Cara Membuat Semir Ban Cair Standard Industri Layak Jual
Daftar Isi Artikel
Salah satu produk untuk perawatan kendaraan yang paling banyak digunakan adalah semir ban.
Semir ban banyak digunakan oleh usaha cucian kendaraan, salon mobil / motor, detailer dan sejenisnya.
Semir ban umumnya tersedia dalam bentuk cair atau foam.
Namun pada aplikasinya, semir ban dalam bentuk cair lebih disukai, karena lebih ekonomis, lebih mudah dan lebih fleksibel dalam penggunaannya.
Aplikasi semir ban secara terus menerus – pada cucian kendaraan misalnya – umumnya dilakukan dengan menggunakan spon ( busa) atau kuas.
Sedangkan pada penggunaan yang lebih terbatas – penggunaan personal – bisa digunakan dalam bentuk semprot atau spray.
Di pasaran, banyak dijual semir ban dalam bentuk cair dan spray.
Untuk penggunaan pribadi, biayanya sebenarnya tidaklah terlalu menguras isi kantong.
Namun jika untuk penggunaan rutin dan dalam jumlah cukup banyak – misal pada cucian atau salon kendaraan – tentu saja efisiensi biaya merupakan satu hal yang sangat dipertimbangkan.
Membuat semir ban sendiri merupakan salah satu pilihan untuk menekan biaya.
Artikel singkat ini akan menguraikan bagaimana cara membuat semir ban sendiri, baik untuk digunakan sendiri (DIY) dan juga semir ban dengan standard industri yang layak jual.
Yang nantinya bisa digunakan untuk menekan biaya ataupun bahkan untuk keperluan komersial atau usaha skala rumah tangga.
Tentang Semir Ban
Semir ban adalah bahan ( bisa berbentuk cair, gel atau busa ) yang diformulasikan secara khusus untuk diaplikasikan pada permukaan / dinding luar ban kendaraan dengan tujuan untuk menghitamkan, mengkilapkan, menjaga elastisitas dan melindungi permukaan ban kendaraan.
Penggunaan semir ban yang berkualitas dapat memberikan efek hitam mengkilap alami, sehingga ban tampak selalu baru dan terawat.
Manfaat dan kegunaan semir ban
- menghitamkan permukaan ban
- mencegah ban terlihat kusam
- mengkilapkan ban
- memberikan efek wet look
- menjaga elastisitas karet ban
- mencegah keretakan ban (ozon crack)
- menjaga karet ban agar tidak keras dan getas
- menjadikan ban terlihat baru dan terawat
Kategori semir ban berdasar bahannya
Secara umum, semir ban dapat dibedakan menjadi 2 golongan :
1.Semir ban berbasis air (water based)
Yaitu jenis semir ban dimana komposisi bahan penyusun utamanya berbasis air, umumnya berbahan silicone oil dan air.
Secara umum semir ban water base lebih direkomendasikan karena lebih aman untuk karet, memberikan hasil hitam alami, tidak lengket, dan tidak membuat karet ban getas.
Kelebihan semir ban water based adalah :
- lebih aman untuk karet
- tidak merusak struktur karet sehingga karet cepat menjadi getas atau retak
- dapat memberikan kilap hitam natural, matte hingga semi wet look
- mencegah ban retak atau getas
- tidak lengket, tidak menarik debu dan kotoran
- meresap ke dalam pori-pori karet sehingga dapat memberikan perlindungan dalam jangka panjang
- mudah dibilas
- ramah lingkungan
Kekurangan semir ban water based adalah
- kurang tahan lama, lebih cepat hilang jika terkena air atau hujan
- lebih encer
- harga lebih mahal
2.Semir ban berbasis minyak (oil based)
Yaitu jenis semir ban dimana komposisi bahan penyusun utamanya berbasis minyak, umumnya berbahan silicone oil dan minyak.
