Bahan Untuk Semir Ban Cair Yang Paling Mudah Dan Murah

Daftar Isi Artikel
Sejalan dengan pertambahan penggunaan kendaraan ( baik sepeda motor maupun mobil ) yang sangat pesat, maka kebutuhan akan bahan-bahan untuk perawatan kendaraan juga semakin bertambah.
Salah satunya adalah semir ban. 
Semir ban biasanya dibutuhkan pemilik kendaraan yang menginginkan kendaraannya tampil kinclong dan “ganteng”. 
Setelah kendaraan dicuci, agar ban tidak tampak kusam dan kucel, maka digunakanlah semir ban. Bahan semir ban cair yang paling mudah dan murah berikut mungkin bisa berguna bagi yang memiliki kebutuhan semir ban dalam jumlah besar. 

Sebenarnya ada beberapa jenis dan bentuk semir untuk ban. Semir ban cair hanyalah salah satunya. Pada umumnya, semir ban yang berbentuk cair lebih disukai karena jauh lebih mudah dalam penggunaannya. 
Pada posting sebelumnya sebenarnya telah diuraikan secara cukup lengkap tentang semir ban cair : bahan, komposisi, formulasi serta cara pembuatannya.
Bisa dilihat disini : Cara membuat semir ban cair 
Dari sekian banyak bahan yang bisa digunakan sebagai semir ban cair, salah satu bahan semir ban cair yang paling mudah dan murah adalah parafin cair


Apa itu Parafin Cair ? 

Anda mungkin sudah mengenal Parafin yang berbentuk padat. 
Pada prinsipnya sama, namun yang ini berbentuk cair. Keduanya berasal dari hasil penyulingan minyak bumi, namun melalui proses pemurnian yang berbeda 
Perbedaan utama antara Parafin cair (minyak mineral) dan parafin padat (lilin) adalah pada wujud fisik, massa jenis dan kegunaannya. 
Parafin cair berbentuk cair pada suhu ruang, sedangkan parafin padat berbentuk padat lunak (seperti lilin). 
Parafin padat lebih berat dari parafin cair, menyebabkan padatan tenggelam ke bawah jika dipanaskan bersama.
Parafin cair berupa minyak yang digunakan untuk kosmetik, pelumas, dan obat pencahar. 
Sedangkan parafin padat adalah lilin putih yang digunakan untuk lilin hias, pelapis bahan, dan industri. 

Parafin cair sering disebut sebagai paraffinum liquidum atau minyak mineral murni, sedangkan parafin padat sering disebut paraffin wax atau paraffinum solidum. 

Parafin cair (paraffin liquid/paraffinum liquidum) adalah minyak mineral yang sangat murni, bening, tidak berwarna, dan hampir tidak berbau, yang berasal dari distilasi minyak bumi. 
Rumus kimia Parafin cair/liquid adalah CnH2n+2, disebut juga dengan Alkana yaitu minyak mineral hidrokarbon rantai lurus yang mengandung jumlah rantai C14 – C18. 
Parafin cair terkadang disebut juga sebagai minyak mineral Rusia, atau white mineral oil. 

Yang penting untuk dipahami adalah bahwa Parafin cair sebenarnya berbeda dengan Minyak Parafin. Minyak Parafin adalah penyebutan lain untuk minyak tanah. 
Parafin cair umumnya digunakan sebagai emolien (pelembap) dalam kosmetik, pelumas, bahan farmasi, dan terkadang sebagai pencahar sembelit 

Sifat dan karakteristik Parafin cair 

Sifat parafin cair yang menjadi permasalahan dalam sediaan adalah karena terjadinya oksidasi dengan pemanasan dan cahaya membentuk senyawa peroksida dan karboksilat yang memiliki bau dan rasa. Hasil reaksi berupa senyawa keton (hasil utama) dan senyawa alkohol sekunder (hasil samping). 
Kedua senyawa ini akan menyebabkan rasa dan bau yang tengik, berbeda dengan sifat asli parafin liquid tidak berasa dan tidak berbau. 
Akan tetapi senyawa tersebut tidak menyebabkan perubahan warna. 

