Cara Membuat Karbol Wangi Untuk Wirausaha
Daftar Isi Artikel
Pada artikel ini, akan membahas tentang cairan pembersih dan disinfektan yang legendaris, Karbol wangi. Dengan wangi yang khas menyegarkan sehingga disukai hampir semua orang.
Dan tentu saja tidak lengkap jika tidak dibahas pula bagaimana cara membuatnya.
Tentang karbol wangi
Saat ini, Karbol wangi sering didefinisikan sebagai cairan pembersih dan disinfektan yang dirancang khusus untuk membersihkan sekaligus membunuh kuman pada lantai, kamar mandi, dan ruangan dengan aroma khas yang menyegarkan (biasanya aroma pinus atau sereh).
Karena kemampuannya yang tinggi untuk men-disinfeksi kuman dan bakteri, sekaligus dapat berfungsi sebagai pengharum ruangan yang menyegarkan, karbol wangi sangat populer untuk bahan kebersihan rumah tangga.
Hampir di setiap rumah ada produk ini.
Meski saat ini sudah begitu banyak produk pembersih lantai yang ada di pasaran, namun sepertinya Karbol wangi masih tetap digunakan.
Jika digunakan untuk mengepel lantai, karbol wangi memberikan keunggulan berupa lantai yang bersih, lebih kesat, dan aroma yang menyegarkan dibandingkan pembersih lantai biasa.
Meski sering terlihat sebagai bahan pembersih yang sepele, sejarah karbol wangi ternyata sangat panjang ceritanya.
Jika dirunut, karbol wangi adalah produk pembersih lantai dan disinfektan yang memiliki sejarah panjang dalam sanitasi rumah tangga, berakar dari penggunaan bahan kimia antibakteri yang dikembangkan untuk kesehatan lingkungan.
Asal mula karbol wangi berakar dari pengembangan disinfektan medis pada abad ke-19 yang kemudian diadaptasi untuk kebersihan rumah tangga.
Konsep awal dari karbol berawal dari Joseph Lister, seorang ahli bedah Inggris, yang memperkenalkan Fenol/Phenol (asam karbol) sebagai disinfektan untuk mengurangi infeksi pasca operasi.
Kemampuan Fenol/Phenol membunuh kuman (antiseptik) membuatnya populer, memicu pembuatan sabun karbol untuk higienitas, dan akhirnya diformulasikan menjadi cairan pembersih lantai, yang terkadang disebut dengan nama “karbol tradisional” dengan bau yang sangat menyengat (khas rumah sakit/obat).
Pada perkembangan selanjutnya kemudian diformulasikan menjadi karbol modern yang lebih menyenangkan aromanya ( seringkali menggunakan ekstrak Pine Oil / minyak cemara atau bahan alami lainnya ) tanpa mengurangi daya disinfeksinya.
Jadi, karbol wangi modern yang dikenal saat ini adalah evolusi yang cukup panjang dari karbol tradisional yang baunya sangat menyengat.
Formula baru ini menggabungkan agen disinfektan (karbol) dengan bahan alami pemberi aroma segar, seperti Pine Oil (minyak cemara) atau serai wangi (sereh), untuk menghilangkan bau tidak sedap sekaligus membunuh kuman.
Rumus kimia utama untuk karbol (karbol wangi) adalah Fenol atau asam karbolat (C6𝐻5𝑂𝐻), yang berfungsi sebagai disinfektan aktif.
Karena merupakan senyawa turunan benzena yang korosif, umumnya digunakan dalam konsentrasi rendah untuk membersihkan lantai agar wangi dan bebas kuman.
Saat ini, karbol wangi diformulasikan sebagai cairan pembersih serbaguna yang menjaga lantai bebas kuman, wangi, dan bersih, seringkali mengandung minyak esensial alami.
Standarisasi SNI: BSN (Badan Standardisasi Nasional) telah menetapkan SNI 1842:2022 untuk memastikan efektivitas pembersihan dan keamanan penggunaan pembersih lantai cair jenis karbol ini.