Kelebihan semir ban oil based adalah :
- harga lebih murah
- lebih kental
- memberikan hasil hitam pekat
- memberikan efek mengkilap basah (wet look) / kilap ekstrem / glossy tinggi
- lebih awet, daya tahannya lama meski terkena air
- mampu melindungi karet ban dari sinar UV dan oksidasi (ozon crack).
Kekurangan semir ban oil based adalah
- lengket, debu/kotoran mudah menempel
- jika terlalu sering digunakan lebih beresiko memicu ban retak
Penggunaan semir ban berkualitas, terutama yang berbahan dasar air, sangat disarankan untuk perawatan rutin jangka panjang, sehingga ban kendaraan tetap terlihat hitam, bersih terawat, dan awet.
Kategori semir ban berdasar bentuknya
1.Semir ban berbentuk cair (Liquid/Gel):
Yaitu semir ban yang berbentuk cairan encer atau kental seperti gel.
Dalam aplikasinya bisa menggunakan spons atau kuas agar hasilnya rata dan tidak becek. Dapat memberikan daya kilap yang tinggi (wet look) dan biasanya lebih tahan lama.
2.Semir ban berbentuk busa (Foam/Aerosol)
Yaitu semir ban dalam bentuk busa putih. Semir ban bentuk lebih praktis karena cukup disemprotkan (spray) ke dinding ban, tidak perlu diratakan dengan tangan.
Seringkali memiliki formula 2-in-1, yaitu membersihkan sekaligus mengilapkan.
Cara menggunakan semir ban yang baik dan benar
1. Bersihkan kotoran dan lumpur berat yang menempel pada ban
2. Pastikan ban telah dicuci dengan bersih dan kering sebelum mengoleskan semir untuk hasil maksimal.
3. Tuang semir ban dalam wadah tersendiri
4. Gunakan spons atau kuas untuk mengaplikasikan cairan semir ban secara merata
5. Jika menggunakan semir ban tipe spray semprotkan secara tipis merata, jika kurang rata, ratakan dengan spon atau kuas
6. Aplikasikan semir hanya pada dinding ban (sidewall)
7. Hindari mengoleskan pada tapak ban agar tidak licin.
Bahan dan Komposisi semir ban untuk digunakan sendiri (DIY) - 5 Formulasi
Jika tujuan pembuatan semir ban adalah untuk digunakan sendiri (DIY) ada berbagai macam bahan di sekitar yang bisa digunakan untuk membuat semir ban.
Berikut adalah beberapa contoh komposisi semir ban yang bisa dibuat dari bahan-bahan yang ada di sekitar (DIY )
1. Formulasi dan komposisi semir ban DIY-1
- Lem putih (PVAc) = 2 bagian, sebagai pengikat dan pengkilap.
- Sabun cuci piring cair = 1 bagian, sebagai pembersih dan penambah efek kilap.
- Air = 4 bagian, sebagai pengencer.
- Campurkan semua bahan diatas, aduk hingga rata.
2. Formulasi dan komposisi semir ban DIY-2
- gula pasir = sdm
- air panas = 1 gelas
- Campurkan semua bahan diatas, aduk hingga rata.
3. Formulasi dan komposisi semir ban DIY-3
Campurkan dan aduk rata minyak goreng, sampo, dan sabun cuci piring dalam perbandingan yang sama.
4. Formulasi dan komposisi semir ban DIY-4
Campurkan dan aduk rata minuman bersoda dan sabun cuci piring cair dalam perbandingan yang sama.
5. Formulasi dan komposisi semir ban DIY-5
Minyak goreng yang masih baru juga bisa memberikan efek kilap pada ban.
Catatan Penting
Sangat disarankan untuk tidak membuat dan menggunakan semir ban DIY berbahan dasar oli bekas, karena justru dapat mempercepat kerusakan dan keretakan pada bahu ban.
