Cara Membuat Sabun Mandi Cair Busa Melimpah Lembut di Kulit

Daftar Isi Artikel
Sebelum muncul sabun mandi cair, orang-orang membersihkan tubuh saat mandi menggunakan sabun mandi (padat), seperti yang kita kenal selama ini. 
Itu, sudah hebat. 
Karena pada jaman kakek-nenek dulu, orang mandi bahkan menggunakan sabun batangan (sabunnya juga berbentuk padat – tapi juga digunakan sebagai pencuci pakaian). 
Bahkan terkadang menggunakan sabun “sak ndulit” – yang juga digunakan sebagai sabun cuci pakaian sekaligus sabun cuci perabotan dapur. 
Jaman dulu yang terkenal adalah sabun merk “Tjap Bebek”( sekarang entah kemana ?) 
Jaman itu, pada saat orang mandi pokoknya yang penting bersih. Untuk kenyamanan kulit, urusan belakangan. 
Karena orang modern makin banyak kebutuhannya (termasuk terhadap kulit), maka muncullah sabun mandi cair. 
Membersihkan kulit dengan sabun mandi, tidak hanya untuk bersih, tetapi juga harus sehat dan nyaman bagi kulit. 
Artikel ini akan membahas, bagaimana cara membuat sabun mandi cair, sebagaimana yang lazim digunakan oleh orang modern saat ini. 

cara membuat sabun mandi cair-produksi rumahan

Definisi sabun mandi cair 

Sabun mandi cair adalah produk pembersih tubuh berbentuk cair yang digunakan pada saat mandi, yang diformulasikan untuk membersihkan, melembapkan, dan merawat kulit. 
Karena itu sabun mandi cair biasanya mengandung kombinasi bahan surfaktan, pelembap (humektan/emolien), dan pewangi. 
Karena itu pula, sabun mandi cair umumnya lebih lembut di kulit dan lebih wangi dibandingkan dengan sabun mandi batang. 

Berbeda dengan sabun batang/padat yang dibuat melalui proses saponifikasi (memiliki efek samping menjadikan kulit kering), sabun mandi cair dikomposisikan dan diformulasikan “lebih ringan” dan tidak meninggalkan residu. 

Formulasi sabun mandi cair yang bagus dan berkualitas umumnya mengutamakan keseimbangan antara daya bersih (surfaktan), kelembutan kulit (humektan/emolien), dan stabilitas busa. 
Berdasarkan standar penelitian dan industri, sabun cair yang baik memiliki pH yang mendekati pH kulit (sekitar 5-6 untuk kulit sensitif, atau hingga 8-11 sesuai SNI). 

Sabun mandi cair saat ini disukai karena dianggap lebih higienis dan praktis. 
Sabun mandi cair umumnya dikemas dalam botol tertutup (dan seringkali dengan disertai pompa). Meski demikian, karena sudah terbiasa menggunakan sabun mandi batang (padat) selama puluhan tahun, masyarakat umum awalnya cukup alot dalam menerima dan menggunakan sabun mandi cair ini. Namun secara perlahan sabun mandi cair mulai diterima, terutama di kalangan generasi muda (gen-z). 

Mengapa menggunakan sabun mandi cair 

Sabun mandi cair dipilih digunakan karena memang memiliki beberapa kelebihan, meskipun tentu saja ada kekurangannya. 

Kelebihan sabun mandi cair 

- praktis, mudah dibawa, mudah digunakan 
- dikemas dalam botol, lebih aman dan lebih bersih 
- dianggap lebih higienis, karena tidak terkontak dan terkontaminasi antar pengguna 
- menghasilkan busa lebih cepat dan lebih banyak 
- daya bersihnya baik 
- bertekstur creamy dan lembut di kulit 
- umumnya diformulasikan dengan pelembab sehingga nyaman untuk kulit, mencegah kulit kering 
- cocok digunakan untuk kulit kering atau kulit sensitif karena umumnya memiliki pH yang lebih seimbang. 

Kekurangan sabun mandi cair 

- umumnya harganya relatif lebih mahal 
- lebih boros penggunaannya 
- kurang efektif dalam mengangkat minyak dan kotoran membandel 
- sabun cair umumnya membutuhkan pengawet (seperti paraben) untuk mencegah pertumbuhan bakteri dalam botol 
- seringkali terasa licin setelah dibilas, sehingga menimbulkan rasa kurang bersih (terutama jika kualitas air tidak bagus) 
- tidak ramah lingkungan, kemasan botol plastiknya seringkali sulit didaur ulang sepenuhnya 

Komposisi / bahan utama untuk membuat sabun mandi cair 

Sabun mandi cair terutama terdiri dari campuran surfaktan (agen pembersih), pelembap, pewangi, pewarna, air dan pengawet. 

