Formulasi dan Cara Membuat Thinner Cat Serba Guna

Daftar Isi Artikel
Pada aplikasi pengecatan – terutama cat yang berbasis minyak – umumnya digunakan thinner. 
Thinner digunakan untuk melarutkan dan mengencerkan cat hingga diperoleh kekentalan tertentu yang diinginkan. 
Di pasaran sudah ada begitu banyak thinner yang dijual. 
Namun untuk penggunaan dalam skala besar dan terus-menerus (kontinyu), misalnya untuk skala produksi ( pada industri mebel/furniture contohnya), menggunakan thinner yang dibuat sendiri tentu akan lebih ekonomis. Biaya/cost akan jauh lebih rendah. 
Artikel ini akan membahas tentang komposisi, formulasi dan bagaimana cara membuat thinner cat sendiri. 

cara membuat thinner cat-produksi rumahan

Apa itu thinner (sebenarnya)? 

Masyarakat umumnya memahami thinner sebagai bahan untuk mengencerkan cat, khususnya cat yang berbasis minyak. 
Thinner sendiri sering didefinisikan sebagai campuran dari berbagai jenis solvent atau pelarut organik yang dirancang khusus untuk mengurangi kekentalan / mengencerkan cat berbasis minyak (solvent-based). Hampir semua jenis thinner biasanya berupa cairan bening yang mudah menguap. 
Thinner dicampurkan pada cat agar cat lebih mudah diaplikasikan pada cat dan menghasilkan lapisan akhir yang halus. 

Istilah thinner sebenarnya agak sedikit membingungkan. 
Karena jika dilihat istilah thinner dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan dalam kosa kata bahasa Indonesia sebagai “pengencer”. 
Sehingga, air sebenarnya juga termasuk golongan thinner, jika yang digunakan adalah cat berbasis air. Air adalah pengencer untuk cat berbasis air (water based), misal cat tembok. 
Tapi masyarakat tidak pernah menyebut air sebagai thinner. 

Demikian halnya, dalam bidang teknis dikenal juga istilah “solvent” dan “diluent”. 
Solvent sering difahami sebagai pelarut. 
Yaitu zat cair yang digunakan untuk melarutkan, mengekstraksi, atau menggantungkan bahan lain (seperti resin atau pigmen) tanpa mengubah komposisi kimianya. 
Dengan kalimat yang sederhana, solven mengubah zat padat/kental menjadi cair agar bisa diaplikasikan 

Kemudian ada diluent yang sering difahami juga sebagai pengencer/ekstender. 
Yaitu cairan yang ditambahkan ke dalam campuran cat/resin bukan untuk melarutkan bahan utamanya, melainkan untuk menambah volume, menurunkan biaya produksi, atau mengatur viskositas tanpa mengganggu daya larut solvent utama. 
Seringkali diluent umumnya daya larut yang lebih lemah dibandingkan solvent murni, digunakan untuk "memperpanjang" volume thinner atau cat. 

Terkadang istilah thinner, solvent (pelarut), dan diluent (pengencer) sering dianggap sama, karena ketiganya memang berbentuk cairan yang digunakan dalam proses pengecatan atau pelarutan. 
Namun, ketiganya memiliki definisi, fungsi, dan komposisi yang berbeda.
Istilah solven dan diluen umumnya (hanya) digunakan dalam konteks bidang kimia/industri. 
Istilah thinner umumnya (hanya) digunakan dalam konteks bidang pengecatan. 

Itulah sebabnya sebuah thinner (cat), pasti merupakan suatu solvent. 
Namun sebuah solvent belum tentu dapat berfungsi sebagai thinner(cat). 

Sifat dan karakteristik utama thinner cat 

- Umumnya berupa cairan benning 
- Mudah menguap 
- Mudah terbakar 
- Umumnya berbau tajam/menyengat 
- Bersifat melarukan 
- Kebanyakan berbahaya bagi kesehatan jika terhirup, terkena mata, atau terkena kulit 

Fungsi utama thinner 

- Melarutkan cat 
- Mengencerkan/mengurangi kekentalan cat 
- Mempercepat proses kering cat 
- Memperbaiki sifat alir / flow pada cat 
- Menjadikan cat lebih mudah diaplikasikan ( kuas atau spray) 
- Meratakan / levelling hasil cat 
- Membersihkan noda cat 
- Pada thinner khusus, memberikan hasil yang lebih mengkilap (glossy) 

