Komposisi Windsor Castle Bouquet, Parfum Nuansa Kerajaan nan Mewah
Daftar Isi Artikel
Komposisi dan formulasi parfum Windsor Castle Bouquet yang mewah di bawah ini mungkin bisa berguna bagi yang senang meracik parfum sendiri atau malah untuk bisnis jualan parfum yang menjanjikan.
Karena parfum Windsor Castle Bouquet ini sebenarnya “barang langka”.
Bisa disebut barang langka, karena aroma khas parfum Windsor Castle Bouquet sering dikaitkan dengan warisan kerajaan Inggris yang berakar pada tradisi wewangian istana yang mewah dan jarang ditemui di pasaran.
Apa itu parfum kerajaan Windsor Castle Bouquet ?
Windsor Castle Bouquet adalah jenis perfum/wewangian klasik yang terinspirasi oleh nuansa mewah dan sejarah kerajaan Inggris.
Parfum ini merupakan bagian dari sejarah parfum klasik yang menggambarkan keharuman khas kerajaan, sering disebut juga sebagai "Yacht Club Nosegay" dalam literatur lama.
Parfum Windsor Castle Bouquet, yang sering dikaitkan dengan warisan kerajaan Inggris, berakar pada tradisi wewangian istana yang mewah.
Parfum Windsor Castle Bouquet merupakan warisan dari Crown Perfumery Company, yang kemudian diakuisisi dan dirayakan oleh Clive Christian, merupakan pembuat parfum yang diberikan hak oleh Ratu Victoria pada tahun 1872 untuk menggunakan simbol kerajaan
Crown Perfumery yang mendapat kehormatan dari Ratu Victoria kemudian menciptakan aroma klasik yang mencerminkan kemegahan kastil Windsor, seringkali menampilkan aroma bunga klasik Inggris dan sentuhan oranye yang disukai kerajaan.
Aroma favorit Ratu Victoria sendiri - yang kemudian sering menjadi inspirasi wewangian di istana Inggris - berpusat pada bunga jeruk (orange blossom) yang memiliki nilai sentimental tinggi, dikenakan pada hari pernikahannya dengan Pangeran Albert pada tahun 1840.
Saat merayakan 150 tahun warisan Crown Perfumery, Clive Christian merilis ulang wewangian bersejarah, menggunakan botol hijau ikonik yang dihiasi perak, mencerminkan kemewahan Windsor.
Windsor Castle Bouquet juga dikenal memiliki karakter aroma floral hijau (green-white floral) yang kompleks, tahan lama, serta memberikan kesan kemurnian dan keanggunan, sehingga seringkali dikaitkan dengan tradisi wewangian istana.
Ciri khas dan detail karakter aroma Windsor Castle Bouquet adalah aroma buket bunga tradisional dengan kemewahan modern, menyegarkan, elegan dan berkelas.
Meskipun secara spesifik merk "Windsor Castle Bouquet" bisa bervariasi pembuatnya dari masa ke masa, ia secara umum merujuk pada tradisi parfum yang disuplai untuk keluarga kerajaan di Kastil Windsor.
Karena itulah aroma parfum Windsor Castle Bouquet yang mewah ini agak jarang ditemui di pasaran umum.
Dan karena kemewahannya pula komposisi parfum Windsor Castle Bouquet menjadi sedikit agak rumit bila dibandingkan komposisi parfum yang biasa-biasa.
Ada cukup banyak bahan baku yang harus digunakan dan diracik untuk membuat parfum Windsor Castle Bouquet ini.
Tapi karena memang parfum Windsor Castle Bouquet ini benar-benar spesial, hal tersebut mungkin tidak terlalu menjadi masalah besar.
Anda bisa menggunakan kemewahan aroma parfum Windsor Castle Bouquet yang tidak digunakan oleh semua orang.
Jenis-jenis parfum yang umum dijual di pasaran
Namun sebelum diuraikan tentang parfum Windsor Castle Bouquet yang mewah, mungkin ada baiknya bila mengetahui terlebih dulu beberapa jenis parfum yang beredar di pasaran.