Sifat dan karakteristik karbol wangi
- cairan kental kadang sedikit berbuih
- warna bervariasi dari kuning kecoklatan, coklat keruh, putih susu, atau hijau, tergantung bahan dasar dan aroma.
- memiliki bau khas yang menyengat namun wangi, seringkali aroma pinus (cemara) atau sereh.
- sangat larut dalam air (100% larut)
- titik didih sekitar 104°C.
- mengandung Fenol atau turunannya sebagai disinfektan.
- pH berkisar antara 6-7 (hampir netral) hingga sedikit basa (6,9 - 7,5)
- titik beku (Freezing Point) sekitar -4,5°C.
- sangat efektif membunuh kuman, bakteri, dan jamur.
- mengikat bau tak sedap dan menggantinya dengan aroma wangi.
- bersifat korosif terhadap material tertentu jika digunakan dalam konsentrasi murni
Kegunaan utama karbol wangi
Secara lebih detil karbol wangi dapat digunakan untuk tujuan berikut :
- Untuk membersihkan lantai dari kotoran sekaligus pembunuh kuman, bakteri maupun jamur
- Mengatasi masalah bau yang sangat tidak sedap, terutama karena disebabkan oleh bakteri, kuman atau jamur hidup. Dimana biasanya bau ini tidak bisa dihilangkan dengan pengarum biasa.
- Memberikan aroma yang segar dan alami ( aroma pohon pinus ).
Ini disebabkan pada komposisi karbol wangi biasanya mengandung Pine Oil.
- Dengan menggunakan karbol menjadikan lantai tidak licin, meski dalam kondisi basah.
- Ketika karbol dipadukan dengan detergen memiliki sifat dan daya yang kuat untuk membersihkan kotoran dan kerak yang membandel.
Cara menggunakan karbol wangi yang baik dan benar
1. Saat menggunakan karbol wangi usahakan mendapat ventilasi yang memadai.
Meski aroma karbol wangi menyenangkan, namun juga menyengat sangat tajam.
Ventilasi yang baik membantu mempercepat hilangnya bau menyengat tersebut agar tidak menyebabkan pusing, mual, atau ketidaknyamanan bagi penghuni rumah.
Karena berbasis fenol, jika digunakan di ruang tertutup tanpa aliran udara, uap kimia bisa terakumulasi dan berisiko berbahaya jika terhirup terus-menerus.
2. Untuk Mengepel
Jika digunakan untuk mengepel lantai, campurkan karbol wangi dan air, dengan perbandingan yang efektif = 1:80
3. Untuk membersihkan toilet (atau kandang hewan piaraan)
Tuangkan karbol wangi langsung pada permukaan, sikat, dan bilas hingga bersih.
Komposisi – bahan penyusun utama karbol wangi
1. Bahan aktif
Bahan aktif bersifat antibakteri dan antimikroba kuat, karena berfungsi sebagai disinfektan yang membunuh kuman dan bakteri.
Bahan aktif karbol wangi dapat berupa : Fenol/Kresol atau turunannya (asam kresil/cresylic acid). Untuk bahan alami : Arpus (getah pinus/rosin/gum/damar wangi)
2. Surfaktan
Berfungsi untuk memberikan efek pembersihan.
Umumnya menggunakan non-ionic surfactant agar efektif mengangkat kotoran.
Misalnya : Camperlan/Aminon/NP10/Teepol
3. Agen pengharum/pemberi aroma
Selain memberikan aroma yang khas yang tahan lama pada karbol wangi, juga sebagai disinfektan alami.
Umumnya digunakan minyak cemara/pinus (pine oil), sereh (citronella)., lavender atau kombinasi diantaranya.
Jika digunakan sereh, sifat kimianya yang didukung oleh kandungan minyak atsiri (sitronellal, geraniol, sitronellol) dapat berfungsi sebagai antibakteri alami dan pengusir serangga (kecoa, nyamuk, semut, lalat).
Aroma cemara (Pine) : aroma klasik yang menyegarkan.