Bahan dan Komposisi semir ban kualitas medium : formulasi water based dan oil based
1. Formulasi dan komposisi semir ban water based kualitas medium
-Silikon emulsi 60 % atau 70 % = 1 bagian
-Air murni / aquadest = 1 hingga 3 bagian
-Campur dan aduk kedua bahan di atas sampai benar-benar rata
Catatan :
Jika digunakan perbandingan silikon emulsi:air = 1:1, maka semir ban yang dihasilkan sangat kental dan daya kilap tinggi (glossy)
Jika digunakan perbandingan silikon emulsi:air = 1:3, maka semir ban yang dihasilkan lebih cair dengan kilap natural (satin)
2. Formulasi dan komposisi semir ban oil based kualitas medium
-Silicone oil = 30 %
-Parafin cair = 70 %
-Campur dan aduk rata kedua bahan di atas
Komponen / bahan untuk membuat semir ban standard industri layak jual
Untuk komponen / bahan penyusun dalam pembuatan semir ban / untuk dijual tentu saja ada perbedaan, meskipun komponen/bahan utamanya tetap sama.
Komponen/bahan penyusun untuk semir ban standard industri layak jual bisa terdiri dari :
1.Silicone Oil (Minyak Silikon)
Ini adalah merupakan bahan utama dan bahan aktif dalam kebanyakan formulasi semir ban.
Silicone oil dapat memberikan efek kilap (glossy), efek hidrofobic/efek daun talas dan melindungi karet dari panas.
Untuk dapat memberikan kualitas terbaik, disarankan menggunakan Silicon oil dengan kekentalan/viscositas 1000 CPS.
Bisa juga digunakan Poli Dimetil Siloksan (PDMS) untuk semir ban berbasis minyak(oil base) dengan hasil kilap maksimal
2.Aquades / Air demineralzer / air murni
Aquades atau air demineralizer merupakan pengencer/pelarut utama untuk semir ban water based.
3.Solven/pengencer/pelarut
Sedangkan untuk semir ban oil based, solven berbasis minyak adalah pengencer/pelarut utamanya. Solven membantu silicone oil menyebar merata saat diaplikasikan dan mempercepat pengeringan.
Bisa digunakan mineral spirit atau silicone volatile
4.Emulgator/Emulsifier/pengemulsi
Emulsifer digunakan untuk membantu/mempercepat silicone oil terdispersi dalam pelarutnya, terutama dalam jenis water base.
Emulsifer yang kompatibel dengan silicone oil biasanya Nonyl Phenol Etoxylate 6 (NP6), Tergitol atau emulsifier khusus.
Biasanya digunakan sekitar 1-5% dari total formulasi.
5.Pengental (Thickener)
Pengental (Thickener) berfungsi untuk mengatur dan menjaga kestabilan viskositas agar tetap homogen dalam jangka waktu lama.
Thickener Silicone MH merupakan jenis yang populer karena larut dalam air dan sangat efektif mengentalkan campuran emulsi.
Bisa juga dengan CMC.
Penggunaan thickener biasanya berkisar 0.5% - 1% dari total formulasi (sekitar 1-2 tutup botol untuk 5 liter emulsi) untuk hasil kental.
6.Pewarna / dye
Pigmen hitam untuk mengembalikan warna hitam ban yang kusam menjadi seperti baru.
Misalnya carbon black 330, biasanya digunakan sekitar 1-5% dari total formulasi.
7.Pengawet (Preservative)
Agar produk lebih tahan lama, tidak cepat rusak, berjamur, berbakteri dan tidak bau.
Bahan pengawet utama yang umum digunakan untuk semir ban adalah DMDM Hydantoin (sering disebut DMDM), yang lazim digunakan pada semir ban water base.
Prosentasenya sekitar 0,1% - 0,5 % dari total formulasi.
8.Pewangi
Pada semir ban premium terkadang ditambahkan pewangi, untuk menghilangkan bau bahan kimia, memberikan aroma segar setelah aplikasi.
Bibit parfum cair yang tahan lama, seperti aroma bubble gum, lemon, kopi, atau aroma sporty sering digunakan, biasanya berkisar 1-3% dari total volume
9. Gliserin (Glycerin)
Gliserin sering juga digunakan.
Bahan organik ini efektif untuk mengembalikan warna hitam pekat ban dan memberikan kelembapan agar ban tidak kaku.
