Cara Membuat Softener Pelembut Pakaian Yang Bagus Layak Jual

Daftar Isi Artikel
Pada jaman tempo doeloe dalam kegiatan cuci mencuci, pakaian dikondisikan dengan “dikanji”. 
Yaitu, pakaian dikenai / dicelup cairan pati kanji sehingga menjadi kaku ketika kering. Karena kaku disebabkan pati kanji, pakaian juga akan terasa agak kasar ketika dipakai. 
Tuntutan perkembangan jaman, menghendaki pakaian yang terasa lembut saat dipakai. Terutama pada pakaian yang dikenakan bayi. Sebab kulit bayi memang masih sensitif, sehingga pakaian yang lembut saat dikenakan akan membuatnya merasa lebih nyaman. 
Atau mungkin juga untuk beberapa kain tertentu, handuk misalnya. Handuk yang tidak lembut terasa kurang enak ketika dipakai untuk mengeringkan tubuh. 
Untuk tujuan itulah kemudian digunakan softener pelembut pakaian ketika mencuci. 
Artikel ini akan membahas tentang apa saja komposisi, formulasi dan cara membuat sendiri softener pelembut pakaian yang bagus. Sehingga bisa digunakan sendiri atau bahkan untuk diproduksi secara rumahan guna dijual. 
cara membuat softener yang bagus - produksi rumahan

Softener pakaian atau fabric softener 

Softener pakaian adalah sebutan umum untuk Fabric softener yang artinya adalah pelembut kain. Softener pakaian / fabric softener adalah bahan tambahan yang digunakan/ditambahkan pada saat mencuci untuk melembutkan tekstur pakaian, sehingga pakaian akan terasa lebih lembut saat dipakai. Dalam komposisi Softener umumnya mengandung bahan aktif surfaktan kationik yang bermuatan positif, yang menempel pada serat kain yang bermuatan negatif setelah pencucian (surfaktan deterjen biasanya bersifat anionik). 
Catatan
Surfaktan (surface active agent) adalah senyawa aktif permukaan yang menurunkan tegangan permukaan cairan, memungkinkan zat yang berbeda seperti air dan minyak untuk bercampur, mengemulsi, dan membersihkan kotoran. 
Molekul ini bersifat amfifilik, memiliki kepala yang suka air (hidrofilik) dan ekor yang suka lemak/minyak (hidrofobik) 

Bahan aktif utama dalam softener pelembut pakaian dapat berupa senyawa esterquat Esterquat yang merupakan senyawa amonium kuaterner yang mengandung ikatan ester, yang umumnya sebagai agen pelembut kain kationik. 
Rumus strukturnya umumnya melibatkan dua rantai asam lemak panjang (𝐶16−𝐶18) yang terikat pada amonium pusat, menjadikannya turunan alkil alkanoat dengan gugus fungsi karbonil COO. 

Untuk softener pelembut pakaian komersial seringkali menggunakan hidroksietilmonium metosulfat. Senyawa ini termasuk dalam jenis esterquat yang sering digunakan dalam produk perawatan rumah tangga. Rumus kimia untuk turunan hidroksietil monium methosulfate, khususnya yang digunakan sebagai pelembut kain (dipalmitoiletil hidroksietilmonium metosulfat), adalah 𝑪𝟒𝟎𝑯𝟖𝟏𝑵𝑶𝟗𝑺. 

Bahan aktif utama lainnya dalam softener juga dapat berupa senyawa Dihydrogenated Tallow Dimethyl Ammonium Chloride (DHTDMAC) dengan rumus kimianya [𝑹𝟐𝑵 (𝑪𝑯𝟑)𝟐]+𝑪𝒍−, di mana R adalah rantai hidrokarbon yang berasal dari tallow (lemak sapi) terhidrogenasi, utamanya terdiri dari alkil 𝐶16−𝐶18. Atau juga senyawa Distearyl Dimethyl Ammonium Chloride. 

Dalam komposisi softener pakaian, biasanya terdapat juga komponen/bahan pewangi atau parfum, sehingga softener juga akan menjadikan pakaian berbau harum. 

Cara kerja softener pelembut pakaian 

Ketika pakaian dicuci menggunakan detergen, serat serat kain akan bermuatan negatif dan menjadi terasa kasar. Saat digunakan, softener bekerja memberikan lapisan tipis pada serat kain dengan menggunakan surfaktan kationik bermuatan positif. 
Surfaktan kationik ini akan menetralkan muatan negatif pada pakaian setelah dicuci. 
Lapisan yang dibentuk oleh bahan aktif softener inilah yang mampu mengurangi gesekan, melicinkan serat, melembutkan tekstur dan menghaluskan tepi yang kasar, mencegah kusut/listrik statis, serta memberikan wangi tahan lama ( ketika dalam komposisi softener terdapat bahan pewangi ). 
Lapisan ini juga membantu pakaian mempertahankan bentuk dan warna aslinya, serta mencegah timbulnya serat-serat halus (berbulu). 
Karena itulah, selain menjadikan pakaian terasa lembut dan harum, penggunaan softener juga akan mencegah terjadinya penumpukan listrik statis pada kain sehingga mengurangi efek menempel pada pakaian, mempermudah penyetrikaan, dan mengurangi terjadinya kerutan pada kain serta menjadikan wangi pada pakaian bertahan lebih lama. 

