Cara Membuat Silikon Emulsi Untuk Pengkilap Kendaraan Dengan 2 Formulasi

Daftar Isi Artikel
Pada usaha detailer atau cucian kendaraan – baik itu cucian motor atau cucian mobil – salah satu bahan pokok yang dibutuhkan pada usaha ini adalah bahan pengkilap. 
Bahan pengkilap ini biasanya diaplikasikan pada saat finishing pencucian. Yaitu setelah kendaraan dicuci bersih, dilap kering baru dioleskan bahan pengkilap. 
Di pasaran, sebenarnya mudah dijumpai produk pengkilap. Ada yang dijual dalam bentuk cairan, ada juga bahan pengkilap yang dijual dalam bentuk semprot atau spray. 
Namun umumnya, kedua bahan pengkilap ini jarang digunakan pada usaha cucian kendaraan. Sebab, jatuhnya biaya akan menjadi lebih besar. 
Pada usaha cucian kendaraan atau detailer, bahan pengkilap yang digunakan umumnya lebih dipilih cairan minyak silikon. 
Cairan minyak silikon ( silicone oil ) biasanya bisa ditemukan di toko-toko bahan kimia. Di toko bahan kimia umumnya menjual cairan silicone dalam 2 bentuk, yaitu Silicone Oil atau cairan silicone murni dan Silicone Emulsi. 
Meski silicone murni memberikan efek pengkilap yang lebih bagus, untuk skala usaha, umumnya lebih dipilih silicone emulsi, sebab harganya yang jauh lebih murah. 

Apa itu Silikon (Silicone) ? 

Silikon (Silicone) adalah polimer sintetis anorganik yang terbuat dari ikatan silikon dan oksigen (rantai siloksan), dengan gugus organik yang terikat pada setiap atom silikon dan seringkali dikombinasikan dengan karbon. 
Silikon (Silicone) memiliki stabilitas tinggi : tahan terhadap suhu tinggi maupun rendah, tahan air, dan penuaan. Silikon (Silicone) merupakan material yang fleksibel dan serba guna. 
Tersedia dalam banyak bentuk, mulai dari padat, gel hingga cairan. 
Karena sifat dan karakteristiknya yang fleksibel dan serba guna, Silikon (Silicone) digunakan secara luas dalam berbagai bidang industri, mulai dari industri otomotif, konstruksi, elektronik, peralatan medis, alat rumah tangga, hingga pada kosmetik dan produk perawatan pribadi. 

Namun yang sangat perlu dipahami, bahwa Silikon (Silicone) yang dimaksud disini berbeda dengan Silikon (Silicon) yang merupakan bahan kimia / unsur kimia murni yang termasuk golongan semi-logam dengan lambang kimia Si dan nomor atom 14. Terkadang disebut sebagai zat pasir dan umum digunakan sebagai bahan chip computer. 
Silikon (Silicone) adalah material sintetis/buatan, sedangkan Silikon/Silicon (Si) adalah material alami. 

Apa itu Silicone Oil ? 

Silicone oil (minyak silikon) adalah cairan polimer sintetis yang terbuat dari rantai siloksana (silikon dan oksigen), dengan gugus organik yang terikat pada setiap atom silicon. 
Silicone oil / minyak silikon adalah cairan siloksan terpolimerisasi dengan rantai samping organik. 
Seperti semua siloksan (misalnya, heksametildisiloksan ), tulang punggung polimer terdiri dari atom silikon dan oksigen yang berselang-seling. 
Banyak gugus dapat terikat pada pusat silikon tetravalen , tetapi substituen dominan adalah metil atau terkadang fenil . Banyak cairan silikon adalah polimer linier yang diakhiri dengan gugus trimetilsilil . Anggota yang paling penting adalah polidimetilsiloksan. Cairan silikon lainnya adalah siklosiloksan.

   silicone oil atau cairan silicon 

Silicone oil / minyak silikon merupakan cairan yang bening, kental, dan stabil secara termal. Tahan panas, tahan bahan kimia, dan tidak reaktif. Sehingga digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai sebagai pelumas serbaguna dan bahan pengkilap yang tahan air, tahan panas, serta sering digunakan untuk merawat karet/plastik agar tidak getas, semir ban, pelumas mesin/airsoft, minyak fluida termal, fluida hidrolik dan bahan emulsi. 