Sifat dan karakteristik utama dari parafin cair adalah : 

- cairan stabil, tidak mudah bereaksi dengan bahan lain (inert) 
- bersifat non polar 
- bersifat hidrofobik 
- kental transparan / tembus cahaya atau agak buram 
- tidak berwarna 
- tidak berbau 
- tidak berasa 
- agak berminyak 
- tidak larut dalam air 
- tidak larut dalam alcohol dan gliserin 
- sudah larut dalam etanol absolut 
- mudah larut dalam kloroform, eter, benzena, CS2, pada minyak yang menguap, dalam hampir seluruh jenis minyak lemak yang hangat
- kepadatan/densitas kurang dari 1 (terapung di air) 
- tidak beracun 
- titik leleh rendah 
- titik didih tinggi = 265°C 
- titik nyala tinggi >300°C 
- kestabilan termal tinggi 
- dan tahan oksidasi. 

Fungsi dan kegunaan Parafin cair 

Penggunaan parafin cair sangat luas. 
Beberapa kegunaan parafin cair, antara lain : 

1. Di bidang kosmetik dan perawatan kulit : 

- untuk bahan pelembab/lotion 
- baby oil 
- untuk pembuatan cleansing cream 
- untuk pembuatan lipstick/lip balm 
- untuk pembuatan briliantine 
- untuk pembuatan hair cream 

2.Di bidang kesehatan : 

- untuk pencahar 
-bahan dasar salep 
- untuk bahan pelepas, pengikat, atau pelumas pada kapsul dan tablet 

3.Di bidang industri : 

- pelumas mesin 
- bahan bakar minyak lampu 

Mengapa menggunakan parafin cair sebagai semir ban ? 

Alasan utamanya adalah karena Parafin cair harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Silicon Oil. 
Sebagaimana yang telah diketahui, sebagian besar semir ban (cair) berbasis pada Silicon Oil. 

Parafin cair bisa digunakan untuk semir ban, terutama karena kemampuannya memberikan efek mengkilap dan memberikan lapisan pelindung pada karet. 
Parafin cair juga dapat bertindak sebagai emolien yang membuat permukaan karet tampak kenyal dan mengkilap. 
Karena dengan sifatnya yang sedikit berminyak, saat diaplikasikan pada ban kendaraan maka cairan paraffin ini akan membentuk lapisan tipis ( film ). 
Dengan adanya lapisan (film) tipis ini, ban akan terlihat berkilat, kinclong, terlihat hitam dan seperti baru. Selain itu parafin cair juga bersifat hidrofobik. 

Hidrofobik adalah sifat fisik molekul atau material yang "takut air" atau menolak air, ditandai dengan ketidakmampuan larut atau bercampur dengan air. 
Molekul ini bersifat nonpolar dan cenderung membentuk tetesan air (tidak membasahi) pada permukaan dengan sudut kontak >90° .
Dalam bidang otomotif, efek hidrofobik ini sering dipahami sebagai sifat anti air atau efek daun talas. Karena sifat hidrofobiknya, saat digunakan sebagai semir ban, parafin cair akan lebih tahan lama (karena tidak larut/tergerus air ) 

Cara menggunakan semir ban cair berbasis parafin cair 

Dengan sifat-sifat parafin cair seperti di atas, saat digunakan sebagi semir ban cair tidak disarankan untuk digunakan pada tapak ban, karena justru bisa menyebabkan ban menjadi licin dan berisiko mengurangi traksi, yang berbahaya saat berkendara. 
Untuk penggunaannya cukup dioleskan/dikuaskan pada dinding samping (sidewall) ban. 
Setelah kendaraan (termasuk ban) dicuci bersih, dilap hingga kering, kuaskan parafin cair ke seluruh side wall ban. Maka ban akan terlihat hitam, kinclong dan baru.

  semir ban cair 

Bagaimana komposisi parafin cair untuk semir ban ? 

Sebagaimana judul artikelnya, untuk menggunakan parafin cair sebagai semir ban cair sangat mudah. Parafin cair bisa langsung digunakan untuk menyemir ban. 
Tanpa komposisi atau tambahan komponen lainnya. 
Meski demikian, Parafin cair juga dapat digunakan dengan dikomposisikan bersama bahan lainnya. 

Kesimpulan 

Jika anda mencari semir ban cair yang paling mudah dan murah, parafin cair adalah jawabannya. Dengan menggunakan parafin cair dapat langsung diaplikasikan pada side wall ban, tanpa penambahan / mengkomposisikan dengan bahan tambahan apapun lainnya. 
Parafin cair juga jauh lebih murah daripada Silicon oil ( yang lazim digunakan sebagai bahan utama semir ban cair).
Anda bisa mencobanya, baik untuk kebutuhan sendiri atau malah untuk kebutuhan usaha – usaha cuci kendaraan misalnya.