Berbagai bentuk softener pakaian 

Softener yang dijual dipasaran umum biasanya berbentuk cair, berwarna (seringkali putih susu, biru, atau merah muda), dan memiliki kekentalan tertentu (konsentrat atau encer). 
Namun demikian, softener pakaian bisa tersedia dalam berbagai bentuk, antara lain : 

1.Softener pakaian berbentuk cair (Liquid Softener) 

Pada umumnya Softener atau pelembut pakaian yang dijual di pasaran kebanyakan berbentuk cair, baik yang berupa konsentrat (kental) ataupun dalam bentuk cair regular (encer). 

2.Softener pakaian bentuk padat 

Dalam bentuk padat, softener dapat berupa : 

-Softener berbentuk lembaran pengering (Dryer Sheets Softener) 

Softener padat berupa lembaran tipis yang dimasukkan ke dalam mesin pengering untuk mengurangi statis dan melembutkan pakaian saat kering. 

-Softener berbentuk bola pengering (Dryer Balls Softener) 

Merupakan softener pakaian alternatif yang ramah lingkungan yang digunakan di mesin pengering, seringkali terbuat dari wol. 

-Softener kristal/serbuk (Flakes Softener) 

Softener yang berbentuk serbuk padat yang larut dalam air bilasan.

Komponen/bahan untuk membuat softener pelembut pakaian 

Komponen / bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat softener pelembut pakaian secara garis besar adalah sebagai berikut : 

1. Bahan aktif utama (Surfaktan Kationik) 

Umumnya berbasis Quaternary Ammonium Compounds (Quats). Dapat dipilih berupa senyawa Dihydrogenated Tallow Dimethyl Ammonium Chloride (DHTDMAC) ataupun senyawa hidroksietilmonium metosulfat. 
Untuk lebih mudahnya di pasaran sudah tersedia bahan aktif utama softener Distearyl Dimethyl Ammonium Chloride yang biasanya dijual dengan nama Softener Flake atau biang Softener. 
Prosentase bahan aktif utama softener ini berkisar 5%-10% dari komposisi total. 

2. Pelarut / pengencer 

Pelarut dan pengencer yang digunakan adalah air. Air yang digunakan dalam pembuatan softener pelembut bakaian berupa air panas dan air dingin. 
Air panas digunakan untuk melarutkan softener flake. Sebab softener flake termasuk bahan yang susah larut dalam air. 
Penggunaan air panas akan mempercepat proses pelarutan. 
Air digunakan untuk mengencerkan larutan, hingga prosentase yang ditentukan. 
Dalam komposisi softener pelembut pakaian jumlah prosentase air bisa sampai 85% hingga 90% dari total formulasi. Disarankan menggunakan air murni/aquadest. 

3. Pewangi / fragrance / ekstrak parfum 

Pewangi ditambahkan dalam komposisi softener pakaian untuk memberikan aroma yang disukai. Aroma yang umum digunakan dalam softener pakaian adalah wangi bunga (floral), segar (ocean/fresh), dan powdery untuk pakaian bayi. 
Prosentase dapat berkisar antara 0.5% hingga 2%. 

4.Alkohol 

Alkohol merupakan bahan tambahan. Umumnya digunakan untuk pelarut/pengencer fragrance/bibit pewangi. Karena itu jumlahnya kecil, berkisar 1%-2% dari total formulasi. 
Bisa digunakan alcohol teknis 99%-100% (Etanol) ataupun Metanol. 

5.Pengikat / Fixative 

Penambahan bersifat opsional, namun disarankan. 
Fungsi Fixative dalam softener pakaian adalah sebagai pengikat aroma (penguat parfum) untuk memperlambat penguapan bibit parfum, sehingga wangi pakaian tahan lama. 
Bahan ini memastikan aroma tidak cepat hilang saat terkena udara atau saat pakaian kering. Selain itu, fixative meningkatkan kualitas aroma agar lebih kompleks dan stabil melekat pada serat kain. 
Bahan yang bisa digunakan sebagai fixative pada softener pakaian misalnya Fixadura, Galaxolide, Iso E Super, dan Ambroxan. 
Atau bisa juga Gliserin yang merupakan pilihan mudah dan sederhana. 
Prosentase fixative dalam formulasi softener pakaian berkisar antara 0,5% hingga 5%. 

6. Pewarna 

Digunakan untuk memberikan tampilan yang lebih menarik pada softener pakaian. 
Umumnya digunakan pewarna yang bersifat larut air (water-soluble dye), baik dari pewarna makanan atau zat warna sintetis yang aman (food grade). 
Warna yang paling sering digunakan adalah biru, merah muda (pink), atau putih-krem. 
Pewarna juga sering digunakan sebagai identitas produk softener. 
Besarnya prosentase dalam komposisi softener pakaian umumnya kurang dari 1% bersama pengawet. 