Sifat dan karakteristik utama Silicone Oil 

- Kekentalan / viscositas Silicone Oil dinyatakan dalam satuan Centistokes (cSt) atau Cps. 
Di pasaran umumnya tersedia pada kekentalan 100, 300, hingga 1000 cSt (lebih tinggi angkanya, lebih kental). 
- Sangat stabil terhadap panas tinggi dan tahan air. 
Merupakan isolator listrik yang sangat baik 
- Tidak beracun, tidak merusak karet, dan tidak meninggalkan noda hitam. 

Aplikasi dan Kegunaan Silicone Oil / Minyak Silikon 

Aplikasi Silicone Oil berdasarkan tingkat kekentalan, secara umum : 

-Silicone Oil dengan kekentalan 1000 cps/cSt 
Paling umum untuk semir ban, pengkilap, dan pelumas treadmill (karena kental, tidak mudah kering). 
- Silicone Oil dengan kekentalan 100 - 500 cps/cSt 
Digunakan untuk pelumas yang butuh tekstur lebih cair seperti engsel, gear kecil, atau maintenance karet/plastik agar tetap lentur. 

Secara lebih rinci aplikasi dan kegunaan Silicone Oil, antara lain : 

- digunakan di laboratorium untuk penangas pemanas ("penangas minyak") yang diletakkan di atas pengaduk pelat panas 
- digunakan dalam pengering beku sebagai refrigeran 
- digunakan sebagai fluida kerja dalam peredam kejut, transformator tipe basah, pompa difusi, dan pemanas berisi minyak 
- di bidang kedirgantaraan digunakan sebagai loop pendingin eksternal dan radiator modul Zvezda Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang membuang panas dalam ruang hampa. 
- sebagai antiperspiran dalam sejumlah produk kosmetik karena memiliki volatilitas yang relatif tinggi 
- minyak silikon, seperti simetikon, merupakan zat anti-busa yang ampuh karena tegangan permukaannya yang rendah, digunakan dalam aplikasi industri seperti distilasi atau fermentasi. 
Sering digunakan dalam pembuatan busa poliuretan untuk menghilangkan busa yang tidak diinginkan 
- merupakan salah satu dari dua bahan utama dalam Silly Putty, bersama dengan asam borat . 
- penggunaan di bidang medis : untuk mengontrol perut kembung, pengganti cairan vitreus untuk mengobati kasus-kasus sulit pelepasan retina, pengobatan umum dan pembedahan, juga dalam pemeriksaan rektal digital (DRE). Sering digunakan untuk merawat instrumen bedah. 
- Silicone Oil digunakan sebagai pelumas pada berbagai aplikasi, termasuk peralatan mekanis, peralatan listrik, dan peralatan presisi lainnya. 
Kekentalannya yang dapat diatur memungkinkan penggunaan dalam berbagai kondisi. Juga digunakan sebagai bahan pembasah untuk mengurangi gesekan 
- Silicone Oil dapat digunakan dalam produksi busa atau spons untuk memberikan kelembutan dan elastisitas tertentu pada material.
- Silicone Oil dapat berfungsi sebagai pengemulsi dalam formulasi produk, membantu mencampurkan bahan-bahan yang biasanya tidak larut satu sama lain. 
- Silicone Oil digunakan dalam produksi plastik dan karet untuk memberikan sifat pelumas dan memfasilitasi proses pembentukan dan ekstrusi. 
- digunakan dalam peralatan masak, botol minum, dan casing ponsel 
- di bidang konstruksi digunakan sebagai sealant dan perekat untuk mencegah penetrasi air dan udara, menyegel sambungan dan retakan. 
- dalam industri elektronik digunakan dalam transistor, sel surya, dan sirkuit terpadu karena sifat semikonduktornya dan kemampuannya untuk mengisolasi komponen. 
- penggunaan di bidang otomotif : sebagai cairan pada rakitan Viscous Fan Coupling pada mobil, rakitan kipas elektronik yang lebih baru, sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan pada komponen bergerak, terutama karet dengan plastik atau logam, serta mencegah bunyi decit pada wiper mobil, sebagai pengkilap dapat mengembalikan kilau dan melindungi dashboard, ban, kulit, serta vinil agar tidak kusam, sebagai bahan Anti-Getas yang membuat karet tetap elastis dan fleksibel, mencegahnya menjadi kaku atau getas, mencegah karat pada logam. 