Komposisi sabun mandi cair 

Berikut adalah panduan komposisi untuk membuat sabun mandi cair : 

1. Air 

Dalam hal ini digunakan air murni / aquades / air demineralisasi / air suling. 
Air digunakan sebagai pelarut utama. 
Persentasenya menyesuaikan dengan jumlah komponen lainnya (dicukupkan hingga 100%) 

2. Surfaktan 

Surfaktan adalah bahan aktif utama. 
Berperan sebagai agen pembasah (wetting agen), agen pembersih utama, dan penghasil busa ( agen pembusaan ). 
Umumnya digunakan 2 (dua ) surfaktan : 

a. Surfaktan primer 
Sebagai agen pembersih dan pembusa utama. 
Yang lazim digunakan adalah : Sodium Lauryl Sulfate (SLS) atau SLES / Texapon (Sodium Laureth Sulfate).
SLS (Sodium Lauryl Sulfate) dan SLES (Sodium Laureth Sulfate) adalah agen pembersih/surfaktan yang menghasilkan busa, namun SLES lebih lembut dan aman untuk kulit sensitif dibandingkan SLS. SLS memiliki daya bersih kuat tetapi tinggi iritasi, sementara SLES telah melalui proses etoksilasi agar tidak membuat kulit kering atau iritasi berlebih. 
Persentasenya sekitar 5% - 30% dari formulasi total 

b. Surfaktan sekunder 
Cocamidopropyl Betain (CAB/CAPB) / Comperland (Coco-DEA) sering digunakan untuk tujuan ini. Sebagai surfaktan tambahan / co-surfaktan berfungsi untuk foam booster, menstabilkan busa, foaming agent yang lembut untuk mengurangi iritasi 
Persentasenya sekitar 5% - 10% dari formulasi total 

3. Agen penetral pH 

Dalam sabun mandi batangan bahan alkali digunakan untuk proses saponifikasi, bereaksi dengan minyak/lemak, mengubahnya menjadi sabun dan gliserol. 
Namun dalam formulasi sabun mandi cair, bahan alkali digunakan cenderung untuk mengatur pH.
Kalium Hidroksida (KOH), terkadang Natrium Hidroksida (NaOH dalam konsentrasi tertentu digunakan untuk tujuan ini.
Jumlahnya tergantung dari jumlah bahan aktif yang digunakan, dapat berkisar 0.1% hingga 5%. 

4. Bahan tambahan (additive) 

Bahan tambahan / additive dalam sabun mandi cair dapat berupa : 

a. Pengental (thickener) 
Ditambahkan untuk mengatur kekentalan (viskositas) cairan. 
Bahan yang bisa digunakan antara lain : garam dapur (NaCl), KCL, Carboxymethyl Cellulose (CMC) 
Persentasenya sekitar 1% - 3% dari formulasi total 

b. Humektan / Pelembab (emolien) 
Bahan yang ditambahkan untuk menjaga kelembaban kulit, meskipun memiliki cara / mekanisme yang berbeda. 
Humektan berfungsi menarik air ke dalam kulit, sedangkan emolien berfungsi mengunci kelembapan dan menghaluskan permukaan kulit 
Contohnya : gliserin/gliserol, Propilen Glikol, Sorbitol, Asam Hialorunat, Aloe Vera Gel, madu, minyak Zaitun atau minyak nabati.
Gliserin membantu mengikat air di kulit agar sabun tidak terasa kesat atau membuat kulit kering. Persentasenya sekitar 2% - 5% dari formulasi total 

c. Pewangi / parfum / fragrance oil 
Untuk memberikan aroma yang menyenangkan pada sabun mandi cair 
Persentasenya menyesuaikan. Namun biasanya dalam jumlah kecil kurang dari 1% 

d. Pewarna 
Sifatnya optional, ditambahkan agar tampilan sabun cair lebih menarik. Persentasenya menyesuaikan.

cara membuat sabun mandi cair busa melimpah-produksi rumahan

e. Penstabil dan pengawet 
Karena menggunakan air sebagai pelarut utama, sabun mandi cair rentan terhadap pertumbuhan jasad renik (bakteri dan jamur). 
Karena itulah, dalam formulasi sabun mandi cair umumnya ditambahkan bahan penstabil dan pengawet agar sabun cair tahan lama. 
Bahan penstabil/pengawet yang bisa digunakan untuk tujuan ini antara lain : EDTA, Nipagin/Nipasol, Phenoxyethanol, Sodium Benzoate 
Persentasenya sekitar 0.5% - 1% dari formulasi total 

f. Bahan nutrisi kulit 
Terkadang ditambahkan juga ekstrak alami / vitamin E untuk menutrisi kulit. 
Persentasenya sekitar 1% - 4% dari formulasi total 

