentuk emulsi yang umumnya berwarna putih susu meski terkadang berwarna kuning untuk tipe wood glue.
Karena umumnya berwarna putih susu inilah, masyarakat umum kemudian menyebutnya sebagai lem putih.
Selain disebut sebagai lem putih di dalam perdagangan disebut juga sebagai : Lem Kayu, Lem Plamur (karena sering digunakan sebagai campuran plamur tembok), Lem Putih Serbaguna, Lem Sekolah, atau lem Elmer (di USA).
Catatan :
Terkadang ada yang menyebutnya sebagai lem PVA. Namun penyebutan ini bisa menjadikan agak rancu. Sebab ada juga bahan kimia yang mempunyai sifat-sifat seperti lem bernama PVA yang merupakan singkatan dari Polivynil Alkohol. Meskipun polimer ini memang terbuat dari hidrolisis PVAc dan bersifat larut dalam air.
Lem putih bersifat thermoplastik,artinya akan melunak atau meleleh saat dipanaskan dan mengeras kembali saat didinginkan.
Sifat ini bersifat reversible (dapat dibalik), sehingga termoplastik dapat dipanaskan, dibentuk ulang, dan didaur ulang berkali-kali tanpa mengubah sifat kimianya secara signifikan
Sebagaimana diketahui, sifat lem berdasar hubungannya dengan panas atau temperatur dapat dibagi menjadi 2 :
- Lem yang bersifat thermoplastik
- Lem yang bersifat thermosetting.
Karena kelarutan PVAc yang baik dalam air, maka lem jenis ini kurang tahan pada air atau uap air.Itu artinya lem putih lebih cocok digunakan sebagai lem interior. Karena daya tahannya terhadap air yang rendah.
Kelemahan lain dari lem putih adalah, lem berbasis poly vinyl acetat ini juga rentan terhadap timbulnya jamur. Itulah sebabnya pada beberapa penggunaan khusus terkadang ditambahkan bahan anti jamur ( anti fungi ) atau disinfektan.
Apabila lem putih berada pada kondisi yang agak lembab, biasanya jamur bisa muncul. ditandai dengan adanya bercak kuning kehitaman atau kecoklatan.
Kegunaan Lem Putih ( Lem PVAc)
Lem putih disukai karena mudah digunakan, daya ikat (bonding strength ) cukup kuat (terutama untuk material berpori), harga terjangkau, ramah lingkungan, aman, tidak beracun, tidak berbau menyengat, mudah/cepat kering, fleksibel dan transparan setelah kering, mudah dibersihkan dengan air, dan sangat efektif untuk merekatkan berbagai bahan berpori.
Lem putih merupakan lem serba guna.
Lem ini mampu memberikan ikatan yang cukup kuat, terutama pada material yang berpori saat dilakukan aplikasi pengeleman, sehingga digunakan secara luas.
Secara lebih terperinci kegunaan lem putih, antara lain :
- sebagai lem kayu , PVAc dikenal sebagai "lem putih", sedangkan yang berwarna kuning disebut sebagai "lem tukang kayu"
- perekat dalam perakitan mebel, panel pintu, jendela, laminasi
- bahan untuk membuat dempul kayu lapis
- bahan campuran plamur tembok
- bahan cat tembok
- sebagai perekat wallpaper, trim, moulding
- sebagai lapisan dasar untuk dinding kering
- sebagai bahan penguat untuk batu bangunan berpori, khususnya batu pasir
- sebagai perekat kertas, box/kardus, kertas rokok, amplop, penjilidan buku, kerajinan tangan dan seni buku, kertas saring, pembalut wanita
- sebagai bahan dasar permen karet
- sebagai lapisan pelapis pada keju Gouda
- sebagai pengikat dalam kain nonwoven dari serat kaca, finishing tekstil
Merk Lem putih yang dijual di pasaran
Di Indonesia, beberapa merk lem putih yang cukup popular antara lain :
- Lem putih Fox
- Lem putih Rajawali
- Lem putih Dextone
- Lem putih Anoa
- Lem Putih Greebel
- Lem putih Nippon Paint PVAc
- Lem Putih MAX PVAc (Avian)
- Lem putih Kenstar PVAc
Formulasi dan cara membuat lem putih
Sesuai namanya, dalam lem putih komponen penyusun terbesarnya adalah senyawa poly vinyl acetat. Yang dalam komposisi formulasinya “dibantu” dengan bahan adhesive/perekat lainnya, seperti Poly vinyl alcohol ( PVA ), dextrin dan resol.
Bahan dan Komposisi untuk membuat lem putih ( dalam basis berat ) :
Polyvynil Acetat ( PVAC ) 55 % solid = 29,1 %
Polyvynil Alkohol ( PVA ) = 3,6 %
Dextrin = 10,9 %
Resol 65 % = 25,5 %
Air = 30,9 %
Cara membuat lem putih
- Masukkan dextrin ke dalam 1/3 jumlah air, sedikit demi sedikit dan diaduk sampai rata
- Setelah tercampur rata, panaskan campuran tetap sambil dilakukan pengadukan secara kontinyu sehingga suhunya mencapai 70 °C
- Karena reaksi sangat peka terhadap suhu, maka agar benar-benar dijaga suhu reaksi pada kisaran 70 °C ini
- Setelah suhu reaksi tercapai tambahkan dengan 1/3 jumlah air lagi
- Kemudian tambahkan PVA sedikit demi sedikit secara bertahap serta terus dilakukan pengadukan
- PVA termasuk bahan yang sukar larut dalam air, sehingga harus telaten
- Apabila larutan telah tercampur sempurna, tambahkan air sisa
- Setelah itu tambahkan Resol 65 %
Kesimpulan
Lem putih adalah lem PVAc.
Lem putih merupakan lem serba guna, sehingga popular digunakan di masyarakat mulai dari perorangan hingga industri.
Bidang industri – terutama industri kayu dan mebel – membutuhkan lem putih dalam jumlah besar. Hanya saja harga lem putih memang masih cukup mahal, terutama jika kebutuhannya cukup banyak. Yang bagi industri kecil dan industri skala rumah tangga mungkin cukup memberatkan.
Alternatif yang bisa dipilih adalah dengan membuat lem putih sendiri. Salah satu formulasi dan caranya, telah diuraikan di atas.
Lihat juga :
Apakah bisa membuat lem kayu lapis sendiri ?