Pada garis besarnya, parfum umum yang dijual di pasaran dapat digolongkan menjadi (empat) 4 jenis, mulai dari kandungan pewangi ( sering disebut bibit minyak wangi ) yang terendah sampai yang tertinggi, yaitu :
1. Eau de Cologne / Cologne (EDC)
Eau de Cologne (cologne) adalah parfum atau wewangian yang mengandung bibit minyak wangi sekitar 2%-4%. Ini adalah kandungan bibit minyak wangi yang terendah.
2. Eau de Toilette (EDT)
Eau de Toilette (EDT) adalah parfum atau wewangian yang mengandung bibit minyak wangi pada kisaran 5% sampai 15%
3. Eau de Parfum (EDP)
Eau de Parfum (EDP) adalah parfum atau wewangian yang mengandung bibit minyak wangi pada kisaran 15% sampai 22%
4. Perfume (Extrait)
Perfume adalah parfum atau wewangian yang mengandung bibit minyak wangi paling tinggi yaitu pada kisaran 22% sampai 40%
Semakin tinggi kandungan bibit minyak wanginya, maka akan semakin wangi dan semakin lama wewangian tersebut dapat bertahan.
Anda sudah tahu, ada parfum atau wewangian yang bahkan tahan hingga berhari-hari aromanya setelah digunakan. Namun tentu saja makin mahal.
Jadi, dari keempat jenis parfum/minyak wangi di atas,perfume ( poin 4 ) lah yang paling baik-paling wangi, karena paling tinggi kandungan bibit minyak wanginya.
Komponen / bahan penyusun parfum
Nah, setelah mengetahui jenis-jenis minyak wangi atau jenis parfum, ada baiknya pula mengetahui bahan-bahan apa saja yang biasa terdapat dalam sebuah parfum.
Secara umum, bahan-bahan/komponen utama yang biasa digunakan untuk membuat parfum adalah :
1.Bibit Parfum / konsentrat parfum / zat pewangi / aroma / Fragrance Oils / Essential Oil
Merupakan komponen utama yang memberikan wangi/aroma.
Dilihat dari usulnya dapat dibedakan menjadi :
a.Bibit parfum alami
Yaitu wewangian yang didapat dari alam.
Bisa Berasal dari bunga (mawar, melati), buah (lemon, jeruk), kayu (cendana/sandalwood, cedarwood), daun/akar (vetiver, patchouli), atau resin.
b.Bibit parfum sintetis
Yaitu bibit parfum buatan, merupakan senyawa kimia yang dibuat untuk meniru aroma alami atau menciptakan wangi baru yang konsisten, seperti musk, aldehyde, dan benzyl acetate.
Prosentasenya bibit minyak dalam komposisi parfum sebesar 2% - 40%
2.Pelarut (Solvents)
Berfungsi untuk melarutkan bibit minyak wangi / konsentrat wewangian, mengikat aroma parfum, membantu parfum dapat menyebar secara merata saat disemprotkan dan membantu menguapkan aroma.
Prosentasenya berkisar 60%-90% dari total formulasi
Secara umum ada 2 (dua) jenis pelarut yang digunakan, yaitu :
a.Pelarut alkohol
Alkohol sangat umum digunakan sebagai pelarut utama parfum. Jenis alkohol yang sering digunakan adalah Etil Alkohol/Ethanol atau alkohol terdenaturasi (SD-40b).
Alkohol jenis ini relatif aman untuk kulit dan membantu aroma menempel lebih baik.
Alkohol dipilih digunakan karena :
- pelarut yang efisien,/ baik dalam melarutkan minyak essensial sehingga dapat mengubah bahan minyak yang kental menjadi cair sehingga mudah disemprotkan melalui botol parfum
- mampu menciptakan campuran yang konsisten
- mengikat aroma dan menstabilkan parfum
- cepat menguap pada suhu kulit, tidak meninggalkan residu di kulit
- menyebarkan aroma wewangian secara merata/proyeksi maksimal saat disemprotkan
- memperkuat top note.