7.Pengawet 

Pengawet ditambahkan untuk menjaga kestabilan produk agar tidak cepat rusak/tahan lama. 
Pengawet pada softener pakaian juga berfungsi untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme (bakteri/jamur). 
Jenis pengawet yang umum digunakan meliputi campuran 5-chloro-methyl-2H-isothiazol-3-one dan 2-methyl-2H-isothiazol-3-one (sering disebut MIT/CMIT), benzalkonium klorida (sebagai biosida), glutaral atau glutaraldehida atau juga EDTA (EDTA-2Na atau EDTA-4Na) 
Namun MIT/CMIT berpotensi menyebabkan alergi kulit. Sedangan glutaral berpotensi menyebabkan asma dan alergi kulit. 

Formulasi dan cara membuat sendiri softener pelembut pakaian : formulasi alami, formulasi mudah dan formulasi layak jual 

1.Formulasi Softener Pelembuat pakaian alami 

Bahan-bahan : 
- Baking Soda/Soda Kue = 50 gram. 
- Air Panas = Sesuai kebutuhan. 
- Cuka Apel = 400 ml. 
- Pewangi = sesuai kebutuhan 

Cara pembuatan softener pakaian alami : 

- Siapkan wadah, dari kaca lebih disarankan 
- Tuang air panas dalam wadah 
- Larutkan soda kue dalam air panas, tuang sedikit demi sambil diaduk sampai larut semua 
- Setelah larut, tambahkan cuka apel 
- Setelah agak dingin tambahkan pewangi. 

2.Formulasi softener pelembut pakaian mudah versi flake tanpa pengawet 

Bahan-bahan : 
- Air panas = 1liter sebagai pelarut, air dingin = 500 ml sebagai pengencer 
- Softener flake = 50 gram 
- Fixative/pengikat = sesuai kebutuhan 
- Pewangi = sesuai kebutuhan 

Cara pembuatan softener pelembuat pakaian versi flake tanpa pengawet : 

- Siapkan wadah, dari kaca lebih disarankan 
- Tuang air panas dalam wadah 
- Larutkan softener flake ke dalam air panas, tuang sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga semua flake telah larut. 
Pelarutan butuh waktu yang cukup, karena softener flake termasuk bahan yang susah larut dalam air. 
- Setelah larut semua, tambahkan air dingin sebagai pengencer 
- Setelah dingin, tambahkan fixative dan parfum, aduk sampai rata 

3.Formulasi Softener pelembut pakaian yang bagus versi layak jual ( dalam basis prosentase berat) 

- Softener flake = 5%-10 % 
- Pewangi Ocean/fresh = 0,5%-2% 
- Etanol = 1%-2% 
- Gliserin = 1%-5% 
- EDTA 4Na = 0,5 % 
- Pewarna food grade warna pink = 0,5% 
- Air (air panas dan air dingin ) = sisanya sampai 100 % 

Cara pembuatan softener pelembut pakaian yang bagus versi layak jual  : 

- Siapkan 2 buah wadah, dari kaca lebih disarankan 
- Tuang air panas (jumlahnya 50% dari jumlah total air ) ke dalam wadah pertama (I) 
- Larutkan softener flake ke dalam air panas, tuang sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga semua flake telah larut. 
Pelarutan butuh waktu yang cukup, karena softener flake termasuk bahan yang susah larut dalam air. 
- Setelah larut semua, tambahkan air dingin sebagai pengencer 
- Tambahkan Gliserin sedikit demi sedikit, aduk hingga rata 
- Tambahkan EDTA sedikit demi sedkit, aduk hingga rata 
- Dalam wadah kedua (II) tuangkan Etanol, lalu tambahkan pewangi ke dalamnya dan diaduk rata 
- Setelah cairan dalam wadah pertama benar-benar dingin, campurkan cairan dari wadah kedua ke dalam wadah pertama, aduk rata 
- Terakhir, tambahkan pewarna, aduk rata. 
- Kemas softener pelembut pakaian dalam wadah tertutup 

Kesimpulan 

Softener pelembut pakaian merupakan salah satu bahan keperluan rumah tangga yang paling banyak digunakan. Hampir semua rumah tanggga menggunakannya. 
Karena itu kebutuhan pasar akan bahan ini sangatlah besar. 
Saat ini di pasaran memang sudah banyak produk softener pelembut pakaian yang dijual, dalam berbagai merk dan kemasan. 
Di satu sisi, softener pelembut pakaian ternyata cukup mudah untuk dibuat sendiri. 
Membuat sendiri softener pelembut pakaian tentu akan sangat menghemat pengeluaran rumah tangga. Bahkan tidak menutup kemungkinan dijadikan sebagai alternatif usaha skala rumah tangga dan dijual di pasaran. 
Untuk membuat softener pelembut pakaian tidak dibutuhkan peralatan yang rumit dan mahal.