Aroma sereh (Lemon Sereh) : efektif mengusir serangga dan menenangkan.
Aroma Lavender : untuk relaksasi.
4. Pelarut
Sebagai pelarut umum digunakan air murni / air demineralisasi / aquades
5.Bahan tambahan
a. Soda api (NaOH) : sebagai pelarut arpus / pereaksi saponifikasi
b. Silkion emulsi sebagai bahan pelembut dan memberikan efek kilap pada lantai
c. Kamper : pewangi tambahan
Metode pembuatan karbol wangi
Secara mendasar metode / cara pembuatan karbol wangi dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu :
1. Pembuatan karbol wangi metode dingin
Yaitu pembuatan karbol wangi dengan menggunakan air dingin sebagai pelarutnya.
Jika digunakan metode dingin, karbol wangi yang dihasilkan berbentuk seperti kopi susu
2. Pembuatan karbol wangi metode panas
Yaitu pembuatan karbol wangi dengan menggunakan air panas sebagai pelarutnya.
Jika digunakan air panas, hasilnya berupa karbol yang berbentuk seperti minyak goreng.
Formulasi karbol wangi untuk wirausaha
1. Formulasi standar Karbol Sereh yang harum dan efektif, sering digunakan untuk pelatihan :
- Air (Aquades) = 90-95%
- Emulsi Silikon = 1%
- Minyak Sereh = 0.7 - 1%
- Camperlan/Aminon = 0.4%
- NP 10 = 0.8%
2. Formulasi standar Karbol wangi alami
- Arpus (Getah Pinus/Rosin) = 5-10%
- NaOH (Soda Api) = 0.5 - 1%
- Minyak Sereh/Pewangi (Pine Oil) = 1-5% (sesuai tingkat keharuman yang diinginkan)
- Air/Aquades = 85 - 90% (sekitar 6 liter)
Prosedur pembuatan :
- Larutkan NaOH (soda api) ke dalam air dalam ember plastik, aduk hingga rata.
- Tambahkan arpus yang sudah ditumbuk halus ke dalam larutan NaOH.
Aduk rata hingga arpus larut sempurna (perlu waktu dan pengadukan konsisten).
- Setelah larutan arpus dingin, tambahkan minyak sereh wangi atau minyak cemara sebagai pewangi dan disinfektan tambahan.
- Karbol wangi siap dikemas setelah didiamkan dan dingin.
2. Formulasi Karbol wangi Standard Industri Kecil
- Arpus = 10% - 15%
- NaOH = 2% - 5% (disesuaikan untuk saponifikasi arpus)
- Pine Oil = 5% - 10%
- Teepol/Surfaktan = 5% - 10%
- Camper/Pewangi = 1% - 2%
- Air = Sisa (hingga 100%)
Prosedur Pembuatan
- Arpus dilarutkan ke dalam larutan NaOH panas hingga terbentuk sabun cair (larutan menjadi kental dan berwarna coklat).
- Campuran arpus-NaOH didinginkan, kemudian ditambahkan pine oil dan teepol sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
- Tambahkan air dan pewangi (camper) hingga mencapai kekentalan yang diinginkan.
Catatan :
- Dalam proses pembuatan, lakukan di ruang dengan ventilasi yang memadai, gunakan alat pelindung diri (APD)
- pH standar karbol wangi yang baik berada pada kisaran 8-10.
- Selain sebagai pelarut/pereaksi saponifikasi, NaOH juga memiliki sifat sebagai pelunak dan pembersih kotoran yang kuat.
Komposisinya dapat diatur sesuai selera. Namun perlu diingat, terlalu banyak NaOH juga kurang bagus bagi kulit ( bersifat iritasi )
Kesimpulan
Untuk membuat karbol wangi cukup mudah. Tinggal pilih salah satu formulasi di atas sesuai kebutuhan.
Bahan-bahan untuk membuatnya juga sangat mudah didapat. Toko-toko kimia di kota anda, biasanya menyediakan bahan-bahan tersebut.
Lihat juga :
Bahan dan komposisi membuat disinfektan Kreolin