Formulasi sabun mandi cair dengan busa melimpah lembut di kulit 

1. Formulasi standard sabun mandi cair 

Berikut adalah contoh formulasi standard untuk sabun mandi cair : 
- SLS / SLES / Texapon = 5% - 30% 
- CAB / CAPB = 5% - 10% 
- Agen Saponifikasi = 10 % - 30% 
- Pengental (thickener) = 15 – 3% 
- Pelembab (emolien) = 2% - 5% 
- Pewangi/parfum = 0,5% - 1% 
- Pewarna = ls
- Penutrisi kulit = 1% - 4%
- Penstabil = 0,5% - 1% 
- Pengawet = 0,5% - 1% 

2. Formulasi sabun mandi cair dengan busa melimpah lembut di kulit

- Texapon = 15% 
- Asam Meristat (Myristic Acid ) = 5% 
- Asam Laurat (Lauric Acid) = 5% 
- KOH = 0.5% 
- Asam stearat = 1% 
- KCL = 1% 
- Proppylen glikol = 2% 
- Gliserin = 2% 
- EDTA = 0.5% 
- Parfum = ls 
- Pewarna = ls 
- Air = ditambahkan hingga 100% 

Analisa bahan : 

- Texapon sebagai surfaktan primer 

- Asam miristat dan asam laurat bertindak sebagai surfaktan sekunder. 
Asam miristat (myristic acid) dapat menghasilkan busa yang melimpah, tebal, dan stabil.
Juga dapat bertindak pembersih efektif untuk mengangkat kotoran dan minyak berlebih dari kulit, sekaligus meningkatkan daya serap produk pada kulit. 
Asam laurat (lauric acid) juga berfungsi sebagai agen pembersih yang menghasilkan busa melimpah, stabil, dan lembut. 
Asam laurat yang merupakan lemak jenuh dapat berperan meningkatkan kelarutan sabun, memberikan efek antimikroba (melawan kuman), serta menjaga kelembapan alami kulit sehingga sabun tidak membuat kulit kering 

-KOH bertindak sebagai agen penetral pH 

-Asam stearat dan KCL berfungsi sebagai pengental (thickener). 
Namun Asam stearat juga dapat berfungsi penstabil emulsi agar formula tidak terpisah, dan sebagai surfaktan yang membantu membersihkan kulit. 
Asam stearat bisa memberikan sensasi kulit yang lembut, halus, serta meningkatkan tekstur busa menjadi lebih stabil. 

-Propilen glikol dan gliserin pada formulasi di atas pada dasarnya bertindak humektan / emolien (pelembab) 
Propilen glikol (PG) berfungsi sebagai humektan, bersama gliserin untuk meningkatkan tekstur, daya sebar, dan stabilitas busa. 
PG lebih unggul dalam mengikat rasa/aroma dan membantu pengawetan, sementara gliserin unggul sebagai humektan alami yang melembapkan 

- Pada formulasi di atas, EDTA berfungsi sebagai penstabil/pengawet sabun mandi cair

Cara membuat sabun mandi cair dengan busa melimpah lembut di kulit 

- Larutkan Texapon dengan sebagian air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata
- Asam meristat, Asam laurat dan Asam stearat ditempatkan dalam satu lalu dipanaskan sampai meleleh. 
- Pada wadah lainnya KOH dilarutkan dalam air, aduk rata sampai rata 
- Tambahkan larutan KOH pada wadah pertama sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata 
- Ketika telah rata tambahkan Texapon, aduk rata 
- Tambahkan sisa air sedikit demi sedikit, aduk rata
- Tambahkan Propylen glikol, aduk rata 
- Tambahkan Gliserin, aduk rata 
- Tambahkan KCl, aduk rata 
- Tambahkan EDTA, aduk rata 
- Tambahkan Pewarna, aduk rata 
- Tambahkan Peal concentrate, aduk rata 
- Tambahkan parfum, aduk rata 
- Produk sabun mandi cair sudah siap, simpan dalam wadah tertutup 

Tips agar formulasi dan cara pembuatan sabun mandi cair berkualitas 

1. Pastikan pH akhir sabun berkisar antara pH=6-9 agar tidak merusak acid mantle kulit. 
Atur dengan bahan yang diperlukan agar pH memenuhi standard tersebut.
2. Sabun cair yang baik memiliki stabilitas busa di atas 90%. 
3. Sabun cair yang berkualitas baik mempunyai kandungan total asam lemak minimal 15 % 
4. Pastikan langkah pencampuran yang benar :
- Larutkan SLES (Texapon) dengan sedikit air terlebih dahulu, lalu tambahkan co-surfaktan (CAB) secara perlahan, diikuti dengan bahan-bahan lain. 
- Hindari pengadukan terlalu cepat untuk mencegah busa berlebih saat pembuatan. 

Kesimpulan 

Dengan berpedoman pada formulasi dasar sabun mandi cair di atas, anda sudah bisa membuat bermacam sabun mandi cair. 
Tinggal menyesuaikan, komponen, fungsi dan kegunaan apa yang ditonjolkan. 
Atau jika tidak ingin terlalu repot, bisa langsung gunakan komposisi dan formulasi sabun mandi cair dengan busa melimpah lembut di kulit seperti di atas.