Bisa ditambahkan hingga 10% - 30% dari total formulasi.
Formulasi dan cara membuat semir ban standard industri layak jual : formulasi water based dan oil based
1. Contoh komposisi dan cara membuat semir ban water-based standard industri
Komposisi semir ban water base umumnya terdiri dari campuran silicone oil, air, dan pengental untuk memberikan hasil mengkilap (glossy) yang aman bagi karet ban, tidak lengket, dan mencegah keretakan.
Bahan aktif utamanya meliputi silicone oil, air (sebagai pelarut), serta pengawet/pengental.
a.Bahan dan komposisi :
- Silicone Oil 1000 cps (sebagai bahan utama) = 50ml−100ml
- NP6/PolySorbate (sebagai emulsifer) = 25ml−50ml
- Aquadest (sebagai pengencer/pelarut) = 400ml−800ml
- CMC (sebagai pengental/thickener) = 2ml−5m gr
- DMDM Hydantoin (sebagai pengawet): 1ml−2ml
- Bibit parfum cair lemon atau buble gum = 1ml-2ml
b. Cara pembuatan (dengan metode Emulsi)
-Pencampuran Awal
Tuangkan silikon oil dan emulgator (NP6) ke dalam wadah, aduk rata hingga membentuk pasta kental.
-Pengenceran
Tambahkan air bersih sedikit demi sedikit sambil terus diaduk cepat hingga berubah warna menjadi putih susu (emulsi) dan menyatu.
-Pengentalan
Masukkan pengental (tecner) ke dalam campuran, aduk hingga mencapai kekentalan yang diinginkan.
-Pengawetan
Tambahkan bahan pengawet agar cairan tidak cepat busuk/berbau.
-Tambahkan pewangi
-Penyimpanan
Masukkan ke dalam botol dan semir ban siap digunakan.
2. Contoh komposisi semir ban oil based standard industri
Semir ban oil-based standard industri umumnya menggunakan bahan dasar Silicone Oil (biasanya viskositas 1000 cps) yang dicampur dengan pewarna atau pelarut khusus untuk hasil kilap basah (wet look) tahan lama dan anti air.
Formula ini berbeda dengan water-based dan memberikan efek lebih hitam pekat.
Komposisi ini fokus pada kilap tahan lama dan warna hitam pekat.
a.Bahan dan komposisi
- Silicone Oil 1000 cps (sebagai bahan utama) = 80%−90%
- Pigment/Carbon Black (sebagai pewarna hitam) = 5%−10%
- White Spirit atau Mineral Spirit (sebagai solvent/cleaner - Opsional) = 5%−10%
b.Cara membuat semir ban oil based standar industri
Proses pembuatan bertujuan untuk menyatukan pewarna dan silikon agar tidak menggumpal.
Langkah-langkah:
-Persiapan pewarna: haluskan pewarna hitam (pigment) terlebih dahulu agar tidak ada gumpalan serbuk.
-Pencampuran: tuangkan pewarna hitam ke dalam wadah.
-Penambahan Silikon: tambahkan Silicone Oil 1000 cps sedikit demi sedikit ke dalam pewarna sambil diaduk rata.
-Pengadukan intensif: aduk campuran dalam waktu yang cukup lama (atau gunakan mixer) sampai warna hitam tercampur rata sempurna dengan silikon.
-Pengemasan: tuang ke dalam botol kemasan dan semir ban siap digunakan.
Kesimpulan
Dewasa ini jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sangatlah banyak, dan terus bertambah seiring waktu. Dan agar ban kendaraan tetap awet tentu saja butuh perawatan, lazimnya digunakan semir ban.
Mengingat sedemikian besarnya jumlah kendaraan bermotor, tentu saja juga butuh semir ban dalam jumlah besar untuk perawatannya.
Membuat dan memproduksi semir ban adalah salah satu pilihan logis untuk memenuhi kebutuhan di atas.Bisa digunakan sendiri atau dijadikan sebagai peluang usaha untuk diproduksi secara rumahan.