Penggunaan silicone oil di bidang otomotif sangat disukai, karena bisa memberikan efek glossy (mengkilap) dan efek daun talas (hidrofobik) 

Merk Silicone Oil yang umum dijual di pasaran 

Silicone oil yang umum dijual di pasaran bervariasi kekentalannya. 
Namun kebanyakan dengan tingkat kekentalan 1000 cps/cSt, yang sering dinyatakan sebagai "silicone murni". 

Beberapa Merk Silicone Oil yang sering dijual antara lain : 

-Shinetsu (Japan) : merupakan salah satu silicone oil dengan standar kualitas tinggi 
-Denz : populer untuk auto detailing (pengkilap bodi dan semir ban). 
-Velco, Prolix : untuk penggunaan serbaguna
- Non-Brand/Pure Silicone : untuk penggunaan serbaguna. 

Apa itu Emulsi ? 

Emulsi adalah campuran yang tidak stabil dari dua atau lebih cairan yang biasanya tidak dapat menyatu (seperti minyak dan air), di mana salah satu cairan terdispersi dalam cairan lainnya. 
Karena itu sistem ini membutuhkan agen pengemulsi (emulgator) agar campuran tetap homogen dan stabil. 
Komponen utamanya terdiri dari fase terdispersi (cairan yang terbagi), fase kontinu (cairan pembawa), dan emulsifier/emulgator (stabilisator). 
Secara teknis, molekul emulsifier memiliki satu ujung yang menyukai air (hidrofilik) dan satu ujung yang menyukai minyak (hidrofobik) 

Emulsi terbagi dalam 2 jenis : 

1.Emulsi minyak dalam air (𝑂/𝑊 atau oil in water)
2.Emulsi air dalam minyak (𝑊/𝑂 atau water in oil). 
Sedangkan Emulsifier/emulgator adalah bahan yang menstabilkan emulsi agar tidak mudah terpisah, contohnya sabun, kuning telur, dan gelatin. 

Apa itu Silicone Emulsi ? 

Silicone Emulsi ( Silikon Emulsi ) adalah silicone (murni) yang dicampurkan –tepatnya didispersikan- ke dalam air dengan penambahan emulsifier ( zat pengemulsi ) sehingga terbentuk cairan emulsi. Karena itu secara awam terkadang disebut juga sebagai silicone yang tidak murni. 
Silikon emulsi dapat dalam dua bentuk. 
Yang paling umum digunakan adalah emulsi O/W (Oil-in-Water atau Minyak dalam Air), di mana minyak silikon terdispersi dalam air. 
Namun demikian silikon emulsi juga dapat dibuat menjadi tipe W/O atau W/Si (Water-in-Silicon) terutama untuk aplikasi khusus. 

Karena merupakan campuran antara minyak (silicon) dan air maka yang terbentuk adalah cairan emulsi yang berwarna putih susu, kental -dimana kekentalan/viscositasnya dapat disesuaikan- stabil disimpan dalam waktu lama. 

Bahan pengemulsi / emulsifier / emulgator yang lazim digunakan pada silicone oil adalah Nonyl Phenol 6 (NP6), Etoxilat Oil, ST55 dan juga Polisorbat . 
Untuk meningkatkan sifat dan karakteristiknya, pada silicone emulsi bisa/terkadang ditambahkan zat pengental/thickener dan pengawet. 