Komponen / bahan untuk membuat thinner cat 

Thinner cat umumnya tersusun dari komponen / bahan pelarut organik campuran, berupa golongan hidrokarbon, keton, ester, dan alkohol. 
Sebagaimana diuraikan di atas, fungsi utama thinner adalah melarutkan dan mengencerkan cat. 
Karena itu dalam menyusun formulasi dan membuat sebuah thinner, maka pedoman dasar yang harus diperhatikan adalah bahan yang akan digunakan sebagai thinner harus mampu melarutkan bahan ( cat ). Sehingga harus diketahui dengan benar dan pasti jenis cat yang akan dilarutkan dan diencerkan, karena sebuah cat disusun oleh dari bahan-bahan yang sangat berlainan sifat dan karakteristiknya.
Itulah sebabnya di pasaran dikenal berbagai macam jenis Thinner disesuaikan dengan cat yang akan digunakan. 
Yang paling umum dikenal misalnya thinner ( cat ) Acrylic, thinner PU, thinner Vinyl, thinner Epoxy, thinner super, thinner A, sampai Afduner dan sebagainya. 

Komponen utama yang sering dijumpai thinner komersial biasanya berupa toluena, xylene, aseton, dan butanol, yang disesuaikan dengan jenis cat (NC, PU, atau Sintetis). 
Sebagai contoh, komponen yang umum dalam komposisi Thinner misalnya: 
• Toluene: Pelarut utama untuk mengencerkan cat dan memudahkan pengaplikasian. 
• Xylene: Bahan pelarut yang membantu menjaga konsistensi cat. 
• Aseton (Acetone): Meningkatkan daya sebar dan mempercepat waktu pengeringan cat. 
• Alkohol/Butanol: Menambah kelenturan cat dan mengendalikan waktu pengeringan. 
• Mineral Spirit/LAWS: Umumnya digunakan pada jenis thinner sintetis. 

Namun meski sebuah thinner semestinya harus digunakan sesuai jenisnya, memang ada beberapa thinner yang sifatnya typical, umum (general purpose) atau serbaguna. 

Komposisi, formulasi dan cara membuat thinner cat serba guna (general purpose thinner) 

Untuk membuat thinner serba guna atau general purpose thinner, dapat digunakan komposisi dan formulasi sebagai berikut : 

1. Komposisi dan Formulasi Thinner Cat Serba guna I 

Methyl Ethyl Ketone (MEK) = 12% 
Methyl Isobutyl Ketone (MIBK) = 13% 
Isopropanol = 10% 
Toluene = 65% 

2. Komposisi dan Formulasi Thinner Cat Serba Guna II 

Methyl Isobutyl Ketone (MIBK) = 10% 
Ethyl Acetat = 10% 
Butyl Acetat = 15% 
Isopropanol = 6% 
Butanol = 9% 
Toluene = 50% 

Cara membuat Thinner cat serba guna 

-Siapkan wadah pencampur (dari kaca lebih disukai) 
-Takar/ukur masing-masing bahan 
-Masukkan dan campur masing-masing bahan satu persatu, diaduk hingga rata 
-Setelah rata, masukkan/simpan dalam wadah tertutup 

Keterangan 
-Semua bahan berbentuk cairan 
- Komponen utama pada kedua formulasi thinner serba guna di atas adalah dari golongan Alkohol dan Keton. 
Kedua bahan dari golongan ini mempunyai kelarutan yang cukup luas dan bagus terhadap berbagai bahan cat,yang biasanya tersusun dari senyawa polimer ( senyawa berantai panjang ). 
Golongan Ester untuk memperbaiki/meningkatkan sifat dan karakteristik thinner, sedangkan Toluene berfungsi sebagai diluent. 
- Kesemua bahan di atas bersifat mudah menguap, mudah terbakar dan atau mudah meledak. 
Untuk itu selama penanganan bahan harus dijauhkan dari panas dan api. 
Disarankan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperlunya. 

Kesimpulan 

Untuk membuat thinner sendiri ternyata tidaklah sulit. Tidak dibutuhkan bahan dan peralatan yang rumit. Bahkan dengan alat seadanya, thinner masih bisa dibuat. 
Dengan menggunakan komposisi bahan dan formulasi di atas, bisa dibuat thinner serba guna (multi purpose thinner).