Parfum yang menggunakan Alkohol sebagai pelarut utamanya disebut parfum berbasis alkohol (oil based)
b. Air (air murni )
Air (air murni), disebut juga aquades / aqua destilata / air destilasi / air demineralisasi
Air terkadang ditambahkan dalam jumlah kecil pada parfum berpelarut Alkohol.
Air ditambahkan sebagai penyeimbang.
Air ditambahkan dalam parfum berpelarut Alkohol, dengan tujuan :
- mengatur konsentrasi / mengencerkan parfum
- memperlambat penguapan parfum, agar aroma tidak cepat hilang
- mengurangi aroma alkohol saat awal disemprotkan, karena alcohol berbau tajam
- menguatkan aroma parfum
Penambahan air pada parfum jenis ini jumlahnya terbatas (1%-10%) penambahan air berlebih justru akan menjadikan larutan keruh, terbentuk lapisan air-minyak dan merusak formula parfum.
Dengan beberapa alasan tertentu, orang tidak menggunakan parfum (berbasis pelarut) Alkohol.
Dalam hal ini, pelarut yang digunakan seluruhnya adalah air.
Jika pelarutnya air, maka dalam formulasi biasanya ditambahkan zat pengemulsi, agar air dapat bercampur secara baik dengan minyak (bibit parfum).
Parfum jenis inilah yang dikenal sebagai parfum non alkohol / alcohol free parfume (water based).
3.Bahan tambahan (additive)
Additive adalah bahan-bahan yang ditambahkan untuk memperbaiki/meningkatkan sifat dan karakteristik parfum.
Additive dalam komposisi parfum dapat berupa :
a. Fixative (bahan pengikat)
Bahan tambahan yang digunakan dalam formulasi/campuran berfungsi untuk mengikat aroma, memperlambat penguapan, meningkatkan stabilitas, sehingga membuat aroma parfum lebih tahan lama/awet.
Fixative merupakan komponen dalam jumlah yang kecil namun krusial.
Persentasenya dalam komposisi parfum umumnya berkisar antara 0.5% hingga 10% dari total formulasi.
Umumnya tidak lebih dari 10% agar tidak merusak keseimbangan aroma.
Contoh fixative, misalnya : Benzil benzoat, ftalat (diethyl phthalate/DEP), Musk, Patchouli Vetiver atau resin alami ( Benzoin, Labdalum).
b. Solubilizer (Pelarut) Dipropylene Glycol (DPG)
Dipropylene Glycol (DPG) sebenarnya masih termasuk dalam “keluarga” alcohol.
Namun bukan seperti alkohol pelarut pada umumnya yang mudah menguap ( etanol atau alkohol parfum)
DPG adalah alcohol ganda (diol/polyol), dalam komposisi parfum dapat berfungsi sebagai pelarut tambahan serta pengencer, pengikat/pembawa aroma agar tahan lama (fixative), sekaligus membantu meratakan penyebaran aroma (carrier).
Karena sifatnya yang berupa cairan tidak berwarna dan berbau lembut, DPG sering dijadikan pelarut premium yang menjaga stabilitas parfum.
Prosentasenya sebagai pengencer berkisar 5%-20% dari total formulasi
d. Antioksidan
Antioksidan berfungsi untuk mencegah oksidasi bahan yang dapat mengubah aroma parfum.
Contoh yang umum adalah BHT (Butil hidroksitoluena).
Prosentasenya biasanya kurang dari 1% dari total formulasi (seringkali berkisar antara 0,01% hingga 0,1%)
e. Pelembab
Berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit. Kulit yang lembap dapat "mengunci" aroma parfum lebih baik, sehingga wanginya tidak cepat menguap.
Pelembab jarang digunakan pada parfum umum. Biasanya digunakan untuk parfum khusus tertentu. Persentasenya sangat kecil, dalam hitungan tetes.
Contoh pelembab pada parfum : petroleum jelly, gliserin, atau minyak nabati
f. Pewarna
Terkadang ditambahkan pewarna ke dalam komposisi parfum. Pewarna ditujukan untuk meningkatkan estetika parfum.
