Cara Membuat Paint Remover Atau Bahan Perontok Cat dan Vernish

Daftar Isi Artikel
Para pelaku industri (jasa) otomotif sudah sangat familiar dengan apa itu Paint Remover. 
Paint Remover atau bahan penghilang cat (dan varnish) sangat lazim digunakan pada bengkel restorasi cat motor / mobil untuk mengelupas dan merontokkan cat lama sebelum diterapkan perlakuan perbaikan cat atau pengecatan ulang. 
Dalam perbaikan cat atau pengecatan ulang, agar hasilnya menjadi lebih sempurna, mutlak untuk mengikis dan menghilangkan lapisan cat lama. 
Bekerja menggunakan Paint Remover sangatlah efisien. 
Proses pengelupasan/merontokkan cat yang jika digunakan cara manual bisa membutuhkan waktu berjam-jam (bahkan hari), dengan menggunakan Paint Remover hanya butuh beberapa menit saja. Tempat-tempat yang sulit dijangkau sekalipun dapat sangat mudah ditangani oleh Paint Remover. 
Penggunan lain Paint Remover adalah pada industri furnitur atau para tukang kayu. 
Dimana untuk melapis ulang furnitur lama, para tukang kayu juga harus menghilangkan lapisan cat atau vernis yang menutupi furnitur. 
Masalah utamanya adalah : harga Paint Remover cukup mahal ! 
Dengan menyimak artikel ini secara tuntas, anda punya pilihan untuk membuat Paint Remover sendiri dengan harga yang lebih ekonomis, tanpa kehilangan daya gunanya. 

cara membuat paint remover - produksi rumahan

Tentang Paint Remover 

Paint Remover adalah bahan kimia ( umumnya merupakan campuran beberapa bahan kimia ) yang dirancang khusus untuk proses melunakkan, menggelembungkan, melepuhkan dan mengelupaskan suatu lapisan cat, pernis, politer hingga dempul  pada permukaan sebuah media ( logam, plastik, kayu atau tembok ) secara praktis dan cepat. 
Paint Remover dapat efektif bekerja dalam waktu 3 menit hingga15 menit 
Dengan kalimat yang sederhana Paint Remover adalah bahan untuk merontokkan cat lama secara efektif, baik itu cat synthetic, epoxy, cat PU, cat duco dan juga jenis vernis. 
Paint Remover umumnya berbentuk gel atau cairan. 
Karena itu dalam penggunaannya umumnya dilakukan dengan menggunakan kuas atau semprot (untuk skala kecil). 
Karena berbasis bahan kimia ( yang cukup keras ), Paint Remover umumnya bersifat iritasi jika bersentuhan dengan kulit ( irititant ), korosif dan juga mudah menguap dan mudah terbakar. 
Kontak dengan Paint Remover bisa memberikan sensasi rasa panas terbakar, gatal-gatal hingga melepuhkan kulit. 
Efek yang sama juga dirasakan jika sampai terkena mata atau terhirup uapnya. 
Paint Remover yang umum dijual di pasaran akan terasa panas dan gatal jika kontak dengan kulit, karena mengandung bahan kimia keras seperti dichloromethane dan atau thiner yang bersifat korosif dan mengikis lapisan kulit. 
Cairan ini melarutkan minyak alami kulit, menyebabkan iritasi, sensasi terbakar, gatal-gatal, bahkan luka melepuh jika kontak langsung. 
Karena itu, jika bekerja dengan Paint Remover sangat disarankan menggunakan alat pelindung diri (APD) : sarung tangan karet, masker bahan kimia, dan kaca mata pelindung. 

Cara Penanganan jika terkontak dengan Paint Remover 

-Segera bilas 
Cuci bagian yang terkena Paint Remover dengan air mengalir dan sabun lembut (misal sabun bayi) secara teliti dan merata 
-Hindari menggaruk 
Jangan menggaruk area yang gatal agar tidak menyebabkan infeksi atau luka. 
-Cari pertolongan medis 
Jika panas berlanjut, kulit melepuh, atau luka meluas, segera hubungi petugas medis atau dokter 

Fungsi / Kegunaan Paint Remover 

Fungsi / kegunaan utama dari Paint Remover adalah untuk mengelupaskan/merontokkan coating lama (cat, vernis, politer, dempul) dari permukaan media (logam, plastic, kayu) sebelum dilakukan perbaikan/restorasi. 

Cara menggunakan Paint Remover 

1. Cuci bersih permukaan media dari kotoran : tanah, gemuk, oli dsb. 
2. Aplikasikan ( oleskan/kuaskan/semprot ) bahan Paint Remover pada permukaan cat yang akan dikelupas secara merata 
3. Tunggu dan diamkan kurang lebih selama 3-15 menit ( tergantung jenis dan merk Paint Remover yang digunakan ) hingga terlihat cat sudah menggelembung atau melepuh. 
4. Kupas atau kerok cat yang sudah melunak dengan menggunakan kape atau sikat kawat. 
5. Bersihkan dan bilas sisa Paint Remover dengan air atau thinner sebelum dilakukan pengecatan ulang. 

Catatan Penting
-Untuk keamanan selalu gunakan APD : masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung karena baunya sangat menyengat dan menyebabkan iritasi kulit dan mata. 
- Pada beberapa jenis Paint Remover perlu kehati-hatian (atau dihindari) jika diaplikasikan pada bahan plastik tertentu, kecuali produk yang diformulasikan khusus aman untuk ABS. 