Mengapa dibuat Silicone emulsi ? 

Tujuan pokok dibuatnya silicone emulsi adalah cost atau faktor ekonomis. 
Harga silicone oil (murni) cukup mahal. karena itu, untuk tetap bisa mendapatkan guna dan kemanfaatan silicone oil (murni) maka ditambahkan air untuk menurunkan cost/biaya. 

Kegunaan silicone emulsi di bidang otomotif 

Di bidang otomotif silicone emulsi sering digunakan untuk : 
- bahan pengkilap / memberikan efek kilap (glossy), terutama pada body kendaraan, jok, dashboard, trim, dsb 
- sebagai anti air (water repellent) / efek daun talas 
- bahan anti statis / anti lengket pada permukaan, sehingga debu tidak mudah menempel 
- untuk semir ban 
- bahan pelicin karet kendaraan 

Karena itu silicone emulsi sangat populer di bidang industri perawatan otomotif (detailing). 
Silikon emulsi sering dipilih karena memberikan hasil akhir yang halus dan tahan lama untuk perawatan kendaraan. 

Cara membuat sendiri Silicone Emulsi : 2 Formulasi 

Sebagaimana disampaikan di atas, pada prinsipnya, silicone emulsi merupakan campuran antara silicone oil ( murni ) dengan air. 
Namun karena kedua bahan ini mempunyai sifat tidak bisa tercampur sempurna maka diperlukan bantuan zat pengemulsi/emulsifier. 
Karena itu untuk membuat silicon emulsi sangatlah mudah. 
Ibaratnya seperti membuat kopi susu. 

Bahan untuk membuat silicon emulsi 

- Silicone oil 
- Zat pengemulsi / emulsifier : ST-55, Polysorbate, NP6 
- Air 

Cara membuat Silicon emulsi dengan formula I 

- Silicone oil ditambah dengan ST-55 sedikit demi sedikit sambil diaduk rata
- Setelah itu ditambahkan Polysorbate, dengan cara yang sama 
- Terakhir tambahkan air sedikit demi sedikit dan terus diaduk sampai rata. 
- Pada cara di atas, memang sengaja tidak diberikan berapa komposisinya. 
Tujuannya adalah agar pengguna dapat mengotak-atik dan memformulasikan sendiri disesuaikan besaran biaya yang dikehendaki. 
Namun sebagai patokan dasar yang dapat digunakan adalah Silicone oil  yang paling berperan pada proses pengkilapan. 
Semakin tinggi komposisinya semakin bagus hasilnya, namun akan semakin mahal. 
Namun demikian jangan pula terlalu encer ( terlalu banyak air ) sehingga hasilnya kurang berkualitas. Prosentase air dalam formulasi yang masih bisa diterima, setidaknya maksimal sebesar 30 %. 

Cara membuat Silicon emulsi dengan formula II 

-Ukur dan siapkan silicone oil sebanyak 12,5 ml 
-Tambahkan dengan 25 ml NP-6 sedikit demi sedikit, aduk hingga rata
-Tambahkan air bertahap hingga 500 ml, aduk terus hingga rata 

Catatan
Jika dibutuhkan hasil emulsi yang lebih kental bisa ditambahkan pengental (silicone thickener) dan pengawet untuk hasil yang maksimal dan tahan lama. 

Kesimpulan 

Silicone emulsi memiliki banyak kegunaan, terutama di bidang perawatan kendaraan. 
Produk ini banyak tersedia di pasaran. Namun harganya cukup mahal. 
Karena itu, untuk skala usaha, pilihan yang paling ekonomis adalah dengan membuatnya sendiri. 
Untuk membuat sendiri silicone emulsi sebenarnya sangat mudah. Tidak dibutuhkan peralatan dan keahlian khusus. Cukup mencampurkan bahan-bahan yang dibutuhkan sesuai formulasi dan mengaduknya sampai rata, ibarat membuat kopi susu.