Persentasenya sangat kecil, dalam hitungan tetes
f. UV Inhibitors (penyerap UV)
Yaitu bahan tambah untuk melindungi parfum dari perubahan warna atau kerusakan aroma akibat paparan sinar matahari.
Prosentasenya antara 0,01% hingga 0,5% dari total formulasi.
Contoh UV inhibitor pada parfum senyawa seperti Benzophenone-2 atau Benzophenone-3
Apa itu struktur parfum : Piramida Aroma(fragrance pyramid)?
Pada formulasi komponen parfum juga dikenal adanya struktur tertentu.
Dimana sering disebut sebagai piramida aroma(fragrance pyramid), yang padanan sebutannya cukup banyak, antara lain :
- Piramida Wangi
- Piramida Wewangian
- Segitiga Wewangian
- Olfaktori
Piramida aroma (fragrance pyramid) adalah struktur tiga tingkatan (trilogy/notes) yang terdiri dari bahan-bahan yang menguap pada waktu yang berbeda, menggambarkan tahapan aroma parfum tercium, mulai dari saat disemprotkan hingga menguap sepenuhnya.
Komposisi ini terdiri dari 3 tingkatan, yaitu :
1.Top Notes (Nada Atas)
Yaitu aroma yang tercium di awal pertama kali parfum disemprotkan.
Sifatnya ringan, segar, dan cepat menguap/cepat hilang dalam waktu 5-15 menit.
Contoh top notes : Citrus (lemon, bergamot), herbal, dan buah-buahan ringan.
Persentasenya sekitar 30%
2.Middle Notes (Nada Tengah)
Aroma yang muncul setelah top notes memudar. Berfungsi sebagai inti aroma, yang lebih halus dan tahan sekitar 20-60 menit.
Sering disebut sebagai "jantungnya" parfum.
Contoh middle notes : Bunga (melati, lavender), rempah, dan buah.
Persentasenya sekitar 50%
3.Base Notes (Nada Dasar)
Merupakan dasar/fondasi utama dari parfum yang memberikan kesan mendalam dan tahan lama, seringkali bertahan lebih dari 6 jam.
Aroma ini muncul terakhir setelah middle notes.
Contoh base notes: Vanilla, sandalwood, musk, dan amber.
Persentasenya sekitar 20%
Kegunaan Piramida aroma adalah untuk membantu menentukan karakter dan ketahanan wewangian yang akan dibuat. Memahami piramida aroma juga membantu dalam memilih wewangian yang sesuai dengan karakter yang diinginkan, karena wangi parfum terus berkembang dan berevolusi.
Komposisi dan formulasi Windsor Castle Bouquet parfum nuansa kerajaan yang mewah
Setelah mengetahui beberapa uraian dasar tentang parfum seperti di atas, maka berikut diberikan salah satu contoh komposisi parfum Windsor Castle Bouquet nan mewah.
Berikut komposisi parfum Windsor Castle Bouquet :
Alcohol, = 1 pint.
Otto of neroli, = 1/4 oz
Otto of rose, = 1/4 oz.
Otto of lavender, = 1/4 oz
Otto of bergamot, = 1/4 oz
Otto of cloves, = 8 drops.
Extract of orris, = 1 pint.
Extract of jasmine, = 1/4 "
Extract of cassie, = 1/4 "
Extract of musk, = 2-1/2 oz.
Extract of ambergris, = 2-1/2 oz
Kesimpulan
Meski bukan merupakan kebutuhan dasar, parfum sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan social di dunia modern saat ini.
Di pasaran ada begitu banyak jenis parfum yang dijual. Mulai dari harga kaki lima sampai harga bintang lima, semua tersedia.
Salah satu parfum “langka” adalah parfum Windsor Castle Bouquet.
Aroma khas parfum Windsor Castle Bouquet sering dikaitkan dengan warisan kerajaan Inggris yang berakar pada tradisi wewangian istana.
Mau mencoba ? Silahkan saja….
Atau mungkin tertarik dengan aroma parfum yang sama mewahnya ini : Formulasi dan cara membuat parfum Magnolia yang beraroma mewah