Komponen/bahan-bahan untuk membuat Paint Remover 

Ada banyak bahan kimia yang bisa digunakan untuk membuat Paint Remover, tergantung kepada material dan media yang akan dihilangkan coatingnya. 
Meski demikian, beberapa bahan yang lazim untuk membuat Paint Remover, antara lain : 

1. Kaustik soda/Soda api, soda cuci 
Soda api adalah bahan yagn paling mudah dan paling sederhana untuk Paint Remover. 
Hanya saja soda api masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa mengelupaskan/merontokkan cat, dan hasilnya tidak sebagus Paint Remover yang dijual di pasaran dan lebih “keras” reaksinya pada media dapat menjadikan karat atau korosi pada permukaan logam. 
Dan jika diaplikasikan pada permukaan kayu, warna dan tekstur kayu juga akan cenderung berubah ( lebih matang ). Sedangkan soda cuci hasilnya lebih lemah. 

2. Solven / pelarut utama 
Bisa berupa Metilen klorida/dichloromethane (DCM) merupakan yang paling umum dan paling efektif), Aseton, Toluene, Tetrahidrofuran (THF), Butanol, Butyl Acetat, Ethyl Acetat, thinner, bensin pertalite, spiritus. 

3. Pengental/Viscosity Modifier 
Lilin parafin, hidroksipropil metil selulosa, atau silika untuk membuat gel agar tidak mudah menetes dan menguap 

4. Aktivator/Asam Asam format atau asam asetat untuk mempercepat reaksi. 

Formulasi dan cara membuat Paint Remover / bahan perontok cat


1. Formulasi Paint Remover ramah lingkungan 

- Campurkan 1 cangkir air dingin dengan 4 sendok makan soda cuci (washing soda) dan 1 sendok makan tepung terigu. 
- Aplikasi: Campurkan hingga kental seperti krim, oleskan, dan diamkan selama 30 menit sebelum disikat 

2. Formulasi Paint Remover sederhana 

- siapkan dan tuangkan air dalam wadah ( dari kaca lebih disukai ) disesuaikan dengan luasan media yang akan dihilangkan catnya 
- masukkan soda api sedikit demi sedikit aduk hingga rata 
- masukkan terus soda api hingga susah/tidak larut lagi, hingga didapatkan cairan yang kental (makin kental makin kuat) 
Harap diingat
Sedikit demi sedikit, memasukkan soda api langsung dalam jumlah banyak akan melepaskan panas dalam jumlah besar sehingga bisa menimbulkan letupan. 
- cairan soda api siap digunakan sebagai Paint Remover 

3. Formulasi Paint Remover ringan-alternatif untuk body motor yang terbuat dari plastik/ABS 

- Campurkan 6 bagian Pertalite denga 1 bagian thiner (A spesial/super) dan 1 bagian spirtus (kadar 94%). 
- Aplikasi: Rendam bagian body atau oleskan campuran, lalu bungkus dengan plastik dan diamkan selama 12-24 jam. 

4. Formulasi Paint Remover medium 

-Siapkan campuran bahan pertama berupa : 
Toluol = 60%, 
Butanol = 5%, 
Butyl Acetat = 15% dan 
Ethyl Acetat = 20% dalam 1 wadah ( dari kaca lebih disukai ) aduk hingga rata 
-Siapkan bahan kedua berupa Lanolin 
-Campurkan bahan kedua ( Lanolin ) sebanyak 1 bagian dengan 10 bagian bahan campuran pertama 
- Aduk sampai rata 
-Paint Remover siap diaplikasikan. 
Keterangan
- Keempat bahan pada campuran yang pertama mempunyai sifat dasar untuk melarutkan bahan dasar cat. Sehingga ketika diaplikasikan pada permukaan cat, bahan tersebut akan melarutkan. Bukan melunakkan dan merusak permukaan cat sebagaimana pada soda api. 
- Lanolin ditambahkan berfungsi untuk pelunak dan memberi efek perlindungan pada kulit saat pengaplikasian. Selain Lanolin bisa digunakan bahan lain sejenis, misalnya Glycerin, Stearin dan sebagainya. 
- Yang perlu diperhatikan adalah kesemua bahan bersifat mudah menguap dan mudah terbakar, sehingga harus dijauhkan dari api, baik pada penyiapan, pembuatan atau penyimpanan.

5.Formulasi Paint Remover yang kuat 

- Dichloromethane/Metilen Klorida (DCM/MC) = 70-80% (sebagai solvent utama/perontok cat). 
- Aseton = 10-15% (untuk membantu proses pelarutan, meningkatkan penetrasi ke dalam lapisan cat). 
- Parafin Wax/Wax = 1-5% (sebagai agen anti-penguapan/ evaporation retarder (penghambat penguapan) membantu agar DCM bekerja lebih lama, dan bekerja maksimal 
- Pengental (Thickener/Cellulose) = 2-5% (agar cairan menempel di bidang vertikal). 
- Campurkan bahan-bahan diatas dalam wadah (kaca lebih disukai) sedikit demi sedikit secara berurutan, aduk hingga rata 
- Paint Remover siap digunakan 

Kesimpulan 

Paint remover atau bahan pengelupas cat banyak digunakan dalam bidang otomotif, juga pada industri pengerjaan kayu. 
Bekerja menggunakan paint remover sangat efektif dan efisien.Hanya saja karena komponen/bahan penyusun paint remover kebanyakan merupakan bahan kimia yang “keras” sangat disarankan menggunakan APD saat bekerja dengan paint remover. 
Bahan-bahan baku untuk membuat paint remover banyak dijual di pasaran. Dan untuk membuat paint remover juga tidak terlalu sulit. 
Dengan menggunakan formulasi dan langkah-langkah seperti diuraikan di atas, anda sudah dapat membuat paint remover. 
Baik untuk digunakan sendiri atau bahkan dijadikan sebagai produksi rumahan dan dijual.